05/12/2022
Beranda » Tiga Pekerja Menderita Luka Bakar, Polisi Selidiki Terbakarnya Lubang Tambang PT. Dasrat Sarana Arang Sejati

Tiga Pekerja Menderita Luka Bakar, Polisi Selidiki Terbakarnya Lubang Tambang PT. Dasrat Sarana Arang Sejati

Lokasi tambang PT. Dasrat Sarana Arang Sejati, yang terbakar disegel dengan cara dipasang garis polisi. Kejadian ini mengakibatkan tiga pekerja menderita luka bakar. (IST)

Sawahlunto, Rakyat Sumbar — Pihak Polres Sawahlunto masih menyelidiki kasus terbakarnya lubang tambang bawah tanah milik PT. Dasrat Sarana Arang Sejati (DSAS) di Sawarasam Parambahan Desa Batu Tanjung, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto. Peristiwa pada Sabtu, (25/7) sekira pukul 13.05, ini mengakibatkan tiga pekerja mengalami luka bakar.

“Kita masih melakukan penyelidikan terkait terbakarnya lubang tambang atau kecelakaan tambang yang terjadi di wilayah Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi PT. Dasrat Sarana Arang Sejati,” kata Kasatreskrim Polres Sawahunto, Iptu Roy Suganda Putra Sinurat, Selasa (28/7) malam.

Ia melanjutkan, kebakaran itu terjadi di lubang tambang bawah tanah D-03 Lubang B, pada Sabtu, (25/7) sekira pukul 13.05. Akibat kejadian tersebut, tiga pekerja tambang mengalami luka bakar sangat serius di sekujur tubuh.

Kasatreskrim Polres Sawahlunto, Iptu Roy Suganda Putra Sinurat, masih menyelidiki kasus terbakarnya lubang tambang PT. Dasrat Sarana Arang Sejati. (IST)

“Luka bakar yang dialami korban bukan ranah polisi yang memberikan keterangan. Selain itu, kita sedang menunggu hasil investigasi dari pihak ESDM Provinsi Sumbar guna mencari dan menemukan fakta-fakta lain terkait kecelakaan tambang yang terjadi itu,” ungkap Roy Sinurat.

Masih kata Roy, ketiga pekerja tambang yang mengalami luka bakar adalah Kepala Lubang Tambang berinisial I, Teknisi Listrik berinisial M, dan Teknisi Pompa berinisial E.

“Korban saat ini masih dirawat di RSUD Prof. Dr. M. Ali Hanafiah, Batusangkar. Namun, ketiga korban masih belum bisa diminta keterangan karena terkendala kondisi kesehatan mereka,” ujar Roy.

Ia menjelaskan, peristiwa ini terjadi ketika itu semua pekerja tambang sedang beristirahat. Sekira pukul 13.05, ketiga orang yang menjadi korban tersebut melalukan pengecekan ke dalam jalur maju lubang B.

“Pada saat di cabang 4 untuk memeriksa pompa air dikedalaman 160 meter, teknisi listrik berinisial M, mencabut colokan listrik dari mesin pompa air, lalu terjadi percikan api sehingga menyebabkan kebakaran di lubang yang mengakibatkan luka bakar ketiga korban,” sebut Roy. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.