02/12/2022
Beranda » Pasien Covid-19 Sumbar Meninggal, Data di Nasional Nol

Pasien Covid-19 Sumbar Meninggal, Data di Nasional Nol

Padang, Rakyat Sumbar–Ketidaksinkronan data update korban virus corona Covid-19 di Indonesia, terjadi antara pusat dan daerah. Kondisi ini terlihat dari jumlah korban di wilayah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dan sejumlah provinsi lain, diantaranya Sumatera Utara (Sumut).

Sebagai perbandingan, untuk Provinsi Sumbar, Tim Gugus Provinsi per tanggal 28 Maret 2020 mengupdate, jumlah korban meninggal dunia sebanyak 1 orang dan kasus positif 7 orang. Sedangkan di data nasional dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 pada 28 Maret mengupdate jumlah positif 5 dan meninggal 0.

Ketidakcocokan data terus berlanjut hingga update tanggal 2 April 2020. Belum ada pasien yang dinyatakan meninggal alias Nol. Termasuk juga jumlah positif masih ditulis 8 kasus.

Meskipun sudah coba dipertanyakan tim Rakyat Sumbar dengan mengirimkan link berita jumlah korban di grup WhatsApp Medkom Bencana -5 (Grup koordinasi media center BNPB), kepada Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatinkom) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),
Agus Wibowo pada tanggal 2 April 2020, namun di hari berikutnya, Jumat 3 April 2020, tim gugus nasional masih saja merilis jumlah korban di Sumbar meninggal 0 dan jumlah positif 8 orang.

Padahal per tanggal 3 April 2020, tim gugus tugas Sumbar di laman https://corona.sumbarprov.go.id menyatakan jumlah positif menjadi 14 kasus dan jumlah kematian 1 orang.

Agus yang coba dikonfirmasi di grup tersebut, memilih diam tanpa memberikan penjelasan soal ketimpangan data. Wartawan awak media lain yang coba mempertegas pertanyaan sama, juga tidak ditanggapi.

Penelusuran Rakyat Sumbar, di grup WhatsApp Medkom Bencana -3 (grup yang lain), sejumlah awak media juga memperdebatkan ketidakcocokan data Sumbar. Namun di grup tersebut, Agus menjelaskan, “Saya lapor tadi ke pak Yuri (juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto), Apa provinsi punya bukti hasil pemeriksaan siapa yang dipacu,” ujar Agus.

Saat dibeberkan bukti link berita oleh salah satu wartawan, Agus mengatakan “Walau dirilis oleh Sumbar, kalau tidak sesuai dg (dengan) standar Kemkes (Kemenkes) tidak akan masuk data Kemkes,” tulisnya.

Sementara itu, penelusuran Rakyat Sumbar untuk data resmi oleh Provinsi Sumut, per 3 April 2020 pasien positif sebanyak 36 kasus. Data ini juga timpang dengan data yang di-update Tim Gugus Nasional yang masih merilis data positif 22 kasus, itupun jumlahnya sama dengan update tanggal 2 April 2020 alias tidak ada penambahan. (isr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.