25/05/2024

rakyatsumbar.id

Berita Sumbar Terkini

Beranda » Suku Bunga Tinggi, Investasi Bisa Terhambat

Suku Bunga Tinggi, Investasi Bisa Terhambat

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Sumbar, Endang Kurnia Saputra, saat Diseminasi Kebijakan Bank Indonesia Terkini, di kantornya, Kamis, (31/8) pagi.


Padang, rakyatsumbar.id – Cukup tingginya suku bunga BI Rate sebesar 5,75 persen bisa memengaruhi pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sumbar. Salah satu dampaknya adalah investasi pada semua bidang bisa melambat.

“Sangat (berpengaruh terhadap perekonomian di Sumbar). Bisa ada gangguan terhadap pertumbuhan kredit di sini (Sumbar),” kata Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Sumbar, Endang Kurnia Saputra, saat Diseminasi Kebijakan Bank Indonesia Terkini, di kantornya, Kamis, (31/8) pagi.

Ia menyampaikan, apabila suku bunga Bank Indonesia (BI) rate sekarang 5,75 persen, maka bank lain akan memberikan 6,5 persen terhadap pihak lain yang melakukan pinjaman.

“Nah, yang pihak swasta pinjam dari bank. Jangan sampai kerja bakti buat bank, pengusaha ini,” ucap Adang, panggilan akrab Endang Kurnia Saputra.

Menurut Adang, dampak lain tingginya suku bunga adalah investasi yang bisa melambat. Oleh sebab itu, perlu langkah-langkah untuk menyiasatinya.

“Ya, berdampak. Rumusnya begini, suku bunga tinggi biasanya investasi turun, kalau investasi terganggu, seluruh investasi melambat,” ungkap Adang, lelaki berkaca-mata ini.

Adang menyampaikan, langkah yang ampuh untuk menumbuhkan perekonomian adalah pemerintah daerah harus melakukan penyerapan anggaran secara tepat waktu.

“Anggaran itu harus dicairkan tepat waktu, untuk konstruksi segera dibayarkan, segera di bangun, untuk misalnya yang paling banyak sekarang gaji ASN itu yang tepat waktu. Tapi, konstruksi ini harus banyak dibangun, di sini melalui pembiayaan dari APBD,” tuturnya. (byr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.