rakyatsumbar.id

Berita Sumbar Terkini

Beranda » Sumbar Berlakukan Pembatasan Selektif di Perbatasan

Sumbar Berlakukan Pembatasan Selektif di Perbatasan

Padang, Rakyat Sumbar – Hasil rapat sementara antara Pemprov Sumbar dan Forkopimda, menyatakan Sumbar akan memberlakukan pembatasan selektif di perbatasan.

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengatakan, pemprov Sumbar akan melakukan pembatasan secara selektif bagi setiap pendatang ke Sumbar melalui jalur darat dan udara. Nantinya, di setiap perbatasan akan disiagakan aparat dari TNI dan Polri.

“Hasil rapat malam ini. Sumbar akan melakukan pembatasan selektif khususnya bagi pendatang yang akan masuk melalui jalur darat dan udara. Untuk teknisnya, kita akan melakukan rapat lanjutan besok (Minggu/29/03/2020),” ujar Irwan Prayitno, Sabtu (28/03/2020) malam.

Lebih lanjut, Irwan Prayitno mengatakan pembatasan selektif ini bukan lockdown. Pembatasan selektif itu berupa pengetatan untuk masuk ke perbatasan. Para pendatang nantinya akan dilakukan pengecekan kesehatan bahkan memungkinkan untuk dilakukan karantina. Untuk itu, Iwan Prayitno juga menghimbau para perantau agar tidak pulang kampung terlebih dahulu.

“Kami mengundang kepada masyarakat Minang di rantau untuk tidak pulang kampung terlebih dahulu. Kalau sayang Minang dan cinta keluarga di kampung, tetaplah tinggal di rantau dulu,” himbaunya.

Selain itu, Pemprov Sumbar juga berencana akan mebangun delapan lokasi karantina bagi Orang Dalam Pantauan (ODP). Tujuh daerah yang direncanakan dijadikan sebagai titik karantina tersebut yaitu Kabupaten Pasaman, Pasaman Barat (Pasbar), Dharmasraya, Pesisir Selatan (Pessel), Sijunjung, Limapuluh Kota dan Solok Selatan (Solsel) serta satu titik lainnya di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar.

Guna memenuhi kebutuhan tenaga medis di tempat karantina nantinya, pihak Pemprov sudah melakukan pengumuman perekrutan tenaga medis melalui media sosial. Salah satu kriteria tim medis tersebut yaitu tamatan sekolah kesehatan yang belum bekerja. Formasi yang dibutuhkan yaitu dokter, perawat, kesehatan masyarakat (kesmas) dan sanitasi yang masuk ke dalam kesehatan lingkungan (kesling). (red)

About Post Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *