Wali Nagari Terpilih akan Dibekali Tupoksi Kepemimpinan 

Asisten I Setdakab Solok Selatan H. Efi Yandri, M.Si, Kadis Sosial PMD drh. Nurhayati dan Kabid Pemerintah Nagari, Joni Pardilo, saat rapat bersama.
Asisten I Setdakab Solok Selatan H. Efi Yandri, M.Si, Kadis Sosial PMD drh. Nurhayati dan Kabid Pemerintah Nagari, Joni Pardilo, saat rapat bersama.

Padang Aro, rakyatsumbar.id–Pemerintah Kabupaten Solok Selatan mulai mematangkan persiapan Retret dan Pembekalan Wali Nagari Terpilih yang akan dilaksanakan pada Januari 2027.

Kegiatan ini dipersiapkan sebagai wadah pembekalan bagi para wali nagari yang terpilih melalui Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Serentak pada 7 Oktober 2026.

Persiapan retret dibahas dalam rapat yang dipimpin Asisten I Setdakab Solok Selatan, H. Efi Yandri.

Rapat tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menyusun konsep kegiatan, materi pembelajaran, serta menentukan narasumber yang akan memberikan pembekalan kepada para wali nagari terpilih.

Retret direncanakan berlangsung selama lima hari pada minggu kedua Januari 2027. Konsep kegiatan akan memadukan pembelajaran di dalam ruangan dengan kegiatan lapangan, sehingga peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai tugas dan tanggung jawab pemerintahan nagari, tetapi juga dibentuk dari sisi kedisiplinan, kekompakan dan kepemimpinan.

Selama tiga hari pertama, para peserta akan mengikuti pembelajaran yang dilaksanakan di hotel. Materi yang disiapkan mencakup wawasan kebangsaan, pemerintahan nagari, serta pengelolaan keuangan, yang dinilai menjadi pengetahuan fundamental bagi wali nagari dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan di wilayahnya.

Sementara itu, dua hari berikutnya akan dilaksanakan di Visitor Centre dengan konsep kegiatan lapangan. Rangkaian kegiatan direncanakan meliputi Peraturan Baris-Berbaris (PBB) dan outbound, yang diarahkan untuk membangun kedisiplinan, kepemimpinan, komunikasi, kerja sama serta kemampuan mengambil keputusan dalam sebuah tim.

Asisten I H. Efi Yandri menyampaikan bahwa retret dan pembekalan tersebut bertujuan membekali wali nagari terpilih agar mampu menjalankan tugas secara optimal, mulai dari penyelenggaraan pemerintahan nagari, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan hingga pemberdayaan masyarakat.

Pastikan Pilwana Berjalan Kondusif

Setelah sejumlah tahapan berjalan, persiapan diarahkan pada tiga hal yang akan menentukan kelancaran proses hingga hari pemungutan suara.

Agenda tersebut meliputi evaluasi tahapan yang telah dilaksanakan oleh Panitia Pemilihan Wali Nagari (P2WN) bertempatdi aula Sarantau Sasurambi, Rabu (23/9). Persiapan penetapan sekaligus pengambilan nomor urut calon, serta pengecekan berbagai kebutuhan menjelang pemungutan suara.

Evaluasi menjadi langkah awal untuk memastikan tahapan yang sudah dilalui tidak menyisakan persoalan yang dapat mengganggu proses berikutnya. Laporan dari Ketua P2WN akan menjadi bagian penting dalam melihat perkembangan pelaksanaan Pilwana di masing-masing nagari.

Sementara itu, Kamis, (24/9) pukul 14.00 WIB, seluruh P2WN dijadwalkan melaksanakan persiapan penetapan dan pengambilan nomor urut calon secara serentak. Tahapan ini menjadi penanda bahwa proses Pilwana semakin mendekati pelaksanaan pemilihan di lapangan.

Setelah nomor urut calon ditetapkan, perhatian berikutnya tertuju pada 7 Oktober 2026, saat masyarakat memberikan hak pilihnya di TPS. Untuk itu, penyelenggara mulai menyiapkan kebutuhan yang bersentuhan langsung dengan pelaksanaan pemungutan suara.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah kesiapan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Bimbingan teknis diperlukan agar petugas memahami tugas dan prosedur yang harus dijalankan ketika pemungutan maupun penghitungan suara berlangsung.

Tidak hanya petugas, lokasi TPS dan aspek keamanan juga masuk dalam bahan persiapan. Pemetaan dilakukan untuk mengenali potensi persoalan sejak awal, sehingga langkah antisipasi dapat disiapkan sebelum hari pemungutan suara.(juf)