Padang, rakyatsumbar.id—Universitas Negeri Padang (UNP) mengembangkan teknologi tepat guna berupa filter air portabel bagi warga Nagari Aia Gadang, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat. Hal ini bertujuan agar masyarakat mendapatkan air layak pakai di tengah menurunnya kualitas sumber air.
Inovasi yang dikembangkan melalui Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik (FT) UNP ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat dengan skema Program Integrasi Prodi dan Nagari (PIPN).
Program tersebut mengusung tema “Pengembangan Teknologi Tepat Guna Filter Air Portable untuk Penyediaan Air Layak Pakai di Nagari Aia Gadang, Pasaman Barat”.
Teknologi ini dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap sistem pengolahan air yang praktis, mudah dioperasikan, dan fleksibel digunakan ketika kualitas air menurun akibat hujan, genangan, maupun banjir.
Kehadiran filter tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air untuk aktivitas sehari-hari, terutama dalam kondisi darurat.
Ketua pelaksana, Dr. Eng. Ir. Nevy Sandra, S.T., M.Eng., IPM., mengatakan filter air portabel ini dirancang dengan mempertimbangkan kondisi sumber air dan ketersediaan energi di lapangan.
“Filter air portabel ini dirancang agar dapat digunakan secara fleksibel, termasuk ketika kualitas air baku menurun dan pasokan listrik tidak selalu tersedia,” ujar Nevy di Kampus UNP, Senin (12/10/2026).
Ia menjelaskan, teknologi tersebut diprioritaskan untuk menghasilkan air layak pakai nonminum, antara lain untuk kebutuhan kebersihan, sanitasi, fasilitas umum, dan aktivitas domestik masyarakat.
Sementara itu, air untuk konsumsi tetap memerlukan pengolahan lanjutan serta pengujian kualitas guna memastikan kesesuaiannya dengan standar air minum.
Program yang dilaksanakan pada 8 Oktober 2026 itu tidak hanya berfokus pada penerapan teknologi, tetapi juga membekali masyarakat dengan pengetahuan mengenai pengoperasian dan pemeliharaan filter.
Kegiatan mencakup pelatihan higienitas, pemeriksaan mutu air sederhana, serta penyusunan prosedur operasional standar (SOP).
Selain itu, tim juga menyiapkan jadwal pemeliharaan, daftar pemeriksaan harian, kartu kendali, dan panduan penanganan gangguan (troubleshooting). Langkah tersebut dilakukan agar teknologi dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dan dikelola dengan baik oleh masyarakat setempat.
Pelaksanaan program melibatkan Pemerintah Nagari Aia Gadang melalui Sekretaris Nagari Kasman, S.AP., serta kelompok pengelola layanan air bersih di nagari tersebut.
Keterlibatan mitra lokal diharapkan dapat memperkuat pengelolaan teknologi sekaligus memastikan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Tim UNP terdiri atas Ketua Pelaksana Nevy Sandra, Kepala Departemen Teknik Sipil FT UNP, Faisal Ashar, Yaumal Arbi, Risma Apdeni, Fitra Rifwan, Rizky Indra Utama, Prima Zola, Elisa Maiyenti.
Nevy menyebut, pengembangan filter air portabel tersebut turut mendukung pencapaian sejumlah target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), terutama di bidang kesehatan, penyediaan air bersih dan sanitasi, inovasi, permukiman berkelanjutan, serta peningkatan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim dan bencana.
Ke depan, ia mengharapkan teknologi ini tidak hanya memberikan manfaat bagi warga Nagari Aia Gadang, tetapi juga dapat menjadi model pengolahan air tepat guna yang diterapkan di nagari lain dengan kebutuhan serupa.
“Teknologi ini diharapkan menjadi model bagi nagari lain, dengan catatan pengelolaan, pemeliharaan, dan pemeriksaan kualitas air dilakukan secara konsisten,” tutup Nevy. (edg)





