Padang, rakyatsumbar.id—Sebuah sudut hangat di perumahan Taruko I, tepatnya di depan gang masuk Mesjid Jamiatul Muslimin, Dapur Bunda hadir membawa satu warisan budaya Minangkabau yang khas: Teh Talua Sarai.
Lebih dari sekadar minuman penghangat, Teh Talua Sarai adalah sebuah ritual yang menyehatkan, menyambung tali silaturahmi dan menjaga tradisi yang telah melekat dalam kehidupan masyarakat Minang lintas generasi.
Teh Talua sendiri adalah perpaduan sederhana namun kaya makna antara teh panas dan kuning telur—baik telur ayam kampung maupun telur itik—yang dikocok hingga berbusa.
Yang membuat racikan ini semakin istimewa adalah penambahan sebatang sarai – batang serai segar yang direbus bersama teh, memberikan aroma khas yang segar dan rasa yang lebih mendalam. Adanya sarai menambah sensasi alami dari minuman ini, menghadirkan rasa manis, gurih, dan sedikit asam yang mampu menghangatkan dada dan menyegarkan tubuh.
Bahan utama Teh Talua Sarai meliputi, teh hitam atau teh daun lokal, dipilih untuk kekuatan rasa dan aroma yang khas. Kuning telur ayam kampung dan telur itik, kaya protein dan asam amino yang membantu pemulihan energi serta menjaga kesehatan tubuh.
Selanjutnya, gula aren atau gula merah, sebagai pemanis alami yang memberi rasa manis yang lembut dan aroma khas dan batang serai segar (Sarai), direbus bersama teh, memberikan aroma harum dan meningkatkan cita rasa.
Menurut Marsonia, pemilik sekaligus pengelola Dapur Bunda, Teh Talua Sarai adalah rayuan alam yang sarat nutrisi dan energi, cocok dinikmati saat udara dingin atau setelah aktivitas berat. “Kami ingin orang-orang menikmati cita rasa autentik sekaligus merasakan manfaat kesehatannya. Teh Talua Sarai di dapur ini bukan hanya pelepas dahaga, tapi juga simbol pertemuan dan kehangatan antar keluarga maupun kawan,” ujarnya dengan penuh semangat.
Selain sajian nikmat di tempat, Dapur Bunda juga memudahkan pelanggan yang ingin menikmati Teh Talua Sarai di rumah atau kantor dengan menyediakan layanan COD (Cash on Delivery) khusus bagi wilayah perumahan Taruko I dan sekitarnya.
“Kami berupaya agar kehangatan dan kesegaran teh talua ini dapat dirasakan siapa saja dengan mudah, tanpa harus datang jauh-jauh ke dapur kami,” tambah Marsonia.
Dapur Bunda bukan hanya terkenal dengan Teh Talua Sarai. Pengunjung dapat menikmati berbagai sajian khas Minangkabau seperti lontong ayak, nasi goreng, mie goreng, dan minuman rempah yang populer. Selain makanan dan minuman, Dapur Bunda menyediakan fasilitas karaoke yang menjadi tempat favorit pengunjung untuk bernostalgia lewat tembang-tembang lawas sambil berbincang hangat.
“Sejak buka pagi hingga malam, kami menerima berbagai pengunjung yang datang untuk menghangatkan tubuh dan tidak jarang juga berbagi cerita dan tawa bersama keluarga atau teman,” kata Marsonia.
Para pengunjung pun mengungkapkan kepuasannya. H. Mulyadi mengatakan, Teh Talua Sarai di sini benar-benar membawa saya kembali ke suasana Minang yang asli. Kelezatan rasanya dan hangatnya suasana membuat saya betah.
“Ini tempat yang pas untuk melepas penat sekaligus menikmati warisan budaya,” katanya.
Suardi Sikumbang juga menambahkan, selain cita rasa yang autentik, suasana hangat di Dapur Bunda sangat mendukung untuk berkumpul dan bernostalgia. Karaokeannya juga menarik untuk hiburan santai.
Untuk merasakan sendiri kehangatan dan cita rasa Teh Talua Sarai beserta hidangan dan suasana khas Minang, Dapur Bunda buka setiap hari mulai pukul 6 pagi hingga 11 malam di Taruko I, Padang.
Bagi yang ingin menikmati Teh Talua Sarai namun tidak dapat datang langsung, layanan COD siap melayani wilayah perumahan Taruko I dan sekitarnya. (fwi)





