Padang, rakyatsumbar.id— Persoalan infrastruktur masih menjadi keluhan utama masyarakat Bungus Timur. Hal itu mencuat dalam kegiatan reses Anggota DPRD Kota Padang Daerah Pemilihan (Dapil) IV, H. Rusdi, ST., MT yang digelar di Mushalla Raudhatul Ulum, Bungus Timur, Senin (04/05/2026).
Dalam suasana penuh keterbukaan, warga menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini mereka hadapi. Mulai dari drainase yang buruk hingga menyebabkan banjir, kondisi jalan lingkungan yang rusak, minimnya penerangan jalan, sampai terganggunya pasokan air bersih akibat kebocoran pipa PDAM.
Kegiatan reses yang dihadiri tokoh masyarakat, pengurus mushalla, perwakilan Kecamatan Bungus Teluk Kabung, dan warga setempat itu berubah menjadi ajang penyampaian aspirasi masyarakat secara langsung.
Pengurus Musala Raudhatul Ulum mengungkapkan bahwa buruknya drainase membuat kawasan mushalla kerap tergenang saat hujan deras turun. Bahkan, pembangunan mushalla disebut ikut terhambat akibat keterbatasan dukungan.
“Kalau hujan, sering tergenang, bahkan bisa banjir,” ujar salah seorang pengurus mushalla.
Selain itu, warga juga menyoroti kondisi jalan yang rusak dan kurangnya lampu penerangan jalan yang dinilai membahayakan aktivitas masyarakat pada malam hari.
Keluhan lain datang dari sektor pelayanan air bersih. Warga mengaku kerap mengalami gangguan distribusi air akibat kebocoran pipa PDAM yang belum tertangani secara maksimal.
Sementara itu, Ketua Majelis Taklim setempat berharap adanya perhatian pemerintah terhadap kegiatan keagamaan dan peningkatan fasilitas mushalla.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, H. Rusdi menegaskan bahwa kegiatan reses menjadi momentum penting bagi anggota dewan untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat.
“Semua aspirasi ini akan kita tampung dan kita perjuangkan sesuai prioritas pembangunan,” kata politisi Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Padang tersebut.
Warga berharap berbagai persoalan yang disampaikan tidak hanya menjadi catatan dalam reses, tetapi dapat segera direalisasikan melalui program pembangunan yang nyata. (edg)





