Padang, rakyatsumbar.id— Politeknik Negeri Padang (PNP) melalui Jurusan Bahasa Inggris kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Kali ini, PNP membekali para pemandu wisata di Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, dengan kemampuan komunikasi Bahasa Inggris.
Pelatihan komunikasi Bahasa Inggris bagi para pemandu wisata di Kelurahan Limau Manis yang digelar di Galeri Kubang Badak, Sabtu (5/9), tersebut bentuk kepedulian PNP untuk mendukung pariwisata berbasis masyarakat agar semakin profesional dan mampu menjangkau wisatawan mancanegara.
Kegiatan diikuti pengurus Forum Pemberdayaan Masyarakat, tokoh masyarakat, pelaku usaha wisata, serta pemandu wisata lokal. Antusiasme peserta terlihat selama mengikuti materi dan simulasi komunikasi yang diberikan tim Jurusan Bahasa Inggris PNP.
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat PNP, Hendro Saptopramono, bersama empat dosen dan seorang mahasiswa, memandu pelaksanaan pelatihan. Peserta terlihat antusias mengikuti setiap materi dan praktik yang diberikan.
Menurut Hendro, peningkatan kemampuan komunikasi Bahasa Inggris menjadi bagian penting dalam mendukung kesiapan masyarakat di kawasan wisata. Pemandu tidak hanya bertugas mengantar wisatawan, tetapi juga menjadi orang pertama yang memperkenalkan potensi alam, budaya, dan kearifan lokal kepada pengunjung.
“Kemajuan pariwisata tidak hanya ditentukan oleh keindahan destinasi. Kualitas orang-orang yang berada di baliknya juga menjadi bagian penting. Pemandu wisata dituntut mampu memberikan informasi, membangun komunikasi, sekaligus menciptakan pengalaman yang menyenangkan bagi setiap wisatawan,” sebutnya.
“Karena itu, kemampuan Bahasa Inggris menjadi salah satu bekal penting. Melalui pelatihan tersebut, para pemandu wisata tidak hanya belajar teori, tetapi juga mendapatkan praktik komunikasi secara langsung, baik dalam menyampaikan informasi secara lisan maupun tulisan,” tambahnya.
Ketua Forum Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Limau Manis, Desi Fitria, mengapresiasi perhatian PNP terhadap masyarakat setempat. Ia menilai kemampuan Bahasa Inggris sangat dibutuhkan seiring berkembangnya sejumlah destinasi wisata di kawasan Limau Manis, termasuk Puncak Labuang dan Air Terjun Sarasah.
“Komunikasi yang efektif dalam Bahasa Inggris akan membantu menjelaskan informasi objek wisata dan budaya lokal kepada wisatawan mancanegara. Hal ini menciptakan suasana nyaman dan berkesan,” ujarnya.
Pelatihan tersebut merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat yang rutin dilaksanakan PNP. Pada 2026, melalui Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M), PNP juga mencanangkan Kampung Tematik Limau Manis sebagai salah satu program unggulan pengabdian.
Melalui program tersebut, PNP ingin memastikan kehadiran kampus memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar. Keahlian yang dimiliki sivitas akademika diterjemahkan menjadi pendampingan dan peningkatan kapasitas masyarakat.
Dengan kemampuan Bahasa Inggris yang semakin baik, para pemandu wisata Limau Manis diharapkan tak lagi sekadar menjadi penunjuk jalan bagi wisatawan. Mereka dapat menjadi duta yang memperkenalkan keindahan alam, budaya, dan keramahan masyarakat Limau Manis kepada dunia.
Langkah kecil dari ruang pelatihan itu diharapkan menjadi bagian dari perjalanan besar Limau Manis untuk mengembangkan pariwisatanya dan membuka pintu lebih lebar bagi wisatawan dari berbagai penjuru dunia.
Melalui program tersebut, PNP tidak hanya berupaya meningkatkan kompetensi masyarakat, tetapi juga mendorong potensi lokal agar berkembang menjadi kekuatan ekonomi dan pariwisata. Kehadiran kampus vokasi di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi kemajuan kawasan Limau Manis. (*/mul)





