rakyatsumbar.id

Berita Sumbar Terkini

Beranda » Galodo Hantam Muaro Sungai Lolo

Galodo Hantam Muaro Sungai Lolo

Lima Warga Kampung Pintuai Tertimbun Longsor, Dua Diantaranya Ditemukan Tewas

Pasaman, Rakyat Sumbar —– Kawasan terjauh Kabupaten Pasaman, Nagari Muaro Sungai Lolo, kembali dihantam gelombang banjir dan galodo dahsyat akibat tingginya curah hujan yang melanda kawasan Pasaman, Sabtu (15/2) sore sekitar pukul 16.30 WIB.

Dilaporkan sedikitnya lima orang warga menjadi korban, sejumlah fasilitas umum, rumah-rumah warga rusak dan hancur, serta lahan pertanian masyarakat luluhlantak diterjang galodo.

Informasi yang dirangkum Rakyat Sumbar, Sabtu malam, dua korban diantaranya meninggal dunia, sedangkan satu orang lainnya ditemukan dalam kondisi kritis akibat luka parah yang dideritanya. Sedangkan dua orang lagi belum ditemukan hingga berita ini ditulis.

“Informasi saat ini masih simpang siur, sementara sarana komunikasi dilokasi bencana sangat tidak mendukung,” ujar Kapolsek Mapattunggul, Iptu Markis,kepada Rakyat Sumbar melalui telepon selularnya, Minggu (16/2).

Data yang dilansir aparat nagari dan kejorongan setempat, sejumlah kawasan porak poranda dihondoh galodo, termasuk sarana transportasi terputus ke daerah di pinggang bukitbarisan itu.

Lima orang warga menjadi korban, setelah rumah mereka mengalami kerusakan dan hancur luluhlantak diterjang galodo di Nagari Muaro Sungai Lolo, Kecamatan Mapat Tunggul Selatan, Kabupaten Pasaman, Sabtu (15/2/2020) sore.

Lima orang warga Kampung Pintuai sempat dilaporkan hilang tertimbun longsor. Namun, tiga orang diantaranya telah berhasil ditemukan dalam kondisi kristis dan meninggal dunia. Sementara dua orang lainnya masih terus dilakukan pencarian oleh warga setempat, dengan alat seadanya, dan hingga kini masih dinyatakan hilang.

Data sementara yang berhasil dihimpun, korban yang telah ditemukan masing- masingnya Timah,49 dengan kondisi kritis/meninggal dunia. Kedua, Minas,46, perempuan kondisi meninggal dunia, dan ketiga Uzi,18, ditemukan dalam keadaan luka parah dan kritis.

Berita yang dilansir BPBD Pasaman, saat ini sudah dikirim tim reaksi cepat (TRC) BPBD, beranggotakan enam orang, untuk melakukan evakuasi terhadap warga terdampak bencana.

“Sudah kita terjunkan ke TKP, ada enam orang anggota TRC, sejumlah peralatan evakuasi, tali-tali dan chainsaw,” ujar Kepala BPBD Pasaman, Riki Riswandi, SH, MSi.

Bahkan kata Ricky, pihaknya juga sudah meminta Dinas PUTR setempat untuk menerjunkan alat berat ke lokasi terdampak.

Sulitnya akses serta beratnya medan menuju ke lokasi bencana, membuat pihaknya kewalahan. Butuh waktu tiga jam lebih dari Kota Lubuksikaping agar bisa tiba di lokasi.

“Kita belum dapat gambaran, akses sangat sulit. Komunikasi juga sulit karena jaringan telekomunikasi tidak ada. Nanti, info updatenya kita kabarkan lagi,” ujarnya. (zon)

About Post Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *