Pariaman, rakyatsumbar.id—Dugaan penyelewengan keuangan dan kurang transparansinya laporan di Rumah Sakit (RS) Aisyiah Pariaman menjadi sorotan tajam dari Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kota Pariaman.
AMM juga akan menggelar aksi massa untuk mendesak penjabat di Rumah Sakit Aisyiah terkait dugaan penyalahgunaan pengelolaan keuangan yang menyeret nama PDA Kota Pariaman.
“Sebagai bagian dari elemen masyarakat yang memiliki tanggungjawab moral dalam mengawal nilai-nilai good governance, AMM Pariaman menyatakan akan menggelar aksi massa guna menuntut keterbukaan informasi dan akuntabilitas dalam pengelolaan Rumah Sakit Aisyiyah Pariaman,” ujar salah seorang pengurus AMM yang tidak ingin namanya disebutkan, Minggu (07/06/2026).
Dikatakannya, dugaan penyelewengan ini mengarah pada pengelolaan keuangan di tubuh pimpinan daerah Aisyiyah (PDA) Kota Pariaman serta ada indikasi keterlibatan pihak tertentu.
Rencana aksi tersebut dilatarbelakangi oleh munculnya berbagai pertanyaan dan aspirasi masyarakat terkait tata kelola kelembagaan, pengelolaan keuangan, serta mekanisme pengambilan kebijakan yang hingga saat ini dinilai belum sepenuhnya memperoleh penjelasan yang memadai kepada publik.
AMM Pariaman menegaskan bahwa gerakan yang akan dilakukan bukanlah bentuk penghakiman terhadap pihak tertentu, melainkan bagian dari upaya konstruktif untuk mendorong transparansi dan penguatan tata kelola organisasi yang sehat.
“Transparansi dan akuntabilitas merupakan prinsip fundamental dalam setiap institusi yang mengelola sumber daya publik maupun dana yang berasal dari partisipasi masyarakat. Oleh karena itu, kami secara tegas menuntut adanya keterbukaan informasi yang proporsional, agar berbagai pertanyaan yang berkembang di tengah masyarakat dapat dijawab secara objektif dan profesional,” pintanya.
Menurut AMM sebagai pelopor pelangsung, penyempurna gerakan perserikatan, keterbukaan informasi merupakan instrumen penting dalam membangun kepercayaan publik.
Dalam perspektif tata kelola modern, akuntabilitas tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan administratif, tetapi juga menyangkut kemampuan suatu institusi dalam menjelaskan dan mempertanggungjawabkan setiap kebijakan yang diambil kepada para pemangku kepentingan.
Adapun tuntutan yang akan disampaikan dalam aksi meliputi, menuntut agar dilakukannya audit independen atau audit investigatif oleh pihak yang memiliki kewenangan guna memastikan tata kelola organisasi berjalan sesuai prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Meminta pengelola lembaga terkait untuk membuka ruang laporan keuangan secara terbuka dan memberikan penjelasan yang komprehensif terhadap berbagai pertanyaan publik yang berkembang.
Mendorong aparat dan institusi yang berwenang untuk melakukan kajian serta penelusuran terhadap berbagai informasi yang beredar secara objektif, profesional, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan asas praduga tak bersalah serta menghormati setiap proses dan mekanisme hukum yang berlaku.
AMM menegaskan, aksi yang akan dilaksanakan merupakan bentuk penyampaian pendapat di muka umum yang dijamin oleh konstitusi dan akan dilakukan secara berkelanjutan, jika tidak ada tindakan konkrit oleh Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Sumatera Barat mengenai problematika yang terjadi di rumah sakit Aisyiyah pariaman (RSAP) sebagai amal usaha Muhammadiyah/ Aisyiyah.
Hingga berita ini diterbitkan, AMM masih membuka ruang dialog dan berharap pihak pengelola Rumah Sakit Aisyiyah Pariaman maupun pihak terkait lainnya dapat memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat. Dengan demikian, berbagai persoalan yang berkembang dapat diselesaikan melalui mekanisme yang objektif, transparan, dan menjunjung tinggi prinsip keadilan serta kepastian hukum.
Terpisah, tokoh Muhammadiyah Kota Pariaman Abrar Azis menegaskan, pihak rumah sakit Aisyiah termasuk PDA harus menyampaikan dana umat yang dikelola secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Rumah sakit Aisyiah adalah rumah gadang bagi Muhammadiyah, karena itu pengelola dan pejabat terkait didalamnya harus mampu menjelaskan kemana saja uang keluar dan uang yang masuk,” tegas Abrar Azis yang dikenal dekat denga Dahnil ini.
Ia kembali menegaskan, soal ini harus diusut tuntas jika benar adanya dugaan penyelewengan keuangan di RS Aisyiah Pariaman termasuk adanya orang-orang yang terindikasi mencari kaya didalam jabatan yang diemban.
Pengacara muda sekaligus DPRD Padang Pariaman Fraksi Demokrat, Dr (C) H Firman Arif, menolak keras soal adanya oknum-oknum yang terkesan memperkaya diri sendiri di tubuh lembaga.
Rumah sakit Aisyiah adalah pusako tuanya dari Muhammadiyah, karena itu sebagai kader dan besar di organisasi saya sangat tidak setuju jika ada oknum yang bermain.
“Wajib di usut tuntas, siapapun yang bermain dibalik semua ini harus bertanggung jawab soal dana umat. Jika sudah salah, sebaiknya cepat kembali kepada jalan yang benar,” tegas Firman dengan nada berapi-api.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Aisyiah (PDA) Kota Pariaman Endrawati saat di konfirmasi melalui WhatsApp belum ada memberikan tanggapan hingga berita ini diterbitkan. Walaupun sudah ceklis dua. (hmi)





