04/12/2022
Beranda » Sumbar Rancang PSBB, Data Usulan ke Kemenkes Tengah Dipersiapkan

Sumbar Rancang PSBB, Data Usulan ke Kemenkes Tengah Dipersiapkan

ODP di Sumbar Mulai Diperiksa di Laboratorium Kedokteran Unand

Padang, Rakyat Sumbar–Dalam upaya percepatan penanganan virus Corona (Covid-19) di Sumatera Barat, saat ini berbagai persyaratan untuk mendapatkan izin melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tengah dipersiapkan.

PSBB adalah pembatasan kegiatan tertentu bagi penduduk dalam satu wilayah yang diduga terinfeksi virus corona. Tujuannya, untuk mencegah adanya penyebaran virus corona yang lebih besar lagi.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Provinsi Sumbar sedang menyiapkan data-data yang dibutuhkan untuk memberlakukan PSBB tersebut.

“Sekarang Balitbang kita sedang menyiapkan data yang dibutuhkan untuk menerapkan PPDB ini,” sebutnya usai memimpin rapat percepatan penanganan Corona¬† Sumbar di Aula Kantor Gubernur, Rabu (8/4) sore.

 

Ia mengatakan, untuk memberlakukan PSBB, Pemprov harus mendapatkan izin dari Kementerian Kesehatan. Di mana Kemenkes RI mengharuskan provinsi yang ingin memberlakukan PSBB mesti menyiapkan persyaratan data untuk menerangkan kondisi daerah masing-masing.

“Kita belum dapat memastikan nantinya pemberlakuan PSBB ini di seluruh provinsi atau hanya di beberapa kabupaten kota saja. Itu masih dalam kajian Litbang. Apakah seluruh provinsi, atau beberapa kota saja. Itu masih dibicarakan,” jelasnya.

Ia menjelaskan, dalam mempercepat penanganan virus Corona di Sumbar, tak hanya Pasien Dalam Pengawasan (PDP), namun Orang Dalam Pemantauan (ODP) juga akan dilakukan uji swab di Laboratorium Kedokteran Universitas Andalas.

“Untuk PDP memang menjadi prioritas untuk mengikuti tes swab. Untuk mengendalian perpindahan virus dari ODP yang masuk ke Sumbar, sekarang kita telah masuk untuk memeriksa ODP di Sumbar. Telah 120 orang yang dilakukan diagnosa di laboratorium kedokteran Unand,” terangnya.

Ia menambahkan, Pemprov Sumbar juga telah menyiapkan 9 tempat karantina dengan fasilitas 407 tempat tidur yang bisa menampung ODP di Sumbar. Selain itu di beberapa kabupaten/kota juga telah menyiapkan tempat karantina untuk memantau kesehatan setiap ODP.

“Dengan berbagai upaya yang dilakukan diharapkan berdampak terhadap percepatan penanggulangan virus Coron di Sumbar. Kita Pemprov Sumbar punya 9 tempat karantina, dimana dua diantaranya mulai terisi. Kita harapkan kabupaten/kota juga segera memamfaatkan tempat karantinanya,” ungkapnya.

Pasien Corona yang sembuh terus bertambah, dimana hingga Rabu (8/4) telah 4 orang yang dinyatakan sembuh. Gubernur menyebutkan hal ini disebabkan karena telah melewati 15 hari dari penemuan pertama yang positif, ia memprediksi akan terus bertambah banyak yang akan sembuh setelah beberapa tes swab dilakukan.

“Kemarin, sudah mulai dari lebih 15 hari dari penermuan pertama yang positif, jadi akan terus bertambah banyak yang akan sembuh. Saya tadi mendapatkan info dari pihak RSUD Achmad Mochtar kalau ada lagi yang telah negatif akan dilakukan uji swab kedua. Kalau di tesnya negatif kembali, maka dinyatakan sembuh dan boleh pulang,” terangnya.

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit menambahkan, dari rapat yang dilaksanakan tersebut pihak IDI meminta agar APD untuk tenaga medis dan surfayer yang memeriksa orang yang diisolasi di kabupaten/kota sesuai standar.

“Mereka yang isolasi ini juga perlu dipantau perkembangan kesehatannya. Kalau yang arahnya menuju positif bisa langsung dirujuk ke rumah sakit. Harus diperiksa swab sebab ODP ini dianggap sebagai orang dari daerah terjangkit. Jika telah dua kali dinyatakan negatif bisa dikatakan aman. Itu sudah oke,” bebernya.

Ia menyebutkan, hingga saat ini telah 43 ribu perantau yang pulang kampung ke Sumbar. Seandainya awal Ramadan ini dihentikan mereka yang pulang kampung diharapkan penanganan bagi yang PDP, yang sakit diperiksa dan ODP ini bisa lebih maksimal.

Ia mengharapkan dinas kesehatan dan rumah sakit di masing-masing kabupaten/kota melakukan pengajuan pemeriksaan swab untuk ODP di daerahnya.

“Reagen kita masih ada, untuk 100 sampel perhari bisa dilakukan pemeriksaan di laboratorium kedokteran Unand. Mereka punya tenaga yang handal dan peralatan yang cukup untuk membantu mendeteksi Corona ini,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan untuk APD dari Gugus Tugas Pusat telah diserahkan ke 24 rumah sakit di Sumbar disesuaikan dengan jumlah tempat tidur yang ada di fasilitas kesehatan tersebut. Bahkan pada Jumat (10/4) ini Rumah Sakit Unand akan mulai menangani pasien Corona dengan 12 tempat tidur yang dimiliki, sehingga bisa membantu RSUP M Djamil yang sudah crodit pasiennya saat ini.

“Untuk 9 tempat karantina di Sumbar, tenaga medis dan tenaga kesehatan yang akan bertugas dalam penanganan Corona ini telah disiapkan, termasuk untuk gaji yang akan diberikan nantinya juga telah disepakati, dan mereka akan diusulkan menjadi PPPK di Sumbar,” pungkasnya. (mul)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.