Terinspirasi dari Game Online, Tiga Anak-anak Bobol Puluhan Toko di Plaza Andalas

Pelaku pencurian yang diserahkan personil TNI Angkatan Laut Lantamal II Padang ke Polresta, setelah kabur dari kejaran polisi dan masuk kepada asrama TNI Angkatan Laut.
Pelaku pencurian yang diserahkan personil TNI Angkatan Laut Lantamal II Padang ke Polresta, setelah kabur dari kejaran polisi dan masuk kepada asrama TNI Angkatan Laut.

Padang, rakyatsumbar.id— Niat melarikan diri dari kejaran polisi, tiga bocah yang diduga terlibat aksi pembobolan puluhan toko di Plaza Andalas, Kota Padang, Sumatera Barat, justru berakhir di tempat yang sama sekali tak mereka duga: Markas Komando (Mako) TNI Angkatan Laut Lantamal II Padang.

Ketiga anak yang berstatus Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) itu masing-masing berinisial AD (10), HR (14), dan AG (13). Ketiganya panik setelah aksi pencurian mereka terekam kamera pengawas dan videonya beredar luas di media sosial.

Saat berusaha menghindari kejaran polisi, ketiganya malah salah arah dan masuk ke kawasan Mako TNI AL. Petugas yang sedang berjaga kemudian mengamankan mereka sebelum menyerahkannya kepada pihak kepolisian.

Kasubnit Opsnal Polresta Padang, Ipda Ryan Fermana, membenarkan penangkapan tersebut. Dari tangan para pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti yang nilainya mencapai puluhan juta rupiah.

“Dari tangan pelaku, kami berhasil mengamankan barang bukti berupa enam unit ponsel pintar baru, uang tunai sebesar Rp16 juta, serta satu unit sepeda motor yang baru saja dibeli dari uang hasil kejahatan,” ungkap Ipda Ryan.

Belajar dari Roblox

Dibalik aksi pencurian tersebut, polisi menemukan fakta yang cukup mengejutkan. Saat diperiksa, para pelaku mengaku mempelajari cara membobol pintu toko melalui permainan daring Roblox.

Uang hasil kejahatan kemudian digunakan untuk membeli kendaraan dan barang elektronik. Sebagian lainnya dihabiskan untuk bersenang-senang serta menyewa komputer di warung internet (warnet) untuk bermain game online.

Namun, aksi di Plaza Andalas ternyata bukan kali pertama ketiga bocah tersebut melakukan pencurian. Berdasarkan catatan kepolisian, masing-masing pelaku disebut telah tiga kali berurusan dengan warga setelah tertangkap tangan mencuri kotak amal di sejumlah masjid.

Kini, ketiga pelaku bersama barang bukti telah diamankan di Mapolresta Padang. Polisi masih mendalami kasus tersebut untuk mengungkap seluruh rangkaian aksi pencurian, mengetahui peran masing-masing pelaku, serta mencari sisa barang bukti yang belum ditemukan.

Karena seluruh pelaku masih berusia di bawah umur, proses penanganan perkara akan dilakukan dengan memperhatikan ketentuan hukum yang berlaku dalam Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA).  (edg)