Nurfirmanwansyah Sosialisasikan Zero LGBT, Narkoba dan Bullying di Sekolah

Anggota DPRD Sumbar Nurfirmanwansyah saat melaksanakan Sosialisasi pencegahan LGBT, Narkoba dan Bullying di Sekolah, yang dilaksanakan di SMK 1 Lembah Gumanti, Kamis (20/08/2026).
Anggota DPRD Sumbar Nurfirmanwansyah saat melaksanakan Sosialisasi pencegahan LGBT, Narkoba dan Bullying di Sekolah, yang dilaksanakan di SMK 1 Lembah Gumanti, Kamis (20/08/2026).

Solok, rakyatsumbar.id–Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sumatera Barat Drs. H. Nurfirmanwansyah, A.pt, MM mendukung penuh program Zero Bullying, perilaku Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) dan Narkoba di sekolah.

Melalui pokok-pokok Pikiran (Pokir) H. Nurfirmanwansyah bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Sumbar dan pelaksanaan Reses masa sidang DPRD Provinsi Sumbar tahun 2026 di gelar sosialisasi terkait LGBT, Narkoba dan Bullying di Sekolah, yang dilaksanakan di SMK 1 Lembah Gumanti, Kamis (20/8/2026).

Hadir saat sosialisasi dan temu konstituen saat Reses H. Nurfirmanwansyah, Kepala DP3AP2KB Sumbar, Dr. Herlin, Kacabdin Wilayah III Solok Raya, Syafruddin, S.Pd. MM, anggota DPRD Kabupaten Solok Drh. Basrizal.

Serta peserta sosialisasi sebanyak 150 orang yang terdiri dari Kepala Sekola, Guru Bimbingan Konseling (BK) SMA/SMK diwilayah Solok Raya. Secara resmi kegiatan dibuka Kacabdin Wilayah III Solok Raya.

Anggota DPRD Provinsi Sumbar yang juga Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumbar, H. Nurfirmanwansyah mengatakan bahwa kegiatan Sosialisasi terkait zero LGBT, Narkoba dan Bullying di Sekolah menjadi langkah strategis.

Dalam mengantisipasi bullying guna membangun kesadaran siswa untuk saling menghargai dan menumbuhkan empati sejak dini, dan yang sangat penting adalah pentingnya siswa di sekolah untuk terbebas dari keterlibatan Narkoba dan perilaku menyimpang.

“Seiring perkembangan zaman dan teknologi. Keterlibatan banyak pihak sangat dibutuhkan untuk membangun generasi sebagai pemegang tongkat estafet pembangunan, ” harap Anca, sapaan akrab Nurfirmanwansyah.

Ia mengatakan, upaya menghapus praktik bullying atau perundungan di sekolah merupakan bagian penting dari pendidikan karakter bagi anak-anak. Bersamaan dengan itu, juga untuk menghindari adanya tindakan kekerasan terhadap anak.

Ia menekankan peran vital warga sekolah dalam membentengi moral generasi muda, khususnya Generasi Z, dari ancaman perilaku menyimpang, narkoba dan kekerasan di sekolah.

Sementara itu, Kepala Dinas P3AP2KB Sumbar, Dr. Herlin dikesempatan itu menyampaikan data, bahwa banyak terjadi kekerasan terhadap anak dan peristiwa yang merusak falsafah adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah, syarak mangato adat mamakai.

Pihaknya mendorong penerapan aturan Sekolah Ramah Anak (SRA) secara konsisten demi menghapus budaya kekerasan fisik maupun verbal.

Terkait Narkoba, sosialisasi bahaya zat adiktif bagi kesehatan mental dan masa depan siswa perlu dilakukan secara masif dan LGBT & Pelemahan Moral dapat dilakukan dengan rutinitas memberikan edukasi nilai keagamaan dan adat. (juf)