Siswi SMAN 1 Timpeh Juara Lomba Essay Kepahlawanan se-Sumbar

1970
Sekretaris Dinas Sosial Provinsi Sumbar Edi Dharma

Padang, rakyatsumbar.id—Siswi SMAN 1 Timpeh, Kabupaten Dharmasraya, Erza Abianza, ditetapkan disebagai Juara I Lomba Menulis Essay Kepahlawanan tingkat Sumbar. Ia menyisihkan 83 peserta lain di babak penyisihan dan “menyingkirkan” sembilan saingannya di babak 10 besar.

“Erza Abianza sekaligus akan menjadi wakil pelajar Sumatera Barat untuk tampil ke tingkat Nasional, awal Oktober nanti,” kata Sekretaris Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat Edi Dharma didampingi Kabid Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Prov Sumbar Zulfiar, Kasi Kepahlawanan, Keperintisan, Kesetiakawanan dan Restorasi Sosial (K2KRS) Putri Yanhelmi dan panitia lainnya, sesaat setelah rapat akhir dewan juri Lomba Menulis Essay Kepahlawanan tingkat Sumbar, di Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat, Rabu (22/09/2021).

Kelima juri, Yudi Andoni S.S, M.A, (Ketua Jurusan Sejarah Universitas Andalas), Firdaus Abie (Pemimpin Redaksi Harian Umum Rakyat Sumbar), Yurnaldi (Jurnalis), Nova Elvina (Dinas Pendidikan Sumbar), dan Edi Dharma (Sekretaris Dinas Sosial Prov Sumbar), memutuskan hasil tersebut setelah membaca seluruh naskah dan mendengarkan presentasi finalis yang lolos 10 besar.

Lomba menulis essay kepahlawanan tersebut dikemas secara apik oleh Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat. Berawal dari rekrutmen peserta dari SMA/sederajat se-Sumbar. Calon peserta diberikan pembekalan tentang menulis essay kepahlawanan. Materi diberikan Yudi Andoni, terkait tentang sejarah dan kepahlawanan. Yurnaldi, jurnalis senior dan pemegang banyak gelar lomba menulis tingkat provinsi dan nasional, memberikan bekal tentang bagaimana langkah menulis essay dan kiat memenangi lomba menulis. Pembekalan dipandu wartawan senior Firdaus Abie, yang juga Pemimpin Redaksi Harian Umum Rakyat Sumbar.

Usai pembekalan, peserta diberi kesempatan untuk menulis selama hampir satu bulan, kemudian ditetapkan 10 besar untuk bertarung di babak final. Semua peserta harus menyampaikan materinya dalam bentuk presentasi secara Daring dan kemudian menjawab pertanyaan yang diajukan juri.
Karya Erza Abianza yang berjudul Den Haag Dalam Genggaman Literasi Mohammad Hatta, mampu memikat juri. Sang penulis tak hanya memulai tulisannya dengan kutipan kalimat Bung Hatta, Aku Rela di Penjara Asalkan Bersama Buku karena dengan Buku Aku Bebas. Tetapi Erza juga melakukan penelitian di sekolahnya dengan cara membuat angket. Hasil angket tersebut menjadi salah satu materi kajiannya. Selain itu, disaat menyampaikan presentasi, dijalani dengan sangat baik.

“Kita berharap, wakil pelajar Sumbar nanti mampu berbicara di tingkat nasional,” kata Zulfiar.
Putri Yanhelmi menyebutkan, seluruh peserta memperoleh sertifikat. Juara I memperoleh uang tunai Rp 5 juta. Juara I Rp 4 juta. Juara III Rp 3 juta. Harapan I Rp 2 juta. Harapan II Rp 1.5 juta. Harapan III Rp 1 juta. Masing-masing bersama piala. Empat peserta lain yang masuk 10 besar, mendapatkan piala. (cr4)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here