Utama  

UNAND-Mandiri Taspen Perkuat Kolaborasi, Pensiunan Tetap Berkarya

Direktur Bisnis Bank Mandiri Taspen Mahrauza Purnaditya dan Rektor UNAND Efa Yonnedi menandatangani nota kesepahaman (MoU) di Ruang Rapat Senat Lantai 4 Rektorat UNAND, Kamis (27/8).

Padang, Rakyat Sumbar  — Pensiun bukan berarti berhenti berkarya. Semangat itulah yang menjadi salah satu fokus kerja sama Universitas Andalas (UNAND) dengan PT Bank Mandiri Taspen. Kolaborasi kedua institusi tidak hanya menyentuh layanan perbankan, tetapi juga membuka ruang pemberdayaan pensiunan, pendidikan, riset hingga hilirisasi inovasi.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Ruang Rapat Senat Lantai 4 Rektorat UNAND, Kamis (27/8).
Direktur Bisnis Bank Mandiri Taspen Mahrauza Purnaditya mengatakan, masa purnatugas seharusnya tidak menjadi akhir dari aktivitas produktif. Para pensiunan masih memiliki pengalaman dan kemampuan yang dapat dikembangkan, termasuk melalui kegiatan ekonomi.

“Harapan kami, pensiunan ini tetap sesuai dengan moto kami, tetap pensiun, tetap berkarya,” kata Mahrauza.
Ia menyebut karakter pensiunan cukup beragam. Ada yang tetap konsumtif, namun tidak sedikit yang memilih berusaha setelah pensiun. Kondisi tersebut mendorong Bank Mandiri Taspen memberikan pendampingan agar pensiunan memiliki aktivitas produktif sesuai potensi masing-masing.

Salah satunya melalui program Mantap Jatra. Program tersebut memberikan pembimbingan bagi pensiunan yang ingin mengembangkan usaha, seperti warung, laundry hingga usaha logistik.
“Kami memberikan pembimbingan dalam hal pembuatan Warung Mantap, kemudian usaha laundry, kemudian usaha logistik. Jadi kami siapkan kebutuhan farming-nya,” ujarnya.
Bagi Bank Mandiri Taspen, pemberdayaan pensiunan tidak cukup hanya dengan menyediakan akses pembiayaan. Pendampingan dan inovasi juga dibutuhkan agar usaha yang dijalankan dapat berkembang dan memberikan manfaat ekonomi.

Karena itu, Mahrauza membuka peluang kolaborasi dengan UNAND untuk menghadirkan inovasi yang dapat meningkatkan kesejahteraan pensiunan.
“Kami juga mengundang, kalau ada misalnya inovasi dalam hal meningkatkan kesejahteraan para pensiunan, tentunya kita akan dukung,” katanya.

Menurut Mahrauza, perguruan tinggi memiliki sumber daya akademik yang dapat mendukung pengembangan program tersebut. Kolaborasi diharapkan mampu mempertemukan kebutuhan pensiunan dengan pengetahuan dan inovasi dari kampus.

“Kami coba mengaitkan pensiunan supaya ini bisa kita selaraskan, berjalan bersama,” ujarnya.

Efa: MoU Harus Berbuah Program Konkret

Rektor UNAND Efa Yonnedi menegaskan, penandatanganan MoU bukan tujuan akhir. Kesepakatan tersebut harus dilanjutkan dengan berbagai program nyata yang saling menguntungkan dan sesuai dengan visi-misi kedua institusi.
“Bisnis Bank Mandiri Taspen sangat baik dan bisa kita sinergikan dengan UNAND. Kita berharap kerja sama ini tidak hanya MoU, tetapi ada kerja sama lainnya sesuai dengan visi dan misi masing-masing,” ujar Efa.

Efa menjelaskan, UNAND memiliki dua core business utama. Pertama, menciptakan SDM unggul melalui 154 program studi. Saat ini, UNAND memiliki sekitar 36 ribu mahasiswa dengan dukungan sekitar 3.000 dosen.

“Kalau di UNAND disederhanakan core business-nya ada dua. Pertama menciptakan SDM unggul di 154 program studi. Ada sekitar 36 ribu mahasiswa yang disupport 3.000 dosen,” katanya.

Core business kedua adalah hilirisasi riset dan bisnis. Efa menyebut UNAND menghasilkan lebih dari 1.000 hasil riset setiap tahun. Potensi tersebut dinilai dapat dikembangkan lebih jauh melalui kerja sama dengan dunia usaha dan industri.

“Core kedua adalah hilirisasi riset dan bisnis. Per tahun ini ada lebih dari 1.000 yang dihasilkan,” ujarnya.

Dengan kekuatan tersebut, Efa melihat banyak ruang yang dapat dikolaborasikan bersama Bank Mandiri Taspen. Mulai dari pendidikan, riset, hilirisasi inovasi, pengembangan bisnis hingga pemberdayaan masyarakat.

“Kami berharap melalui MoU ini berbagai program kerja sama yang sejalan dengan misi kami dapat diwujudkan. Program-program tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi institusi, tetapi juga dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.

Ia menilai sinergi UNAND dan Bank Mandiri Taspen dapat menghasilkan program yang lebih konkret karena mempertemukan kekuatan akademik dengan pengalaman dunia usaha.

Kerja sama ini juga diharapkan memberi ruang lebih luas bagi pra-pensiunan untuk mempersiapkan masa purnatugas sekaligus membantu pensiunan tetap produktif setelah memasuki masa pensiun.

Dengan begitu, masa pensiun tidak berhenti pada berakhirnya masa kerja. Ada kesempatan baru untuk membuka usaha, mengembangkan potensi dan tetap memberi kontribusi bagi masyarakat.

Penandatanganan MoU turut dihadiri Wakil Rektor II UNAND Hefrizal Handra, Direktur Kerja Sama dan Hilirisasi Riset UNAND Muhamad Makky, Distribution Head 1 Bank Mandiri Taspen Nico Yolando Hutagalung, Kepala Cabang PT Bank Mandiri Taspen Padang Irawan Sumardi, Department Head Strategic Partnership & Synergy Rini Fitria, Kepala Divisi Consumer Loan I Gede Mas Istawan, jajaran pejabat Bank Mandiri Taspen, sivitas akademika UNAND serta tamu undangan.(mul)