Utama  

Universitas Islam Sumatera Barat MoU dengan Kementerian HAM Wilayah Sumbar-Riau

Universitas Islam Sumatera Barat Gelar Seminar Penguatan Kapasitas HAM dan Penandatanganan MoU Bersama Kementerian HAM Wilayah Sumbar-Riau.

Padang, Rakyat Sumbar – Universitas Islam Sumatera Barat (UISB) kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan nilai-nilai kemanusiaan dan pembangunan karakter generasi muda melalui penyelenggaraan Seminar Penguatan Kapasitas Hak Asasi Manusia (HAM) bagi Mahasiswa dengan tema “Mewujudkan Generasi Muda yang Aktif, Kritis, dan Peduli Hak Asasi Manusia.” Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Universitas Islam Sumatera Barat ini menjadi momentum strategis dalam meningkatkan pemahaman, kesadaran, serta partisipasi mahasiswa terhadap isu-isu hak asasi manusia yang semakin relevan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Seminar ini dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan universitas, sivitas akademika, mahasiswa, serta perwakilan dari Kementerian Hak Asasi Manusia Wilayah Sumatera Barat dan Riau. Hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut Rektor Universitas Islam Sumatera Barat, Ir. Yosritzal, S.T.,M.T.,Ph.D, Kepala Kementerian HAM Wilayah Sumbar-Riau, Dewi Nofyenti, S.H.,M.H, narasumber seminar Beni Kharisma Arrasuli, S.Hi.,L.LM, serta moderator seminar Andes Robensyah, S.H.,M.H.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Islam Sumatera Barat menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, integritas moral, serta kesadaran yang tinggi terhadap nilai-nilai hak asasi manusia. Menurutnya, tantangan global yang dihadapi generasi muda saat ini menuntut hadirnya insan akademis yang mampu berpikir kritis, bersikap toleran, menghargai keberagaman, dan aktif berkontribusi dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang adil dan bermartabat.

“Kampus harus menjadi ruang pembelajaran yang mendorong lahirnya generasi yang mampu memahami, menghormati, dan memperjuangkan nilai-nilai hak asasi manusia. Mahasiswa sebagai agen perubahan memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi pelopor dalam membangun budaya penghormatan terhadap HAM di tengah masyarakat,” ungkap Rektor UISB.

Sementara itu, Kepala Kementerian HAM Wilayah Sumbar-Riau, Dewi Nofyenti, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi atas inisiatif Universitas Islam Sumatera Barat dalam menyelenggarakan seminar penguatan kapasitas HAM bagi mahasiswa. Menurutnya, pengarusutamaan nilai-nilai HAM di lingkungan perguruan tinggi merupakan langkah penting dalam membangun kesadaran hukum dan kesadaran sosial generasi muda. Ia menekankan bahwa pemahaman HAM tidak hanya berkaitan dengan hak, tetapi juga tanggung jawab setiap individu untuk menghormati hak orang lain serta menjaga harmoni kehidupan berbangsa dan bernegara.

Puncak kegiatan ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Universitas Islam Sumatera Barat bersama seluruh Program Studi di lingkungan Universitas Islam Sumatera Barat dengan Kementerian HAM Wilayah Sumbar-Riau. Penandatanganan kerja sama tersebut menjadi tonggak penting dalam memperkuat sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan pemerintah dalam pengembangan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta berbagai program peningkatan kesadaran dan budaya HAM di lingkungan akademik.

Melalui kerja sama tersebut, kedua belah pihak berkomitmen untuk mengembangkan berbagai program kolaboratif, termasuk pelaksanaan seminar, pelatihan, penelitian bersama, penguatan kurikulum berbasis hak asasi manusia, hingga kegiatan pengabdian masyarakat yang berorientasi pada perlindungan dan pemajuan HAM. Kerja sama ini diharapkan mampu memperluas ruang partisipasi mahasiswa dalam berbagai kegiatan edukasi dan advokasi yang berkaitan dengan hak asasi manusia.

Pada sesi seminar, narasumber utama, Beni Kharisma Arrasuli, S.H.I., LL.M., menyampaikan materi mengenai pentingnya peran generasi muda dalam menjaga dan memperjuangkan nilai-nilai HAM di era digital dan globalisasi. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi informasi telah menghadirkan berbagai tantangan baru terkait perlindungan hak asasi manusia, mulai dari penyebaran ujaran kebencian, diskriminasi, perundungan digital (cyberbullying), hingga pelanggaran hak atas privasi.

Ia menegaskan bahwa mahasiswa harus menjadi kelompok intelektual yang mampu membaca berbagai persoalan sosial secara kritis serta berperan aktif dalam mendorong terwujudnya masyarakat yang menghormati nilai-nilai kemanusiaan. Menurutnya, kesadaran HAM tidak boleh berhenti pada aspek teoritis semata, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata melalui sikap toleransi, penghormatan terhadap keberagaman, penegakan keadilan, dan keberanian menyuarakan kebenaran berdasarkan prinsip hukum dan etika.

Diskusi berlangsung secara interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta seminar. Mahasiswa aktif mengajukan berbagai pertanyaan terkait implementasi HAM dalam kehidupan sehari-hari, perlindungan hak-hak kelompok rentan, kebebasan berekspresi, hingga tantangan penegakan HAM di Indonesia. Dinamika diskusi tersebut menunjukkan meningkatnya kepedulian mahasiswa terhadap berbagai isu kemanusiaan yang berkembang di tengah masyarakat.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Universitas Islam Sumatera Barat dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga kesadaran sosial dan kemanusiaan yang kuat. Seminar Penguatan Kapasitas HAM sekaligus penandatanganan MoU dengan Kementerian HAM Wilayah Sumbar-Riau diharapkan menjadi langkah awal yang strategis dalam menciptakan ekosistem akademik yang inklusif, berkeadilan, dan menjunjung tinggi nilai-nilai hak asasi manusia.

Melalui kegiatan ini, Universitas Islam Sumatera Barat menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkomitmen melahirkan generasi muda yang aktif, kritis, dan peduli terhadap isu-isu hak asasi manusia, sehingga mampu menjadi agen perubahan dalam mewujudkan masyarakat yang demokratis, berkeadaban, dan berlandaskan penghormatan terhadap martabat manusia. (fwi)