Limapuluh Kota, rakyatsumbar.id – Selama satu bulan mengabdi di Nagari Sungai Talang, Kecamatan Guguak, Kabupaten Limapuluh Kota, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Padang (UNP) menghadirkan berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Tidak hanya memperkuat lima pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), mahasiswa juga berkontribusi di bidang pendidikan, keagamaan, infrastruktur, hingga kegiatan sosial yang mendapat apresiasi luas dari masyarakat.
Program pendampingan UMKM menjadi fokus utama KKN tahun ini. Lima UMKM binaan, yakni usaha Sokar, Kerupuk Kulit, Keripik Pisang, Sagun dan Sanjai, memperoleh pendampingan dalam pengelolaan usaha.
Mulai dari pencatatan keuangan sederhana, pembuatan akun media sosial dan katalog digital, pengembangan kemasan produk, hingga sosialisasi mengenai legalitas usaha serta akses permodalan. Pendampingan tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus memperluas jangkauan pemasaran di era digital.
Selain penguatan sektor ekonomi, mahasiswa turut melaksanakan berbagai program yang dirancang berdasarkan kebutuhan masyarakat. Untuk bidang infrastruktur, reflektor jalan dipasang di sejumlah titik yang minim penerangan guna meningkatkan keselamatan pengguna jalan, terutama pada malam hari.
Kontribusi juga diberikan di sektor pendidikan. Mahasiswa mengadakan penyuluhan, sosialisasi, serta bimbingan belajar membaca bagi anak-anak yang masih mengalami kesulitan membaca.
Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 81 Kemerdekaan Republik Indonesia, mahasiswa juga melatih anak-anak dalam kegiatan drumband sebagai persiapan memeriahkan perayaan di tingkat nagari.
Sementara itu, pada bidang keagamaan, mahasiswa menyelenggarakan Semarak Lomba Islami tingkat jorong. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan di bidang keagamaan sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri, sportivitas dan kecintaan terhadap nilai-nilai Islam.
Antusiasme peserta dan dukungan masyarakat menjadikan kegiatan berlangsung meriah.
Berbagai program yang dijalankan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Tingginya partisipasi warga menunjukkan bahwa kegiatan KKN tidak hanya memberikan manfaat secara langsung, tetapi juga memperkuat sinergi antara mahasiswa dan masyarakat dalam membangun nagari.
Hubungan yang terjalin semakin erat melalui kegiatan gotong royong. Mahasiswa bersama warga membersihkan lingkungan dan membantu berbagai pekerjaan secara swadaya. Kebersamaan tersebut menjadi wujud nyata kolaborasi yang memperkuat semangat kekeluargaan di tengah masyarakat.
Apresiasi terhadap pelaksanaan KKN disampaikanh Wali Nagari Sungai Talang. Menurutnya, mahasiswa berhasil membangun kedekatan dengan masyarakat selama masa pengabdian.
“Bapak sangat mengapresiasi kedekatan kalian dengan masyarakat. Kalian berhasil mengambil hati masyarakat dan benar-benar berbaur dengan masyarakat. Bahkan mereka menyampaikan kepada bapak supaya masa kalian di sini ditambah,” ujar wali nagari.
Hal senada juga disampaikan Pit, salah seorang pemilik UMKM Kerupuk Kulit yang merasakan manfaat langsung dari program pendampingan digitalisasi usaha.
“Ante sanang bana, dek ado adiak-adiak yang manolong untuak mambuek akun media sosial usaha ante. Ante lah lamo nio cubo jualan di online, tapi ante indak mangarati caronyo do. Alhamdulillah ado adiak-adiak, sanang hati ante, tingga malanjuikkan sajo ante lai,” ungkapnya.
Bagi mahasiswa, pelaksanaan KKN menjadi ruang untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah melalui pengabdian nyata kepada masyarakat. Sementara bagi warga, berbagai program yang dijalankan memberikan manfaat dalam pengembangan UMKM, peningkatan kualitas pendidikan, pembinaan keagamaan, hingga penguatan semangat gotong royong.
Kehadiran mahasiswa KKN UNP di Nagari Sungai Talang diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang berkelanjutan. Lebih dari sekadar menjalankan program kerja, KKN menjadi ruang lahirnya inovasi, kepedulian, dan pemberdayaan yang tumbuh melalui kebersamaan demi kemajuan masyarakat dan Nagari Sungai Talang.
Semangat itulah yang tercermin dalam falsafah Minangkabau, Basamo Mangko Manjadi bersama maka segala sesuatu dapat diwujudkan. Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah nagari, pelaku UMKM, tokoh masyarakat, hingga generasi muda membuktikan bahwa pembangunan tidak dapat dilakukan sendiri. Ketika seluruh elemen masyarakat berjalan beriringan, berbagai tantangan dapat dihadapi dan potensi nagari dapat berkembang secara optimal. (*)





