Padang, Rakyat Sumbar — Belajar mengelola uang tidak lagi cukup hanya melalui teori di ruang kelas. Sekolah Kristen Kalam Kudus (SKKK) Padang mengambil langkah lebih maju dengan memperkenalkan dunia investasi dan pasar modal kepada siswa sejak dini melalui peresmian Galeri Investasi Digital (GID) Bursa Efek Indonesia (BEI).
Kehadiran fasilitas tersebut menjadi langkah strategis SKKK Padang dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kecakapan mengelola keuangan dan mengambil keputusan secara bijak di tengah perkembangan ekonomi digital.
GID BEI SKKK Padang terwujud melalui kolaborasi Yayasan Kalam Kudus Cabang Padang dengan Bursa Efek Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta PT MNC Sekuritas sebagai operator. Fasilitas ini sekaligus menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan pengetahuan finansial dengan pengalaman praktik.
Bagi SKKK Padang, investasi bukan sekadar soal membeli dan menjual saham. Lebih jauh, siswa diperkenalkan pada cara mengelola uang secara bertanggung jawab, memahami risiko, mengenal nilai waktu dari uang, serta membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak usia sekolah.
Sebagai sekolah berbasis teknologi yang menyandang predikat Google Reference School, SKKK Padang mengintegrasikan edukasi tersebut dengan pembelajaran berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics).
Melalui Galeri Investasi Digital, siswa tidak hanya menerima materi mengenai pasar modal, tetapi juga memperoleh kesempatan melakukan simulasi transaksi saham dan memahami bagaimana pergerakan pasar bekerja. Dengan pendekatan tersebut, pembelajaran diharapkan menjadi lebih konkret dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Hal yang ditekankan sekolah bukanlah mengejar keuntungan secara instan. Siswa justru diarahkan memahami konsep value investing, perencanaan keuangan, dan pengambilan keputusan yang rasional agar tidak mudah terjebak perilaku spekulatif maupun fenomena fear of missing out (FOMO).
Wakil Ketua Yayasan Kalam Kudus Padang, Hendri Gunawan, mengatakan kehadiran GID merupakan bagian dari transformasi pendidikan yang telah dijalankan lembaga tersebut selama enam tahun terakhir.
Menurutnya, sekolah memiliki tanggung jawab untuk membangun fondasi karakter sekaligus membekali peserta didik dengan kemampuan yang dibutuhkan ketika mereka memasuki kehidupan setelah menamatkan pendidikan.
“Kami komitmen mentransformasi pendidikan, bukan sekadar teori. Harapannya, ketika anak-anak lulus SMA, mereka mempunyai skil yang kuat dalam kehidupan mereka. Kami menanamkan bahwa investasi itu adalah pengelolaan keuangan yang bertanggung jawab, berlandaskan integritas dan karakter, bukan spekulasi. Ini menjadi benteng aman agar anak-anak terhindar dari investasi bodong,” ujar Hendri.
Tidak berhenti pada simulasi di layar, siswa juga mendapatkan modal deposit awal yang memang disiapkan sebagai media pembelajaran. Dengan cara tersebut, mereka dapat belajar mengelola dana, memahami alur pemasukan dan pengeluaran, hingga mengenal konsep time value of money atau nilai waktu dari uang.
Pembelajaran ini diharapkan menjadi bekal jangka panjang agar siswa mampu memahami bahwa pengelolaan keuangan bukan sekadar bagaimana mendapatkan uang, tetapi juga bagaimana merencanakan, menggunakan, menyimpan, dan mengembangkan aset secara bertanggung jawab.
Langkah SKKK Padang tersebut mendapat apresiasi dari pemerintah daerah. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Provinsi Sumatera Barat, Budi Hermawan, menilai keberadaan Galeri Investasi Digital menjadi sarana pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman.
“Kami menyambut luar biasa dan mengapresiasi SKKK Padang yang telah memprakarsai peresmian Galeri Investasi ini. Ini adalah sarana yang sangat baik bagi anak-anak untuk belajar secara digital. Kami berharap fasilitas ini dikelola dengan baik dan terus melahirkan prestasi,” tutur Budi.
Apresiasi juga datang dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Barat. Kepala OJK Provinsi Sumatera Barat, Roni Nazra, menyebut pendirian GID di SKKK Padang merupakan hasil dari proses persiapan yang matang sekaligus menjadi langkah penting dalam memperkuat kesiapan generasi muda menghadapi perubahan lanskap ekonomi.
Menurutnya, perkembangan ekonomi digital akan membuat pemahaman mengenai pasar modal semakin penting bagi generasi mendatang. Karena itu, literasi sejak bangku sekolah dinilai menjadi salah satu fondasi untuk membentuk generasi yang mampu mengambil keputusan finansial secara cerdas.
“Pasar modal ke depan akan menjadi salah satu instrumen utama sumber pendanaan. Peran konvensional secara perlahan akan digantikan oleh pasar modal. Melalui galeri interaktif ini, anak-anak akan lebih siap menghadapi tantangan ekonomi digital, sekaligus teredukasi dari hal-hal negatif. Hasil akhir yang kita harapkan, galeri ini menjadi ruang belajar cerdas untuk mengelola keuangan dan mengambil keputusan secara bijak,” ungkap Roni.
Peresmian GID tersebut sekaligus dirangkai dengan pelantikan struktur pengurus Galeri Investasi Digital BEI Yayasan Kalam Kudus Padang. Kegiatan turut dihadiri jajaran pengurus yayasan, perwakilan instansi terkait, orang tua siswa, serta para tamu undangan.
Dengan hadirnya fasilitas tersebut, SKKK Padang tidak sekadar membuka ruang baru untuk mengenal pasar modal. Sekolah ini tengah menanamkan satu bekal penting bagi generasi muda: kemampuan memahami uang, mengelolanya dengan bijak, serta berani mengambil keputusan berdasarkan pengetahuan dan tanggung jawab.(edg)





