05/12/2022
Beranda » Berjuang Melawan Virus, Sempat Ditakuti Warga

Berjuang Melawan Virus, Sempat Ditakuti Warga

Hendra bersama istrinya Ayu, dua warga Kota Bukittinggi saat menceritakan kisah perjuangan yang dilaluinya untuk sembuh dari Virus Korona kepada Rakyat Sumbar.

Kisah Pasien Pertama Positif Covid-19 di Sumbar, Sepasang Suami Istri Sembuh dari Korona di Bukittinggi.

Oleh : Trisno Edward—Bukittinggi

Sembuh dari penyakit menular dan mematikan adalah kebahagiaan tiada terkira, rasanya seperti merdeka dan bebas setelah dinyatakan sembuh dari virus Korona (Covid-19) . Begitulah ungkapan perasaan yang disampaikan, Hendra Risvani (39) dan Ayu Yunawa (35), sepasang suami istri warga RT 05/RW 01 Luak Anyia Kelurahan Kubu Gulai Bancah Kecamatan Mandiangin Koto Selayan Bukittinggi.

Selasa (19/05/2020), di siang hari yang diiringi cuaca panas terik serta sinar matahari nan menyengat, Rakyat Sumbar mencoba menelusuri kediaman warga Bukittinggi yang baru dinyatakan sembuh dari penyakit  Covid-19.

Sebelumnya, Rakyat Sumbar menghubungi Lurah Kubu Gulai Bancah Kecamatan Mandiangin Koto Selayan untuk mengetahui keberadaan rumah warga tersebut. Setelah mendapat informasi dari lurah, kami langsung mencari rumah mantan pasien Korona itu. Melalui perjalanan tidak lama dari kantor lurah, akhirnya kita menemukan rumah warga itu.

Kedua mantan pasien Korona yang dinyatakan sembuh itu merupakan sepasang suami istri bernama Hendra dan Ayu, warga RT 05/RW 01 Luak Anyia Kelurahan Kubu Gulai Bancah Kecamatan Mandiangin Koto Selayan Bukittinggi.

Didampingi Ketua RT 05/RW 01 Vera Novianda, Rakyat Sumbar menemui Hendra dan Ayu dirumahnya. Kemudian, kami dipersilahkan masuk dengan sambutan hangat dan ramah. Seterusnya, Hendra sedikit menceritakan tentang kisahnya selama menjadi pasien Covid-19.

Keduanya sebelumnya dinyatakan positif terinfeksi virus Korona (Covid-19). Ayu(48) merupakan pasien pertama positif Covid-19 di Bukitinggi, dan menjadi orang yang pertama kali dinyatakan positif di Sumbar, pada 26 Maret 2020. Ia tertular dari suaminya Hendra yang pulang perjalanan dari Malaysia.

Hendra menceritakan, awalnya tanggal  6 Maret, kondisi badannya kurang enak usai gotong rotong  di masjid. Kemudian, sekitar tanggal  10 atau 11 Maret, ia  berobat ke Poskeskel dan hanya bisa mencek suhu badan. Setelah itu, ia berobat ke Puskesmas Guguakpanjang dan dikatakan vertigo.

Tanggal  27 Februari, ia pergi  ke Padangpanjang terus ke Padang. Tanggal  28 Februari  sore, ia pulang ke Bukittinggi sampai pukul 9 malam. Tanggal 29 Februari pagi, ia berangkat ke Pekanbaru pergi acara pengajian dan sampai saat waktu  Zhuhur disana.

“Dari Pekanbaru, kami terus ke Malaysia. Di Malaysia sampai tanggal 4  Maret. Pulang tanggal 4 tersebut  ke Pekanbaru. Berangkat dari Pekanbaru ke Bukittinggi tanggal 4 Maret sore ke Bukittinggi dan tiba di Bukittinggi malam harinya,” katanya.

Tanggal 5  Maret pagi, kondisi masih aman. Namun, tanggal 6  Maret setelah Ashar, ia mulai tidak nyaman. Kemudian, diperiksa juga ke BPS  Bunda sekitar tanggal 11 atau 12 Maret. Dua hari di rumah. Pada tanggal 15  Maret, diantar ke IGD RSAM Bukittinggi  dan  pukul 10 malam boleh pulang serta dijemput teman.

“Kemudian, tanggal 17 Maret, Dinas Kesehatan dan Tim Gugus Tugas Covid-19 Bukittinggi datang menjemput kami. Dibawa ke RSAM dan kembali langsung masuak ke ruangan isolasi. Lalu, balik ke IGD  lagi, dirontgen dan kembali ke isolasi. Saya disana  3 hari 3 malam. Kondisi kami biasa saja tapi diberi infus. Dipasang selang untuk memasukan obat,”terang Hendra kepada Rakyat Sumbar.

Tanggal 26 Maret, Hendra dihubungi pemerintah kota dan dinyatakan istrinya positif Korona (Covid-19). Hendra dan dua anaknya juga dibawa ke RSAM Bukittinggi untuk dilakukan pemeriksaan medis, dirontgen.

Meskipun awalnya ia tidak dinyatakan positif, Hendra menjalani  isolasi mandiri. Selama isolasi mandiri, Hendra  hanya di rumah saja dan tidak boleh keluar rumah. Ia mengungkapkan pada awalnya, warga lingkungan sekitar agak takut apalagi mendengar berita tentang Korona itu. Namun, sebanyak 4 kepala keluarga yang dekat rumah Hendra  bisa menerima seiring berjalan waktu.

Namun,  ada juga beberapa warga masih waspada atau jaga jarak. Hendra kemudian dinyatakan positif Korona tapi isolasi mandiri. Sementara istri  Hendra, Ayu yang sebelumnya dinyatakan positif  dirawat di ruang isolasi RSAM sampai sembuh.

Setelah berjuang melawan virus yang berbahaya dan bertaruh nyawa, akhirnya keduanya berhasil melewati ujian dan hidup normal seperti biasa, dan bisa berkumpul kembali bersama dua orang anaknya.

Ayu juga merupakan pasien pertama warga Bukittinggi yang sembuh dari Covid-19 di RSAM pada April lalu. Selama mereka menjalani perawatan, kebutuhan sehari-hari diurus saudaranya. Anak Hendra dan Ayu dinyatakan negatif, namun  ia tidak bisa dipulangkan karena bergantung ke ibunya.

Singkat cerita dan menjalani isolasi mandiri, Hendra juga dinyatakan sembuh tanggal 8 Mei malam. Setelah dua kali hasil tesnya negatif, baru dinyatakan sembuh. Ia juga harus menjalani 7 kali swab. Ia juga merasakan batuk.Selain itu, tekanan psikis juga dirasakan Hendra.

“Tekanan  ada dalam diri sendiri. Sebelum dinyatakan sembuh, kami sempat mengalami   down mental. Alhamdulillah, sekarang kembali seperti semula, namun pola makanan tetap dijaga. Kami juga diminta menjaga kesehatan dan kebersihan,”terang Hendra.

Hendra merupakan pasien keempat dinyatakan sembuh. Selama isolasi mandiri, ia  memang dirumah saja dan tidak boleh keluar rumah. Ia  dan istri saat masih positif Covid-19 sebelumnya sempat  berjauhan. Namun karena secara kesehatan sudah sembuh, mereka bisa berkumpul kembali.

Kini, Hendra dan Ayu yang selama ini bekerja  sebagai pedagang  dapat memulai hidup normal kembali seperti sediakala. Mereka sangat bersyukur kepada sang illahi karena bisa memulai hidup seperti normal. Bahkan, ia berencana akan mulai usahanya lagi, berjualan alas kaki, sepatu, dan sandal tersebut.

“Pas dinyatakan sembuh,  kami masih dirumah saja. Kami sangat bersyukur atas kesembuhan ini. Ini adalah anugerah pertolongan Allah SWT. Kedepan, kami akan memulai lagi dan saat ini rasanya seperti merdeka dan bebas,”pungkas Hendra.

Hendra dan Ayu merupakan beberapa diantara pasien positif Covid-19 yang merupakan warga Bukittinggi, sudah dinyatakan sembuh.  Bagi mereka, hidup tetap terus berjalan. Mereka ingin semuanya kembali seperti biasa.

Pertemuan Rakyat Sumbar bersama Hendra dan Ayu berakhir menjelang sore tiba. Hendra dan Ayu tetap memancarkan senyuman kebahagiaan untuk menatap hari depan lebih indah.(***)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.