Padang, Rakyat Sumbar — Perguruan tinggi tidak hanya dituntut melahirkan sumber daya manusia unggul secara akademik, tetapi juga generasi yang memiliki karakter kebangsaan, kesadaran geopolitik dan kepedulian terhadap masa depan bangsa.
Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si., mengatakan, kegiatan Lemhannas Goes to Campus merupakan salah satu upaya memperkuat spirit kebangsaan sekaligus memantapkan nilai-nilai kebangsaan di kalangan generasi muda.
Menurutnya, mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa tidak cukup hanya dibekali kompetensi akademik. Mereka juga harus memiliki kemampuan memahami persoalan bangsa dari perspektif kepentingan nasional.
“Tujuan dari kegiatan Lemhannas Goes to Campus adalah agar perguruan tinggi, khususnya generasi muda yang berkuliah di universitas maupun berbagai institusi pendidikan lainnya, memiliki spirit kebangsaan, dimantapkan nilai-nilai kebangsaannya, memiliki kesadaran geopolitik serta kemampuan berpikir untuk kepentingan bangsa dan negara,” ujarnya usai memberikan kuliah umum dalam kegiatan Lemhannas Goes to Campus di Convention Hall Universitas Andalas (UNAND), Kamis (3/9).
Ia menilai tantangan yang dihadapi Indonesia ke depan semakin kompleks. Persoalan bangsa tidak lagi hanya berkaitan dengan pertahanan dan keamanan, tetapi juga menyentuh aspek geopolitik, geoekonomi, persaingan antarnegara, perubahan struktur demografi, perubahan iklim hingga disrupsi teknologi.
Berbagai perubahan tersebut berpotensi memengaruhi pola kehidupan masyarakat dan cara negara menjalankan kehidupan berbangsa.
Dalam kondisi tersebut, kata Ace Hasan, ketahanan nasional tidak dapat hanya bertumpu pada kekuatan militer. Ketahanan nasional membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa, termasuk perguruan tinggi.
“Ketahanan nasional salah satunya juga bukan hanya ditentukan oleh kekuatan militer, tetapi sejauh mana seluruh elemen bangsa, termasuk perguruan tinggi, memiliki tanggung jawab untuk memastikan kita sebagai bangsa memiliki kemampuan sumber daya manusia yang unggul,” katanya.
Sumber daya manusia unggul, lanjutnya, menjadi modal penting bagi Indonesia dalam memperkuat ketahanan nasional sekaligus mewujudkan cita-cita menuju Indonesia Emas 2045.
Karena itu, pembentukan karakter kebangsaan harus menjadi bagian penting dalam proses pendidikan di perguruan tinggi.
“Pembentukan karakter kebangsaan merupakan salah satu prasyarat utama bagi kemajuan suatu bangsa di tengah berbagai tantangan yang kita hadapi,” tegasnya.
Ace Hasan berharap Lemhannas Goes to Campus tidak berhenti sebatas kuliah umum. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi penguatan kolaborasi antara Lemhannas dengan UNAND maupun perguruan tinggi lainnya di Sumatera Barat.
Kolaborasi itu dapat dikembangkan melalui berbagai bentuk kerja sama, termasuk riset yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Sumatera Barat sekaligus kepentingan nasional.
“Kita harapkan kolaborasi Lemhannas dengan Universitas Andalas dan berbagai universitas yang ada di Sumatera Barat akan terus dilanjutkan dengan berbagai penguatan kerja sama dan berbagai riset yang bisa memajukan Sumatera Barat pada khususnya dan juga bangsa Indonesia secara umum,” tuturnya.
Rektor UNAND: Kuliah Kebangsaan Perlu Digelar Reguler
Rektor UNAND Efa Yonnedi, Ph.D. menyambut positif pelaksanaan Lemhannas Goes to Campus. Menurutnya, materi yang disampaikan Gubernur Lemhannas sangat relevan dengan misi UNAND dalam mencetak lulusan yang unggul, berwawasan global, berkarakter, berjiwa entrepreneur dan memiliki integritas.
Ia mengatakan, kuliah umum tersebut secara khusus memberikan penguatan terhadap pembentukan karakter kebangsaan generasi penerus bangsa.
“Hari ini kita mengadakan Lemhannas Goes to Campus dengan format kuliah umum yang diberikan langsung oleh Bapak Gubernur Lemhannas. Tujuan utamanya adalah membangun karakter kebangsaan di kalangan generasi penerus bangsa ke depan,” ujarnya.
Menurut Efa, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan lulusan tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga wawasan global, karakter kuat, jiwa kewirausahaan dan integritas yang baik.
Ia bahkan menilai materi yang disampaikan Gubernur Lemhannas memberikan perspektif dan wawasan yang sangat berharga bagi sivitas akademika maupun pimpinan perguruan tinggi yang hadir.
“Topik yang disampaikan Pak Gubernur sangat sejalan dengan misi universitas ini didirikan, yaitu untuk menghasilkan lulusan-lulusan yang unggul, berwawasan global, berkarakter, berjiwa entrepreneur dan memiliki integritas yang baik untuk membangun bangsa,” katanya.
Karena itu, Efa menilai kuliah kebangsaan seperti Lemhannas Goes to Campus perlu dilakukan secara berkelanjutan dan tidak hanya menjadi kegiatan sesekali.
“Insight-nya juga sangat menarik. Bagi dosen dan para rektor yang hadir, ini juga menjadi semacam refreshment bahwa kuliah seperti ini perlu kita lakukan secara reguler, dengan frekuensi yang reguler. Dengan begitu kita semakin menyatu sebagai bangsa,” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Utama (Sestama) Lemhannas RI Komjen Pol Gatot Tri Suryanta, yang sebelumnya menjabat Kapolda Sumatera Barat, Rektor UNAND Efa Yonnedi beserta jajaran, Forkopimda di lingkungan Pemerintah Provinsi
Sumatera Barat serta sekitar 20 rektor perguruan tinggi di Sumatera Barat.
Kehadiran para pimpinan perguruan tinggi dengan rarusan mahasiswa yang hadir dalam kegiatan tersebut menjadi gambaran pentingnya sinergi dunia pendidikan dalam memperkuat ketahanan nasional.
Perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat mencetak lulusan berkompeten, tetapi juga memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi yang mampu membaca perubahan global, memiliki kesadaran kebangsaan dan berkomitmen memberikan kontribusi bagi kemajuan Indonesia.
Bagian dari Dies Natalis ke-70 UNAND
Lemhannas Goes to Campus di UNAND juga menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-70 atau Lustrum XIV Universitas Andalas.
Efa mengatakan, tema Dies Natalis UNAND tahun ini, “Tumbuh Berakar, Menjulang Berdampak”, memiliki keterkaitan kuat dengan semangat kegiatan Lemhannas Goes to Campus.
Tema tersebut mencerminkan tekad UNAND untuk terus memperkuat fondasi akademik dan nilai-nilai yang menjadi akar institusi, sekaligus terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Jadi kuliah hari ini juga dalam format peringatan hari ulang tahun Universitas Andalas yang ke-70 tahun atau Lustrum ke-14. Temanya juga sangat sejalan, bagaimana universitas ini terus mengakar secara kuat, kemudian menjulang terus memberikan manfaat kepada masyarakat,” katanya.
Efa menyampaikan apresiasi kepada Lemhannas yang telah mempercayakan UNAND sebagai lokasi pelaksanaan Lemhannas Goes to Campus.
“Terima kasih Pak Gubernur dan Bapak Sestama yang telah mempercayai Universitas Andalas untuk mengadakan kuliah umum pada hari ini,” tuturnya.
Selain kuliah umum, kegiatan Lemhannas Goes to Campus juga dirangkaikan dengan penanaman pohon Andalas dan Tabebuya sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-70 UNAND.
Penanaman pohon tersebut menjadi simbol komitmen UNAND dalam menjaga lingkungan sekaligus memperkuat nilai keberlanjutan dalam kehidupan kampus. (mul)





