Arosuka,rakyatsumbar.id — Ketika malam gelap menyelimuti kawasan Kayu Aro dan suara gemuruh air serta material longsor menderu turun, pasukan tidak menunggu pagi. Komando Distrik Militer (Kodim) 0309/Solok bergerak seketika itu juga. Bersama unsur gabungan, personel TNI diterjunkan langsung ke lokasi bencana galodo yang menerjang Arosuka, Senin (21/9/2026), memastikan warga selamat, akses terbuka, dan harapan tetap menyala di tengah ketakutan.
Dandim 0309/Solok, Letnan Kolonel Inf Sugeng Riyadi, berdiri memimpin langsung di garis depan penanganan bencana. Bersama kekuatan yang diperkuat Batalyon YTP 951 dan YTP 897, ia memastikan setiap arahan sampai ke personel di lapangan, setiap warga yang butuh pertolongan segera disentuh.
“Kami Tidak Boleh Menunggu, Warga Mengharap” ujarnya.
Di tengah lokasi yang masih berair dan tertutup endapan lumpur tebal, Letkol Sugeng menyampaikan bahwa debit air memang mulai berangsur surut, namun pekerjaan belum selesai, justru di sinilah ketelatenan dan keteguhan diuji.
“Air mungkin sudah tidak setinggi tadi malam, tetapi sisa material yang menutup jalan, menumpuk di halaman rumah warga, menyumbat saluran air itu semua masih menjadi ancaman sekaligus beban bagi warga. Kami tidak boleh lambat, tidak boleh menunggu,” tegas Dandim.
Ia menegaskan kehadiran TNI di sini bukan sekadar membersihkan jalan. “Kami hadir untuk memastikan warga merasa didampingi, tidak sendirian dalam ketakutan. Itulah komitmen kami: melayani, melindungi, mendampingi dari awal hingga situasi benar-benar kembali aman.” katanya.
Di bawah arahan Letkol Sugeng, seluruh kekuatan dikerahkan bergerak pada tiga jalur sekaligus, Pertama, Keselamatan di Atas Segalanya Evakuasi warga ke tempat yang lebih aman dilakukan secara teliti, rumah demi rumah. Pendataan dilakukan bersamaan, agar tidak ada satu pun keluarga yang terlewat.
“Kami pastikan tidak ada warga yang tertinggal di kawasan yang masih berisiko. Setiap nyawa berharga,” ujarnya.
Tidak ada korban jiwa dilaporkan, namun warga yang mengalami luka ringan langsung ditangani tim medis TNI yang bersinergi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Solok.
Selanjutnya, Jalan Lintas Padang–Solok yang tertutup material longsoran menjadi prioritas pemulihan. Personel bersama alat penunjang bekerja tanpa henti menyingkirkan batu, kayu, dan tumpukan tanah.
“Jalan ini bukan sekadar penghubung antar-kota. Ini jalur kehidupan untuk logistik, untuk bantuan, untuk kerabat yang ingin tahu keadaan keluarganya. Kami akan berupaya sekuat tenaga agar akses ini kembali terbuka secepatnya,” janji Dandim.
Kemudian, Dapur Umum dan Layanan Kesehatan Tetap Menyala.bDi saat rumah warga tak bisa ditempati, posko menjadi rumah bersama. Dapur umum dioperasikan agar pengungsi tetap mendapat makanan dan air bersih. Pos kesehatan pun siaga, memastikan kondisi warga terpantau, terutama anak-anak dan lansia.
“Kehangatan harus tetap ada, meski di tempat yang sederhana. Warga harus merasakan bahwa mereka tidak dipisahkan dari perhatian negara,” kata Letkol Sugeng.
Meski kondisi mulai membaik, Dandim mengingatkan dengan tegas: cuaca masih berpotensi berubah. Curah hujan yang tidak menentu tetap mengancam terjadinya banjir susulan maupun longsoran baru.
“Kami meminta warga tetap tenang, tetapi tidak lengah. Jangan kembali ke rumah sebelum dipastikan aman oleh petugas. Dengarkan arahan, hindari kawasan yang berisiko. Keselamatan Anda adalah prioritas utama kami,” pesannya.
Langkah Kodim 0309/Solok ini bukan sekadar aksi cepat di hari bencana. Letkol Sugeng menegaskan pendampingan akan terus berlangsung dari pembersihan, pemulihan, hingga warga benar-benar dapat kembali beraktivitas seperti sedia kala.
“Kami tidak akan pergi sebelum situasi kembali kondusif. TNI ada di sini, untuk rakyat, sampai tuntas,” pungkasnya.





