12/08/2022
Beranda » Duo Patahana tak Dapat Kereta

Duo Patahana tak Dapat Kereta

Ilustrasi Pilkada

Benny Utama – Sabar AS akan Melawan Kotak Kosong

Padang, rakyatsumbar.id Pendaftaran calon peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di 13 kabupaten/kota dan Pemilihan Gubernur (Pilgub), telah dibuka mulai Jumat (04/09/2020) kemarin hingga Minggu (06/09/2020). Tragisnya dua orang Patahana di Sumbar gagal maju untuk periode keduanya karena tak dapat kereta. Keduanya gagal mendapatkan dukungan partai.

Pada Pilgub, pasangan Mahyeldi – Audy Joinaldy jadi bakal calon pertama yang mendaftar ke KPU. Sedangkan untuk  13 kabupaten/kota, baru Limapuh Kota, Pasaman Barat, Dharmasraya dan Sijunjung yang didatangi calon peserta.

Sisa 9 kabupaten/kota hingga Jumat (04/09/2020) sore kemarin, masih kosong pendaftar. Daerah tersebut, Agam, Pesisir Selatan, Padang Pariaman, Tanah Datar, Pasaman, Solok Selatan, Solok, Kota Bukittinggi, dan Kota Solok.

Pada pendaftaran Pilgub, kedatangan Mahyeldi ke KPU Sumbar langsung didampingi pasangannya, Audy. Sebelum tiba di Gedung KPU, mereka sempat menjalankan ibadah salat Jumat di Masjid Raya Sumbar dan berdoa bersama.

“Tadi kita dilepas fungsionaris PKS Pak Irwan Prayitno dan kita berdoa bersama di kantor kita dan salat Jumat di Masjid Raya Sumbar,” kata Mahyeldi.

Mahyeldi-Audy datang ditemani Ketua DPW PKS Sumbar Irsyad Syafar dan Ketua DPW PPP Sumbar, Hariadi serta sejumlah pengurus partai pengusung. Rombongan ini datang dengan menerapkan protokol kesehatan, dengan memakai masker dan pelindung wajah.

“Hari ini kita mendaftar dengan dukungan PKS dan PPP. Kita mohon dukungan masyarakat Sumbar dan kita berharap tercipta Pilkada Badunsanak yang damai,” kata Mahyeldi usai mendaftar.

Pasangan yang sudah konsisten berduet sejak awal ini, diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), yang total memiliki 14 kursi (10 PKS, 4 PPP) di DPRD. Mereka akan berebut suara dengan tiga pasangan lainnya yakni Nasrul Abit-Indra Catri, Mulyadi-Ali Mukhni dan Fakhrizal-Genius Umar, yang juga sudah dipastikan bakal mendaftar pada hari berikutnya.

Ketua KPU Sumbar Amnasmen mengatakan, Mahyeldi-Audy merupakan paslon pertama yang mendaftar ke KPU Sumbar.

“Paslon pertama yang mendaftar ke KPU Sumbar hari ini,” kata Amnasmen.

Menurut Amnasmen, persyaratan Mahyeldi-Audy sudah lengkap dan tinggal diverifikasi. “Syaratnya sudah lengkap dan tinggal diverifikasi sebelum ditetapkan sebagai calon,” kata Dia.

Sementara itu di Pilkada Limapuluh Kota, kemarin baru satu calon yang mendaftar, yakni Ferizal Ridwan – Nurkhalis. Pasangan dari jalur independen telah melengkapi persyaratan ke KPU setempat, kemarin.

Ketua KPU Kabupaten Limapuluh Kota, Masnijon, mengatakan, pendaftaran bakal calon telah diterima setelah kelengkapan dan keabsahan syarat mendaftar diverifikasi.

“Pada hari pertama kemarin, hanya ada satu bakal calon yang menjadwalkan pendaftaran ke KPU Untuk calon lainnya ada yang besok (Sabtu) dan mungkin ada yang di hari terakhir,” katanya.

Yang cukup menarik dari Pilkada Limapuluh Kota ini adalah, calon petahana, Bupati setempat, Irfendi Arbi yang pada periode sebelumnya diusung PDI-Perjuangan, hingga kemarin dikabarkan belum mendapatkan kereta untuk maju lagi pada periode keduanya ini.

Sutan Riska Ditantang Panji-Yos
Pada Pilkada Dharmasraya, ada dua pasangan bakal calon yang mendaftar kemarin. Mereka adalah pasangan Panji Mursyidan dan Yosrizal (Panji-Yos), Sutan Riska Tuanku Kerajaan- Dasril Panin Dt Labuan.

Pasangan Panji-Yos mendaftar ke KPU setempat diantar langsung oleh Ketua DPD Gerindra Sumatera Barat (Sumbar) Andre Rosiade. Rombongan pasangan ini menjadi yang pertama, yang di susul oleh jagoan PDI Perjuangan, Sutan Riska dan Dasril Panin Dt Labuan.

“Alhamdulillah kami sudah selesai mendampingi Bupati dan Wakil Bupati Dharmasraya 2020 Panji dan Yos. Insyaallah mereka adalah harapan warga Dharmasraya,” kata Andre, yang juga anggota Komisi VI DPR RI.

Andre berpesan kepada KPU Dharmasraya agar netral dalam Pilkada, yang berlangsung pada 9 Desember 2020, sehingga terwujud pilkada damai dan badunsanak.

“Jangan terulang lagi kasus 2019 yang terkesan atau diduga syarat kepentingan pihak-pihak tertentu. Mari kita jadikan Pilkada ini badunsanak,” kata Andre, yang didampingi bakal calon Wakil Gubernur Sumbar Indra Catri.

Selain Gerindra, Panji-Yos diusung PAN, NasDem, PKS, dan Partai Berkarya. Panji Mursyidan adalah politikus muda kader Gerindra, yang merupakan putra dari anggota DPD RI Elviana. Sedangkan Yosrizal adalah Ketua DPD PAN Dharmasraya yang sudah dua periode di DPRD Dharmasraya. Saat ini, Yos juga masih tercatat sebagai anggota DPRD Sumbar.

“Terima kasih, Bang Andre Rosiade, yang langsung mendampingi kami mendaftarkan diri ke KPU,” kata Panji, yang didampingi Yosrizal.

Panji meminta agar Pilkada 2020 yang akan berlangsung head to head ini dapat berjalan sesuai aturan dan jauh dari gaya premanisme.

“Kita minta pada seluruh barisan Panji-Yos, untuk dapat menjaga pilkada damai nan santun,” pintanya.

Pada hari yang sama, pendaftaran pasangan Sutan Riska-Dasril Panin, diantar langsung oleh ketua DPD Partai Golkar Dharmasraya, H. Adi Gunawan bersama seluruh simpatisan.

“Kita tentu juga harapkan, pertarungan menuju BA 1 Dharmasraya, dapat berjalan damai dan tetap mengedepankan rasa demokrasi,” katanya singkat.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Sutan Riska. Dimana, dalam kontestasi pilkada 2020 ini, semua pasangan calon akan berupaya untuk menjadi nomor satu.

Sementara itu ketua KPUD Dharmasraya, Maradis mengatakan bahwa, syarat dukungan dua pasangan calon Panji-Yos, dan Sutan Riska- Dasril Panin Dt Labuan, dinyatakan lengkap.

“Tanggal 6 September hingga 12 akan dilakukan verifikasi faktual terhadap berkas pencalonan tersebut, sedangkan pendaftaran tetap dibuka hingga tanggal 6 mendatang,” kata Maradis.

Sementara itu untuk daerah lain, Pilkada Sijungjung ada 3 pasang calon, Mereka adalah Benny Dwipa Yuswir  – Iradatilla (PPP, Golkar, Nasdem, PBB), Arival Boy – Mendro Suarman  (Gerindra – Perindo) dan pasangan ketiga Andre Saifoel – Nasrul (independen).

Duo Patahana tak Dapat Kereta

Kabar buruk datang dari dua daerah, Kabupaten Limapuluh Kota dan Kabupaten Pasaman. Dua kepala daerah Patahana di daerah itu, gagal maju pada Pilkada 2020 karena tak dapat kereta. Keduanya gagal mendapatkan dukungan maksimal dari partai pemilik kursi di legislatif setempat, sesuai syarat yang berlaku.

Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi yang selama ini digadang-gadang memiliki peluang terbesar, justru tak berdaya. Ketika harapan terakhir ada di tangan PKS dan PDI-P lantaran partai lain sudah mengusung jagoannya, ternyata dimenit-menit akhir, PKS justru memberikan dukungan kepada pasangan Safaruddin Dt Bandaro Rajo-Rizki Kurniawan Nakasri atau Safari (Safar-Rizki). Pasangan ini diusung PKS, Partai Golkar dan PPP.  Kalau pun PDI-P memberikan dukungan kepada Irfendi Arbi, maka tak cukup syarat untuk bisa diusung sendiri.

Di Kabupaten Pasaman, tampaknya pasangan Benny Utama SH MM – Sabar AS. S.Ag yang didukung PKS, Golkar,  Demokrat,  PAN,  PPP,  PDI Perjuangan,  PKB,  Nasdem, tampaknya akan bertarung dengan “Kotak Kosong” pada saat pemilihan nanti. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.