Padang, Rakyat Sumbar – PT Hutama Karya (Persero) tengah melakukan percepatan pada proyek penanganan tanggap darurat dan rehabilitasi infrastruktur air bersih di wilayah Sumatera Barat.
Salah satunya adalah Penanganan ini difokuskan pada pekerjaan penanganan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Pascabencana di Perumda Air Minum Kota Padang.
Langkah taktis ini bertujuan untuk mengoptimalkan kembali layanan distribusi air minum bagi pelanggan dan masyarakat yang terdampak parah di beberapa kawasan pasca terjangan banjir bandang masif akhir tahun lalu.
Sebelumnya, bencana banjir bandang yang melanda kawasan Sumatera Barat pada November 2025 lalu telah memutus total sejumlah jaringan perpipaan makro dan merusak berbagai bangunan utama eksisting milik Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) Kota Padang.
Jalur distribusi air ini memiliki peran yang sangat vital bagi mobilitas harian dan kesehatan masyarakat, mengingat statusnya sebagai urat nadi pemenuhan kebutuhan air bersih pelanggan.
Berdasarkan hasil investigasi teknis mendalam dan pemetaan kondisi geografis di lapangan,
ditemukan beberapa titik yang dikategorikan sangat kritis sehingga memerlukan tingkat ketelitian tinggi dalam penanganan daruratnya.
Salah satunya adalah Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun. IPA Gunung Pangilun sebelum bencana mampu memproduksi air bersih 500 l/d.
Pasca terjadinya bencana, tim tanggap darurat PT Hutama Karya bergerak cepat melakukan serangkaian tindakan penanganan taktis di lapangan dengan membagi fokus pengerjaan secara simultan.
Pasca bencana yang mengakibatkan kerusakan parah pada beberapa titik krusial IPA menjadikan produksi
air menjadi berkurang sekitar 25%. Saat ini beberapa infrastruktur pada IPA Gunung Pangilun perlu dilakukan perbaikan segera diantaranya adalah accelator.
Bangunan accelator (sering disebut water clarifier) pada PDAM berfungsi sebagai pusat pengolahan yang menggabungkan tiga proses utama, yakni koagulasi, flokulasi, dan pengendapan (sedimentasi) dalam satu sistem terpadu.
Unit ini digunakan untuk menjernihkan air baku yang keruh. Pasca bencana accelator pada IPA Gunung Pangilun ikut terdampak. Beberapa komponen yang terdapat didalam bangunan accelator mengalami kerusakan sehingga diperlukan perbaikan lebih dalam agar hasil olahan air yang akan dihasilkan menjadi lebih optimal.
Berikut tahapan perbaikan yang akan dilakukan pada masing-masing accelator secara bergantian :
1. Pembongkaran rangka tube settler
2. Pembongkaran rangka bawah tube settler
3. Pemasangan rangka kolom dan balok
4. Pemasangan rangka dudukan
5. Pemasangan tube settler sebanyak 444 buah
Pengerjaan perbaikan kerusakan pada accelator IPA Gunung Pangilun ini dijadwalkan akan dilakukan secara bergantian yang dimulai pada tanggal 21 Juli 2026 ini.
Lantaran, tingkat kerusakan yang cukup parah, perbaikan akan memakan waktu yang cukup lama. Perbaikan 1 (satu) accelator memakan waktu sekitar 4 (empat) minggu. Pada saat satu accelator diperbaiki, maka proses produksi air pada IPA Gunung Pangilun hanya menggunakan satu accelator, sehingga akan terjadi penurunan jumlah produksi air yang akan didistribusikan ke pelanggan.
Gangguan Pelayanan
Selama proses pekerjaan perbaikan berlangsung akan ada gangguan pengaliran air dibeberapa area layanan Pusat Kota Padang, seperti :
1. Air hidup siang hari, namun tekanan lemah pada area GOR Agus Salim dan sekitarnya, kawasan S. Parman sekitarnya, Sawahan sekitarnya, Aur Duri sekitarnya, Lubuk Lintah, Kalumbuk, Batang Arau.
2. Air hidup hanya malam hari saja pada area Jati Adabiah Ampang, Belanti,
Nipah, Parak Gadang, Sisingamagaraja.
3. Air mati siang dan malam hari pada area Purus, Pancasila, Rohana Kudus dan Pasopati dsk.
Selalu Tampung Air
Menyikapi hal ini, Perumda AM Padang menghimbau kepada seluruh pelanggan Perumda Air Minum Kota Padang untuk menampung air sebanyak-banyaknya pada saat aliran air mengalir dalam wadah-wadah yang tersedia dan berhemat dalam menggunakan air.
Seluruh rangkaian pengerjaan darurat dan rehabilitasi ini ditargetkan dapat rampung sepenuhnya pada Desember 2026.
Mengingat sifat proyek ini adalah penanganan pasca-bencana, ketahanan jangka panjang untuk bangunan permanen dirancang ketat mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.
Diharapkan, fasilitas air bersih yang sedang dalah tahap pengerjaan ini dapat kembali normal dan memberikan manfaat yang tahan lama bagi pelanggan dan masyarakat.
Proyek ini merupakan bentuk komitmen nyata perusahaan dalam merespons cepat pemulihan kebutuhan dasar Masyarakat. Kecepatan penanganan di lapangan serta sinergi dengan berbagai element menjadi kunci utama keberhasilan pekerjaan. (rif)




