17/04/2024

rakyatsumbar.id

Berita Sumbar Terkini

Beranda » Kelangkaan Solar Makin Parah, Pemko Padang Cari Solusi

Kelangkaan Solar Makin Parah, Pemko Padang Cari Solusi

Hendri Septa

Walikota Padang Hendri Septa.

Padang, rakyatsumbar.id – Pemerintah Kota Padang menggelar pertemuan khusus bersama pihak Pertamina Wilayah Sumatera Barat (Sumbar) dan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Sumbar.

Hal ini guna membahas persoalan kelangkaan dan kekurangan pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar di Kota Padang dewasa ini.

Walikota Padang Hendri Septa memimpin langsung rapat yang di Gedung Putih Rumah Dinas Walikota Padang, Selasa (29/3/2022).

Hadir Ketua Hiswana Migas Sumbar Ridwan Hosen bersama anggota Erizal Syaf, Jepri Abidin dan Robi Andriya.

Selain itu juga terlibat Kepala Sales Area Manajer Pertamina Sumbar I Made Wira Pramarta.

Alhamdulillah, hari ini kita bersama Pertamina dan Hiswana Migas Sumbar menggelar pertemuan guna mencarikan solusi terhadap kelangkaan Solar di Kota Padang yang terjadi beberapa hari belakangan ini.”

“Hal tersebut harus ada solusinya, mengingat telah menimbulkan fenomena kemacetan dan antrian kendaraan yang cukup panjang di tengah jalan raya sekitar area SPBU,” ungkap Walikota.

Aturan Baru

Kata Hendri, penyebab kelangkaan Solar, karena naiknya harga BBM jenis Solar Dexlite (industri) yang telah membuat pelaku usaha industri menjerit.

“Kondisi ini pun memberikan temuan, banyak mereka sekarang beralih membeli Solar bersubsidi. Untuk hal ini memang perlu kebijakan dari Pemerintah Pusat.”

“Namun kita bersama Pertamina dan Hiswana Migas Sumbar hari ini sepakat membuat sebuah kebijakan.”

“Yaitu khusus untuk pengisian BBM Solar bersubsidi akan dibuka per harinya mulai pukul 21.00 WIB. Terhitung per 30 Maret ini,” cetus Wako Padang.

Ia meyakini langkah itu dapat mengatasi permasalahan kemacetan di sekitar area SPBU selama ini.

“Semoga berjalan sesuai harapan dan kondisi pun kembali normal. Insha Allah dengan itu peningkatan ekonomi masyarakat kembali efektif lagi di siang hari.”

“Kita juga berharap semua pihak menahan diri mengingat kondisi keterbatasan kuota Solar bersubsidi saat ini sebelum harga Solar Dexlite kembali turun,” cetusnya.

Ia mengimbau, bagi yang merasa mampu silakan menggunakan Solar produk Dexlite dulu.

“Karena Solar bersubsidi itu sejatinya lebih diperuntukkan bagi warga kita yang kurang mampu,” imbuhnya.

Takar Pembagian Solar Sesuai SE Gubernur

Lebih jauh kata Hendri, untuk solusi lainnya ke depan pihaknya juga akan berupaya menakar pembagian BBM jenis Solar sesuai dengan terbitnya Surat Edaran (SE) Gubernur Sumbar.

SE itu tentang Pengendalian Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Tertentu (JBT) jenis Solar bersubsidi di Sumbar.

“Beberapa poin dari SE tersebut berisikan, meminta pengendara mobil pribadi yang menggunakan Solar Bersubsidi ada batasan pengisiannya maksimum hanya 40 liter.”

“Sedangkan bagi mobil truk empat roda  60 liter dan truk di atas enam roda  hanya boleh 125 liter,” pungkas Wako.

Pada saat yang sama Sales Area Manajer Pertamina Sumbar I Made Wira Pramarta mengungkapkan penyebab utama kelangkaan Solar disinyalir karena pemotongan kuota dari BPH Migas.

“Hal ini yang menyebabkan ada antrian panjang pada setiap SPBU di Sumbar dalam beberapa hari belakangan,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi kelangkaan, pihaknya menyarankan agar Pemprov Sumbar mengusulkan penambahan kuota berdasarkan kebutuhan wilayah ke BPH Migas.

Sementara itu Ketua Hiswana Migas Sumbar Ridwan Hosen mengaku sangat mendukung kebijakan pada rapat tersebut.

Selanjutnya ia juga berharap ke depan agar harga BBM subsidi dengan BBM non subsidi disparitasnya tidak terlalu jauh.

“Kalau bisa harga per liter dari BBM subsidi dan yang non subsidi berselisih minimal Rp2000 saja.”

“Saat ini harga Solar subsidi per liternya Rp5.150 sedangkan non subsidi Rp13.250.”

“Jadi, perbedaan harga yang jauh inilah saya rasa yang membuat masyarakat beralih ke BBM subsidi sehingga kuotanya pun menjadi tidak memenuhi,” ujarnya. (ri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.