PADANG  

Revitalisasi Pasar Raya Padang tak Sekadar Tempat Belanja, Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Baru

Ketua DPRD Kota Padang Muharlion
Ketua DPRD Kota Padang Muharlion

Padang, rakyatsumbar.id – Di tengah gempuran belanja online yang semakin mengubah pola konsumsi masyarakat, Pemerintah Kota Padang mengambil langkah berbeda. Pasar tidak lagi hanya diposisikan sebagai tempat transaksi jual beli, tetapi akan disulap menjadi ruang wisata yang menarik bagi warga maupun wisatawan.

Gagasan tersebut mendapat dukungan dari Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion. Menurutnya, revitalisasi pasar yang tengah disiapkan pemerintah kota merupakan langkah strategis untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi sekaligus meningkatkan daya tarik kawasan perdagangan tradisional.

“Ini kan satu hal yang kita sepakati dalam APBD, bahwa tahun ini kita melakukan revitalisasi pasar,” kata Muharlion kepada wartawan usai rapat paripurna DPRD Kota Padang, Senin (15/06/2026).

Muharlion menilai pasar tradisional saat ini menghadapi tantangan besar akibat perubahan perilaku masyarakat yang memiliki banyak pilihan untuk berbelanja, termasuk melalui platform digital. Jika pasar hanya menawarkan aktivitas jual beli, maka daya saingnya akan semakin tergerus.

“Kalau hanya belanja saja, orang sekarang sudah punya banyak alternatif, salah satunya belanja online,” ujarnya.

Karena itu, menurut Muharlion, inovasi yang dilakukan Wali Kota Padang Fadly Amran melalui program revitalisasi Pasar Raya patut diapresiasi. Konsep yang diusung tidak hanya menghadirkan pasar sebagai pusat perdagangan, tetapi juga sebagai kawasan wisata perkotaan yang nyaman dan menarik untuk dikunjungi.

“Jadi inovasi yang dilakukan Pak Wali adalah bagaimana orang datang bukan hanya untuk berbelanja, tetapi juga menikmati suasana dan menjadi bagian dari wisata kota,” katanya.

Salah satu fokus utama revitalisasi adalah penataan kawasan Air Mancur dan lingkungan Pasar Raya secara keseluruhan. Dengan wajah kawasan yang lebih tertata, bersih, dan estetis, masyarakat diharapkan memiliki alasan lebih untuk datang dan menghabiskan waktu di pusat kota.

Muharlion meyakini perubahan tersebut akan memberikan efek berantai terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Ketika kawasan pasar ramai dikunjungi, aktivitas perdagangan pun akan ikut meningkat.

“Wisata kuliner sekaligus wisata belanja. Orang datang karena ingin melihat keindahannya, menikmati suasananya, lalu mereka juga berbelanja. Itu yang ingin diciptakan,” ungkapnya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa revitalisasi pasar juga harus dibarengi dengan penataan transportasi yang matang. Keberadaan angkutan kota yang selama ini menjadi akses utama menuju Pasar Raya harus tetap menjadi perhatian agar tidak mengurangi kenyamanan masyarakat.

Menurutnya, pemerintah perlu memastikan jalur dan titik pemberhentian angkot tetap dekat dengan kawasan pasar sehingga memudahkan mobilitas pengunjung.

“Jangan sampai nanti jalur angkot semakin jauh dari posisi pasar. Kalau itu terjadi, tentu dampak ekonominya tidak akan maksimal,” tegasnya.

Revitalisasi Pasar Raya Padang diharapkan menjadi langkah besar dalam mengubah wajah pusat perdagangan tradisional menjadi kawasan ekonomi dan wisata terpadu. Jika berhasil, pasar bukan hanya menjadi tempat berbelanja, tetapi juga ruang publik yang hidup, nyaman, dan mampu menggerakkan roda perekonomian kota. (edg)