Drone Dicegat di Selatan Mekkah, Jamaah Umrah asal Indonesia Tetap Aman

Jamaah Umrah asal Indonesia saat menjalankan ibadah Sholat Ashar di Mesjid Nabawi, Madinah, Rabu (16/09/2026). 
Jamaah Umrah asal Indonesia saat menjalankan ibadah Sholat Ashar di Mesjid Nabawi, Madinah, Rabu (16/09/2026). 

Madinah, rakyatsumbar.id — Kabar pencegatan sebuah drone di sebelah selatan Mekkah sempat memicu kekhawatiran jamaah umrah asal Indonesia.

Namun, hingga Rabu (16/09/2026), kondisi jemaah dan warga negara Indonesia (WNI) di Mekkah maupun Madinah dilaporkan aman.

Aktivitas ibadah umrah tetap berjalan, sementara pengamanan di sejumlah kawasan diperketat.

Direktur PT Cordoba Berkah Mandiri Tour and Travel, Ustad H. Deri Oktaviandi, Lc., M.A., yang saat ini berada di Madinah, memastikan jemaah Indonesia dalam kondisi baik.

Ia mengatakan insiden tersebut tidak mengganggu kekhusyukan jemaah dalam menjalankan ibadah maupun rencana keberangkatan jemaah berikutnya dari Indonesia, termasuk dari Sumatera Barat.

“Alhamdulillah pada saat ini, jamaah umrah tetap khusyuk menjalankan ibadah umrah dan tidak terpengaruh pasca sistem pertahanan udara Arab Saudi mencegat dan menghancurkan sebuah drone yang disebut mengarah ke Mekkah,” ujar Deri saat dihubungi Rakyat Sumbar melalui sambungan telepon, Rabu (16/09/2026).

“Jadwal keberangkatan jamaah yang akan berangkat tetap terjadwal dengan baik. Insyaallah kita di sini baik-baik saja,” tambahnya.

Keterangan serupa disampaikan Abdul Ghoffar (34), muthawif asal Sapang, Madura, Jawa Timur, yang telah menetap sekitar lima tahun di Mekkah.

Menurutnya, kondisi Kota Mekkah tetap terkendali dan tidak terjadi kepanikan di tengah warga maupun jemaah, meski sempat muncul peringatan keamanan melalui sirene dan notifikasi pada telepon seluler.

“Kami baik-baik saja, dan tidak ada kepanikan warga. Yang jelas, jemaah tetap menjalankan ibadah umrah dengan khusyuk,” katanya melalu sambugan telepon.

Sementara itu, laporan Reuters menyebut pertahanan udara Arab Saudi mencegat dan menghancurkan drone di sebelah selatan Mekkah pada Selasa (15/9) malam, sebelum drone tersebut memasuki wilayah udara terlarang di atas kota suci.

Juru bicara koalisi pimpinan Saudi, Mayor Jenderal Turki al-Maliki, menyebut keamanan Mekkah dan dua masjid suci merupakan “garis merah”.

Saudi menuding kelompok Houthi di Yaman sebagai pihak yang meluncurkan drone tersebut. Namun, juru bicara Houthi membantah telah menargetkan Mekkah. D

engan demikian, pihak yang berada di balik peluncuran drone masih menjadi klaim yang saling bertentangan.

Peringatan keamanan sebelumnya memang sempat diberlakukan di Mekkah dan sejumlah wilayah lain di Arab Saudi di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.

Reuters melaporkan peringatan tersebut kemudian dicabut setelah ancaman dinyatakan berlalu.

Tidak ada laporan mengenai drone yang menghantam Masjidil Haram maupun korban akibat insiden tersebut.

Di tengah situasi itu, aktivitas jamaah umrah tetap berlangsung. Jemaah Indonesia diimbau tetap tenang, mengikuti arahan otoritas setempat serta memperhatikan informasi resmi dari perwakilan Indonesia. Peristiwa tersebut sekaligus menunjukkan bahwa ancaman berhasil ditangani sebelum memasuki wilayah udara terlarang Kota Mekkah. (edg)