Waketum KONI Sumbar Revdi Hadiri Pembukaan Kejurnaswil Shorinji Kempo Sumatera 2026 di Sawahlunto

Event bergengsi tingkat regional ini resmi berpusat di Lapangan Futsal Bengkel Utama PT.BA, Kota Sawahlunto.

Sawahlunto, Rakyat Sumbar — Wakil Ketua Umum VI Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sumatera Barat, Revdi Iwan Syahputra, dipastikan hadir langsung untuk mengawal dan menghadiri pembukaan Kejuaraan Nasional Wilayah (Kejurnaswil) Sumatera Shorinji Kempo Tahun 2026.

Event bergengsi tingkat regional ini resmi ditabuh hari ini, Rabu, 24 Juni 2026, berpusat di Lapangan Futsal Bengkel Utama PT.BA, Kota Sawahlunto.

​Kehadiran Revdi yang biasa dikenal dengan panggilan Ope ini, didasarkan pada Surat Tugas resmi yang dikeluarkan dan ditandatangani langsung oleh Ketua Umum KONI Sumatera Barat, Hamdanus, S.Fil.I., M.Si. Dalam menjalankan tugas penting ini, Revdi didampingi oleh Oktafirman yang merupakan Anggota Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) KONI Sumbar.

​Penugasan ini merupakan tindak lanjut dari undangan resmi panitia pelaksana pelaksana Nomor: 63/KU-Perkemi/VI/SWL-2026 yang ditandatangani oleh Ketua Pelaksana Nico Andrian dan Ketua Umum Perkemi Sumbar Bagas Panyusunan NST. Pihak KONI Sumbar memandang kehadiran pimpinan sangat krusial guna menjamin kelancaran, ketertiban, sekaligus memberikan dukungan moril penuh terhadap pelaksanaan tugas olah raga prestasi di Sumatera Barat. Tim delegasi KONI Sumbar sendiri telah dijadwalkan berada di lokasi sejak tanggal 23 hingga 24 Juni 2026.

​Berdasarkan susunan acara yang dirilis panitia, rangkaian pembukaan dimulai sejak pukul 08.00 WIB dengan diawali persiapan barisan kontingen dan defile pawai peserta dari seluruh provinsi se-Sumatera.

​Acara pembukaan ini dijadwalkan berlangsung sangat megah dengan dihadiri jajaran pejabat penting, di antaranya sambutan dari Ketua Umum PB PERKEMI, Wali Kota Sawahlunto, serta sambutan dan arahan dari Gubernur Sumatera Barat yang sekaligus membuka secara resmi Kejurnaswil Sumatera 2026.

​Prosesi pembukaan akan ditandai secara simbolis dengan pemukulan gong atau sirine, yang kemudian dilanjutkan dengan atraksi memukau demonstrasi teknik dan Embu Shorinji Kempo sebelum kompetisi resmi dimulai. (*)