rakyatsumbar.id

Berita Sumbar Terkini

Beranda » Salurkan Bantuan Terhadap Warga Terdampak Bencana, Walinagarai GMUS Apresiasi Pemkab Pessel

Salurkan Bantuan Terhadap Warga Terdampak Bencana, Walinagarai GMUS Apresiasi Pemkab Pessel

Walinagari Ganting Mudiek Utara Surantih Zulhadi

Painan, rakyatsumbar.id — Walinagari Ganting Mudiek Utara Surantih (GMUS), Kecamatan Sutera. Zulhadi apresiasi perhatian luar biasa dari pemerintah terhadap penanganan paska bencana dan bantuan terhadap masyarakatnya.

Pasalnya, bencana banjir bandang dan longsor yang mendera Kabupaten Pesisir Selatan pada 7 Maret dan 7 Mei lalu meluluhlantakkan sendi kehidupan masyarakatnya.

Mulai dari hancurnya rumah, infrastruktur perekonomian, fasilitas umum hingga hilangnya nyawa, sehingga keadaan itu memaksa masyarakat daerah itu mengalami kepanikan dan membutuhkan perhatian dari berbagai pihak.

Salah satunya adalah bantuan baik sembako, ketersediaan hunian bagi masyarakat, hingga kembalinya fungsi dari fasilitas umum berupa jalan, jembatan hingga irigasi pertanian.

“Kami tidak ada mengeluhkan atas perhatian pemda kepada masyarakat kami, kalau di rasakan sangat luar biasa Sekali bantuan yang diberikan kepada masyarakat kami, “ucapnya. Dihimbau diruangan kerjanya Selasa 09/07.

Ia memaparkan bahwasanya, bantuan yang masuk ke langgai pasca banjir sangatlah banyak, mulai dari pemerintah hingga komubitas, kelompok dan juga bantuan pribadi masyarakat yang peduli dengan Langgai.

“Sampai saat ini, belum ada Kami mendengarkan keluhan tentang bantuan dari masyarakat kami, kalaupun ada silahkan berikan informasinya, biar kami bisa mengklarifikasnya dengan yang bersangkutan,” tambahnya.

Langgai yang memiliki 704 kepala keluarga itu memang menjadi salah satu Kawasan yang terdampak banjir dan longsor terparah pada 7 Maret dan 7 Mei silam.

Dan banyak infrastruktur pertanian, irigasi, rumah penduduk hingga fasilitas umum lainnya mengalami kerusakan, Namun hampir secara keseluruhan telah dilakukan perbaikan oleh pemerintah.

Ia juga menyampaikan, paska banjir 7 Mei silam kembali menimbulkan kerusakan terhadap kondisi aliran sungai.

Dimana, setelah sebelumnya dilakukan perbaikan dengan menggunakan peralatan excavator, kembali rusak dihantam banjir.

“Banjir pada 7 Mei silam tidak kalah dahsyatnya dengan yang sebelumnya, makanya aliran sungai kembali rusak dan tertimbun, kemudian ada yang mengarah ke rumah masyarakat hingga mesjid,” terangnya.

Dan jika tidak dilakukan segera perbaikan, maka dikhawatirkan jika banjir terjadi akan menghantam perumahan penduduk.

“Para jamaah masjid, dengan melalui musyawarah bersepakat mengumpulkan iyuran sebesar Rp 50 Ribu per KK dan itu dikumpulkan oleh mamak masing-masing kaum,” terangnya.

Iuran tersebut dimaksudkan untuk pembiayaan excavator yang akan digunakan untuk manimbun dibahagian belakang saluran sungai yang mengarah ke pemukiman masyarakat.

“Itu bukan perintah, tapi swadaya masyarakat untuk menjaga masjid,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Kampung Bala. Eki mengeaskan bahwasanya, tidak Ada masyarakatnya yang tidak terakomodir oleh bantuan sembako pasca Bencana silam.

“Bantuan sudah sangat banyak dan merata kami bagikan baik masyarakat yang terdampak banjir maupun yang tidak, pokoknya sama rata,” terangnya.

Hanya saja, terdapat klasifikasi pembagian bantuan olehnya mengingat akan kondisi masyarakat.

“Karena ada yang rumahnya hancur kita prioritaskan, ada yang rumahnya tidak rusak sama sekali, itu kita atur, tetapi tetap kita berikan bantuan,” tutupnya. (fdr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.