19/08/2022
Beranda » Warga Pasia Jambak Selamatkan 44 Telur Penyu

Warga Pasia Jambak Selamatkan 44 Telur Penyu

Jimmy saat menyerakan telur penyu yang di dapatnya kepada Komunitas Sea Turtle Camp.

Padang, Rakyat Sumbar– Betapa senangnya hati Pati Hariyose selaku Ketua Komunitas Jambak Sea Turtle Camp yang berada di pantai Pasia Jambak, Padang. Pasalnya komunitas ini menerima penyerahan sebanyak 44 butir telur penyu jenis Penyu Lekang dari masyarakat sekitar, Rabu (15/07/2020).

Warga Pasia Jambak, Jimmy,43, mengatakan, telur itu ditemukan oleh salah seorang warga yang rumahnya tidak jauh dari pantai di pemukiman nelayan Pasia Nan Tigo di kawasan Pasia Kandang.

“Atas penemuan telur penyu tersebut warga berinisiatif memberikan kepada Jambak Sea Turtle Camp untuk dapat di tetaskan dan di lepasliarkan,” ucapnya.

Mendapati informasi warga masyarakat yang mendapati telur penyu yang berjumlah 44 butir ini, perwakilan Jambak Sea Turtle Camp, Pati Hariyose menjemput langsung telur penyu tersebut ke lokasi penemuan warga untuk ditetaskan di penangkaran Jambak Sea Turtle.

Sebanyak 44 butir telur penyu jenis Penyu Lekang ditemukan masyarakat sekitar Pasia Jambak, Padang, Rabu (15/07/2020).

“Alhamdullilah telah timbul kesadaran masyarakat dalam melestarikan salah satu hewan yang di lindungi. Semoga tindakan ini diikuti oleh masyarakat lainnya. Kami berharap, jika menemukan telur penyu agar menyerahkannya kepada komunitas penyu atau pihak terkait agar ekosistemnya terjaga, demi keberlanjutan perikanan diperairan indonesia,” jelasnya.

Penyu adalah spesies yang telah hidup di muka bumi sejak jutaan tahun yang lalu dan mampu bertahan hingga kini. Dari 7 spesies penyu di dunia, terdapat empat spesies hidup di Sumatera Barat yakni Penyu Lekang (Lepidochelys olivachea), Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata), Penyu Hijau (Chelonia mydas), dan Penyu Belimbing (Dermochelys coriacea).

Penyu adalah satwa migran, seringkali bermigrasi dalam jarak ribuan kilometer antara daerah tempat makan dan tempat bertelur. Penyu menghabiskan waktunya di laut, tapi induknya akan menuju ke daratan ketika waktunya bertelur. Induk penyu bertelur dalam siklus 2-4 tahun sekali dan akan datang ke pantai 4-7 kali untuk meletakan ratusan butir telurnya di dalam pasir.

Setelah 45 – 60 hari masa inkubasi, tukik (sebutan untuk anak penyu) muncul dari dalam sarangnya dan langsung berlari ke laut untuk memulai kehidupan barunya. Beberapa ahli mengatakan dari 1000 tukik hanya akan ada 1 tukik yang mampu bertahan hidup hingga dewasa. Tingkat keberhasilan hidup penyu sampai usia dewasa sangat rendah, para ahli mengatakan bahwa hanya sekitar 1-2 % saja dari jumlah telur yang dihasilkan.

Tukik yang telah bertumbuh menjadi penyu dewasa (usia 35-40 tahun) akan kawin kemudian bertelur di pantai yang sama sebanyak 3 hingga 7 kali dalam satu periode peneluran. Tukik-tukik kecil yang baru akan menetas dua bulan setelahnya dan harus melalui pengalaman yang sama seperti yang seperti dialami oleh induknya terdahulu. (edg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.