Padang, rakyatsumbar.id— Politeknik Negeri Padang (PNP) terus menunjukkan kepeduliannya terhadap penguatan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) melalui pemanfaatan teknologi digital.
PNP melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) kolaboratif bersama Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri), membekali pelaku UMKM dengan keterampilan membuat website promosi berbasis kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) di Palembang, pada 29 Juni hingga 30 Juni 2026 lalu.
Pelaksanaan kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut turut didampingi oleh Wakil Direktur I Polsri, Dr. Yusri, S.Pd., M.Pd., dan Ketua P3M Polsri, Dr. Martha Aznury, M.Si. Dari pihak PNP, institusi mengutus langsung Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) PNP, Dony Marzuki, S.S., M.Ed., Ph.D., yang sekaligus memimpin tim pelaksana kegiatan pengabdian.
Kehadiran pimpinan P3M PNP bersama pimpinan Polsri memperkuat semangat kolaborasi antarinstitusi, khususnya dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi yang diarahkan pada pemanfaatan teknologi secara langsung oleh masyarakat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi antara Politeknik Negeri Padang dan Politeknik Negeri Sriwijaya dalam mendorong penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.
“Pelatihan dirancang tidak sekadar mengenalkan perkembangan teknologi AI, tetapi langsung mengajak peserta mempraktikkan proses membangun website usaha. Mulai dari menyiapkan profil usaha, katalog produk, harga, foto, kontak, hingga membuat sistem keranjang belanja dan pemesanan melalui WhatsApp,” sebut Kepala P3M PNP, Dony Marzuki.
Ia nenyampaikan, dalam pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan dengan sejumlah platform AI, di antaranya ChatGPT, Gemini, Claude dan Blackbox AI. Untuk praktik utama, peserta menggunakan Google AI Studio.
“Dengan pendekatan praktik, peserta diajak menyusun prompt yang mampu menerjemahkan kebutuhan usaha ke dalam struktur website. Website yang dihasilkan kemudian disesuaikan dengan data dan foto produk asli milik masing-masing pelaku UMKM,” terang Dony Marzuki, yang juga menjadi Ketua Tim pengusul PNP beranggotakan, Andrew Kurniawan Vadreas, S.Kom., M.T. dan Mukhlis, S.T., M.T.
Tim pelaksana juga mengajarkan peserta menguji fungsi website, termasuk tampilan katalog, perubahan jumlah pesanan, perhitungan total harga hingga tombol checkout yang meneruskan rincian pesanan ke WhatsApp.
“Target pelatihan bukan menjadikan peserta sebagai programmer, melainkan membantu mereka memahami kebutuhan usahanya, menyusun prompt yang tepat, dan menghasilkan website yang dapat benar-benar digunakan,” jelasnya.
Setelah website selesai dibuat, peserta dikenalkan dengan proses publikasi menggunakan Netlify. Dengan demikian, website hasil praktik dapat diakses secara daring melalui komputer maupun telepon pintar.
Kepala P3M PNP, Dony Marzuki, S.S., M.Ed., Ph.D., mengatakan teknologi AI dapat menjadi alat bantu yang memudahkan UMKM membangun kehadiran digital.
“Website tidak harus dimulai dari sistem yang rumit. Pelaku UMKM dapat membangunnya secara bertahap sebagai pusat informasi usaha yang memuat profil, katalog produk, foto, harga, kontak dan mekanisme pemesanan,” katanya.
Menurut Dony, AI dapat mempercepat proses pembuatan website, namun informasi dan identitas usaha tetap harus berasal dari pemilik UMKM.
“AI dapat mempercepat proses tersebut, sementara keputusan mengenai isi, identitas, dan kebenaran informasi tetap berada di tangan pemilik usaha,” tegasnya.
Kegiatan tidak berhenti di ruang pelatihan. Pada hari kedua, tim PNP dan Polsri melakukan kunjungan langsung ke lokasi mitra UMKM di Palembang.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi usaha sekaligus memahami kebutuhan nyata pelaku UMKM dalam pemasaran digital.
Tim berdiskusi dengan mitra mengenai pola pemasaran yang selama ini dilakukan serta peluang pemanfaatan website sebagai etalase digital untuk memperluas jangkauan promosi.
Dari kunjungan lapangan tersebut, tim juga melihat pentingnya kesiapan bahan digital, seperti foto produk, profil usaha, katalog, informasi kontak serta cerita mengenai keunggulan produk.
Dony mengatakan kolaborasi PNP dan Polsri menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi menjalankan tridarma sekaligus menghadirkan teknologi yang benar-benar dapat dimanfaatkan masyarakat.
Dony berharap kerja sama PNP dan Polsri dapat terus berlanjut melalui berbagai program pengabdian, penelitian dan pendampingan untuk meningkatkan literasi digital serta kemandirian teknologi UMKM.
“Pemanfaatan AI diharapkan tidak berhenti sebagai tren teknologi, tetapi menjadi alat kerja yang relevan untuk membantu pelaku usaha membangun kehadiran digital yang lebih terstruktur, profesional dan berkelanjutan,” pungkasnya.(mul)





