04/12/2022
Beranda » Tersisa Tiga Daerah Zona Hijau di Sumbar

Tersisa Tiga Daerah Zona Hijau di Sumbar

Data pantauan Covid-19 Provinsi Sumatera Barat.

Dua ASN Positif Covid-19, Pasaman Barat Masuk Zona Kuning

Padang, rakyatsumbar.id—Warga Sumbar yang positif terinfeksi Covid-19 total hingga Sabtu (08/08/2020) telah 1.102 orang. Terjadi penambahan 23 orang lagi hari sebelumnya. Saat ini, tersisa tiga daerah di Sumbar dalam kategori zona hijau. Kabupaten Pasaman Barat yang mengalami penambahan dua kasus positif baru, masuk zona kuning.

Tiga daerah di Sumbar yang masih zona hijau, yakninya Kabupaten Pasaman, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kabupaten Solok Selatan. Sementara untuk zona oranye ada tiga daerah, Kabupaten Solok, Kota Solok, Kota Padang.

13 kabupaten/kota berada di zona kuning, yakninya Kota Bukittinggi, Kota Padang panjang, Kota Payakumbuh, Kota Pariaman, Kabupaten Padangpariaman, Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Tanahdatar, Kabupaten Agam, Kabupaten Limapuluh Kota, Kota Sawahlunto, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Pasaman Barat.

Terkait perkembangan kasus Covid-19 di Sumbar, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumbar Jasman Rizal dalam relisnya menyebutkan dari 1.929 sample yang dilakukan pemeriksaan di Laboratorium Fakultas Kedokteran Unand dan Laboratorium Veterenir Baso Agam terkonfirmasi tambahan 23 orang warga Sumbar positif terinfeksi covid-19. Untuk kesembuhan pasien covid-19 setelah 2 kali konversi negatif bertambah 5 orang.

“Penambahan 23 kasus baru positif Covid-19 tersebut, 17 dari Kota Padang, dua dari Kota Solok, satu dari Kabupaten Solok, dua dari Pasaman Barat dan satu orang dari Kota Bukittinggi,” terangnya.

Jasman Rizal Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumbar

Rinciannya, dari Kota Padang tiga orang warga Tanah Sirah, Piai. Perempuan usia 10 tahun, status pelajar. Mahasiswi usia 21 tahun, dan perempuan 43 tahun, pekerjaan ASN. Tiga warga Flamboyan Baru, dua orang mahasiswa usia 20 tahun dan 21 tahun, dan perempuan 55 tahun, pekerjaan dosen.

Kemudian warga Lubuk Lintah, pria 56 tahun, pekerjaan swasta, dan perempuan 56 tahun, pekerjan kader posyandu. Warga Kubu Dalam Parak Karakah, pria 40 tahun, pekerjaan ASN.

Warga Alai Parak Kopi, pria 48 tahun, pekerjaan swasta. Mahasiswa usia 21 tahun. Warga Korong Gadang, perempuan 30 tahun, status IRT. Bayi perempuan usia 7 bulan, dan Batita laki-laki usia 2 tahun.

Perempuan 49 tahun, warga Gurun Laweh, pekerjaan ASN, terinfeksi karena riwayat perjalanan dari Jakarta tanggal 31 Juli 2020, penanganan isolasi mandiri sementara. Pria 34 tahun, warga Ulak Karang, pekerjaan Tenaga Kesehatan.

Tambahan positif dari Kota Solok, pelajar laki-laki 13 tahun, warga Sinapa Piliang, dan pelajar laki-laki 15 tahun, warga Tanjuang Paku. Dari Kabupaten Solok, perempuan 65 tahun, warga Bukik Sundi, pekerjaan pedagang, diduga terpapar dari pekerjaan. Kota Bukittinggi, perempuan 26 tahun, warga Parik Antang, pekerjaan Guru, diduga terpapar dari pekerjaan, penanganan isolasi mandiri sementara.

Sementara dari Pasaman Barat dua orang ASN, laki-laki 30 tahun dan perempuan usia 25 tahun warga Lingkuang Aua, pekerjaan ASN, terinfeksi karena riwayat perjalanan dari Aceh tanggal 2 Agustus 2020, penanganan dirawat di RSUD Pasaman Barat.

“Pasien sembuh bertambah sebanyak 5 orang, 4 diantaranya dari Kota Padang, dan satu orang dari Kabupaten Agam,” jelasnya.

Rinciannya, pria 48 tahun, warga Mato Aia, pekerjaan karyawan Bank. Pria 46 tahun, warga Koto Lua, pekerjaan karyawan Bank,keduanya pasien RSUD Rasidin Padang.Pria 31 tahun, warga Kampuang Jao, pekerjaan Swasta, terinfeksi karena kontak di Pasar Raya, pasien karantina BPSDM. Pria 43 tahun, warga Indarung, pekerjaan Swasta, diduga terpapar dari pekerjaan, pasien Semen Padang Hospital.

“Pria 33 tahun, warga Padang Lua Kabupaten Agam, pekerjaan Guru, diduga terpapar dari pekerjaan pasien karantina BPSDM juga telah dinyatakan sembuh,” tambahnya.

Dari total 1.102 orang yang telah dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 di Sumbar, 117 orang (10,6%) saat ini dirawat di berbagai rumah sakit, isolasi mandiri 106 orang (9,6%), isolasi daerah 16 orang (1,5%), isolasi BPSDM 27 orang (2,5%), meninggal dunia 34 orang (3,1%), dan sembuh 802 orang (72,8%).

“Untuk spesimen yang diperiksa sampai saat ini 78.972, dan jumlah orang diperiksa: 69.123. Positivity Rate (PR): 1,59 persen, kondisinya Sumbar masih terendah dan terbaik nasional,” pungkasnya. (mul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.