Padang, rakyatsumbar.id – Upaya mencetak generasi muda yang berdaya saing dan mampu menjadi motor penggerak pembangunan daerah terus dilakukan. Salah satunya melalui Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pemuda Kota Padang 2026 yang digelar Organisasi Kepemudaan Gema Keadilan Kota Padang di Kawana Hotel Padang selama dua hari, 2–3 Agustus 2026.
Kegiatan yang mengusung tema “Peningkatan Kapasitas Pemuda” ini terlaksana berkat dukungan alokasi dana Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) Anggota DPRD Kota Padang, Dr. H. Hendrizal, S.Sos.I., M.Pd.
Program tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen menghadirkan kegiatan produktif yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya kalangan pemuda.
Pelatihan difokuskan pada penguatan kepemimpinan, pengembangan jiwa kewirausahaan, serta peningkatan pemahaman terhadap regulasi daerah. Melalui materi tersebut, para peserta diharapkan mampu menjadi generasi muda yang adaptif, inovatif, dan memiliki peran nyata dalam pembangunan Kota Padang.
Pembukaan kegiatan dihadiri Anggota DPRD Kota Padang Dr. H. Hendrizal, S.Sos.I., M.Pd., Anggota DPR RI Fraksi PKS H. Rahmat Saleh, S.Farm., serta Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Padang Izmi Maylendra. Kehadiran para tokoh tersebut menjadi suntikan semangat bagi puluhan peserta yang berasal dari berbagai organisasi dan komunitas kepemudaan di Kota Padang.
Dalam sambutannya, Izmi Maylendra yang akrab disapa Jimmy menegaskan bahwa investasi paling berharga bagi masa depan daerah adalah membangun kualitas generasi mudanya.
“Dana Pokir ini merupakan amanah dari rakyat yang sengaja diarahkan oleh Buya Hendrizal untuk program produktif seperti pelatihan kapasitas ini. Pemuda Kota Padang tidak boleh hanya menjadi penonton sejarah. Kalian harus memiliki kompetensi kepemimpinan yang matang dan jiwa kewirausahaan yang mandiri agar mampu bersaing dan membawa perubahan positif bagi masyarakat,” ujar Jimmy.
Sementara itu, Anggota DPR RI Rahmat Saleh mengapresiasi pemanfaatan dana Pokir yang dinilai tepat sasaran karena langsung menyentuh kebutuhan pengembangan kapasitas generasi muda. Menurutnya, pembangunan kepemudaan membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, legislatif, dan organisasi kepemudaan.
“Pemuda merupakan aset strategis bangsa. Karena itu diperlukan sinergi antara regulasi pemerintah, dukungan legislatif, dan semangat pemuda agar lahir ekosistem kepemudaan yang tangguh, kreatif dan mampu menjawab tantangan zaman,” kata Rahmat Saleh.
Hal senada disampaikan Hendrizal. Menurutnya, dana Pokir harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk melalui program-program yang meningkatkan kualitas pemuda sebagai calon pemimpin masa depan.
Melalui pelatihan ini, Gema Keadilan Kota Padang berharap para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga membangun jejaring kolaborasi yang dapat melahirkan berbagai inovasi dan program kepemudaan yang berdampak hingga tingkat kecamatan maupun kota.
Dengan meningkatnya kapasitas kepemimpinan, wawasan kewirausahaan, dan pemahaman terhadap kebijakan daerah, para pemuda diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang berkontribusi aktif dalam mewujudkan Kota Padang yang lebih maju, mandiri dan berdaya saing. (edg)





