04/12/2022
Beranda » Wagub Sumbar Sidak ke Pangkalan

Wagub Sumbar Sidak ke Pangkalan

Wagub Sumbar Nasrul Abit saat sidak ke posko perbatasan Sumbar-Riau, di Pangkalan Limapuluh Kota, Selasa (19/05/2020) dinihari mendapati sejumlah travel masuk Sumbar.

Travel Padang-Pekanbaru Masih Banyak Masuk Sumbar

Limapuluh Kota, Rakyat Sumbar—Aktifitas kendaraan penumpang yang keluar masuk perbatasan Sumbar saat masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid 2 jelang lebaran Idul Fitri ini masih ramai. Sejumlah travel mondar mandir masuk wilayah Sumbar. Hal ini terbukti saat  sidak yang dilakukan Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit di Posko Covid-19 Perbatasan Sumbar-Riau Pangkalan Kabupaten Limapuluh Kota, Selasa dini hari (19/05/2020).

“Travel tidak ada yang boleh lewat sini, harus memutar balik. Kita tidak izinkan travel masuk ke Sumbar, putar balik saja lebih aman. Sopir dan penumpang harus tahu itu, Sumbar masih berlakukan PSBB hingga 29 Mei 2020 mendatang,” tegasnya.

Kehadiran Wagub Sumbar Nasrul Abit mendadak mengunjungi Posko Covid-19 Perbatasan Sumbar-Riau ini, karena banyaknya laporan dari masyarakat terkait masih ada travel Padang-Pekanbaru mondar mandir masuk wilayah Sumbar.

“Sangat kita sayangkan walau PSBB sudah berlaku, masih saja ada belasan travel tetap beroperasi,” kata Wagub Sumbar yang hadir bersama Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan dan Ketua DPRD Limapuluh Kota, Deni Asra di lokasi.

Kedatangan Wagub Sumbar ini mengagetkan para petugas di Posko perbatasan tersebut. Pasalnya, Nasrul Abit langsung menyetop enam kendaraan travel pelat kuning dan disuruh putar balik. Bahkan tidak  hanya itu, lima kendaraan pribadi juga disuruh putar balik karena tidak sesuai Permenhub 25 tahun 2020, karena ingin mudik dengan alasan tidak jelas.

“Kita juga perintahkan kendaraan pribadi juga untuk putar balik, karena setiap penumpang dan sopir memiliki KTP yang alamatnya berbeda. Jadi tetap tidak boleh masuk Sumbar,” jelasnya didampingi Asisten II Setda Sumbar Benni Warlis, Kepala Satpol PP Sumbar Dedy Diantaulani dan dinas terkait lainnya.

Larangan keras Nasrul Abit menyetop mobilitas orang masuk dan ke luar Sumbar, ternyata belum sepenuhnya membuat pengemudi keder. Belasan kendaraan mini bus yang ditenggarai travel tersebut parkir dengan alasan istirahat dan berbelanja. Pengemudi kendaraan masih banyak yang berhenti di salah satu warung menunggu  kesempatan untuk bisa masuk Sumbar.

“Tidak ada yang tipu-tipu saya, tidak ada satupun kendaraan disini bisa masuk Sumbar. Saya akan catat semua plat nomor yang ada disini. Berani masuk Sumbar, kendaraan ini kita tahan sesuai aturan,” tuturnya.

Wagub Sumbar juga menyampaikan, saat ini masih banyak mobil yang lewat dengan bermacam modus, contoh mereka hanya membawa barang saja untuk di bawa ke Bukittinggi. Padahal saat ini sudah dilakukan penegasan terkait aturan PSBB Sumbar.

“Semua travel itu isinya barang semua, itu tidak mungkin. Kita curiga penumpang lewat melalui sungai atau menumpang mobil truck dan menunggu di suatu tempat, dan nantinya dijemput oleh travel,” sebut Wagub Sumbar.

Wagub Sumbar minta pada dinas terkait Satpol PP dan Dishub untuk mempersiapkan blangko untuk diisi oleh orang yang memiliki keperluan yang telah diatur Permenhub 25 tahun 2020 dan aturan PSBB.

“Setelah diizinkan, dia tidak boleh kembali ke Riau dan sebaliknya dia juga tidak boleh lagi kembali ke Sumbar sampai masa PSBB berakhir. Itu akan tercatat dan jelas,” ujarnya.

Pemprov Sumbar tidak main-main dalam pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). “Kita akan tindak tegas, siapa saja yang menyalahi PSBB ini,” tegasnya. (mul/rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.