22/02/2024
Beranda » UNP Ajarkan Pembuatan Nata de Coco pada Masyarakat Tanjung Balik, Solok

UNP Ajarkan Pembuatan Nata de Coco pada Masyarakat Tanjung Balik, Solok

Setelah memberikan pelatihan pembuatan Nata de Coco pada 20 Agustus 2023 yang lalu, hari ini 27 Agustus 2023, tim pengabdian masyarakat UNP memberikan pelatihan bagaimana memanen nata de coco.


Solok, rakyatsumbar.id – Walau produk olahan nata de coco berbahan dasar olahan air kelapa cukup mudah di temui di pasaran, tetapi tidak banyak masyarakat bisa mengolah fermentasi air kelapa ini menjadi olahan nata de coco yang di sukai berbagai kalangan usia.

Nata de coco dapat menjadi bahan campuran es krim, cocktail buah, sirup dan makanan ringan lainnya. Nata de coco merupakan produk dari mikroorganisme Acetobacter xylinum melalui proses fermentasi air kelapa sebagai media tumbuh.

Oleh karena itu, Universitas Negeri Padang (UNP) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Nagari Tanjung Balik, Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok. Pengabdian masyarakat ini berlangsung pada 20 Agustus 2023 dan 27 Agustus 2023.

Hal ini di ungkapkan langsung oleh Ketua Pengabdian Masyarakat Departemen Biologi FMIPA, UNP Prof. Dr. Linda Advinda, M.Kes.

Menurutnya, pelatihan pembuatan nata de coco yang melibatkan 25 orang peserta dari ibu-ibu PKK dari Nagari Tanjung Balik, Kabupaten Solok ini bertujuan melatih ibu-ibu PKK untuk bisa memanfaatkan air kelapa yang pada saat ini banyak terbuang begitu saja.

“Kita memberikan pelatihan pembuatan Nata de Coco dengan memanfaatkan air kelapa kepada ibu-ibu PKK Nagari Tanjung Balik, Kabupaten Solok. Hal ini di lakukan, agar masyarakat di daerah ini bisa menjadikan hasil fermentasi air kelapa ini mempunyai nilai ekonomis yang dapat membantu perekonomian keluarga,” ucapnya. Minggu (27/8).

Prof. Dr. Linda Advinda, M.Kes menambahkan, air kelapa yang tidak dikonsumsi dan dibuang ke lingkungan dapat mencemari lingkungan tersebut. Hal ini dikarenakan, air kelapa cepat berubah menjadi asam dan berbau menyengat.

“Limbah air kelapa yang bersifat asam akan merusak tanah dan menghambat pertumbuhan tanaman. Hal ini akan menjadi permasalahan jika dilakukan terus menerus oleh masyarakat. Oleh karena itu, hal ini dapat di atasi dengan memanfaatkan air kelapa menjadi suatu produk pangan yang berkadar serat tinggi yaitu nata de coco,” jelasnya.

Selain memberikan pelatihan pembuatan nata de coco, Prof. Dr. Linda Advinda, M.Kes menjelaskan, pihaknya juga memberikan pelatihan pengemasan dan pemasaran dari nata de coco ini.

“Kita tidak hanya memberikan pelatihan pembuatan saja. Kita juga melakukan pelatihan bagaimana mengemas nata de coco sehingga tampilannya manarik, dan bagaimana cara pemasarannya,” tambahnya.

Hal senada juga di ungkapkan oleh Ketua TP PKK Nagari Tanjung Balik Dhiyah Fiktono. Dirinya memotivasi ibu-ibu PKK agar mengambil manfaat dari pelatihan ini.

“Kita berharap, pelatihan pembuatan nata de coco yang diberikan UNP ini dapat menjadi alternatif meningkatkan pendapatan keluarga,” ucapnya.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini turut melibatkan Dr. Irdawati, M.Si., dan Elva Rahmi, S.Pd. sebagai anggota tim. Selain itu, kegiatan pelatihan ini juga di bantu oleh Prof. Dr. Syahrastani, M.Kes, Mentari Larashinda, S.TP., M.TP. dan dua orang mahasiswa Jurusan Biologi FMIPA UNP.

Berdasarkan sejarah, Nata de coco berasal dari Filipina. Penamaan nata de coco dalam bahasa Spanyol karena Filipina pernah menjadi koloni Spanyol. Nata sendiri merupakan seorang pria Filipina yang menciptakan nata de coco di tahun 1973 dan mulai diperkenalkan pada tahun 1975.

Secara ilmiah, nata merupakan selulosa yang dihasilkan dari sintesis gula oleh bakteri bernama Acetobacter xylinum melalui fermentasi.

Bahan dasar paling utama untuk membuat nata de coco adalah air kelapa dan bakteri Acetobacter xylinum sebagai starter atau biangnya. (edg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.