Padangpanjang, rakyatsumbar.id–Program Bedah Rumah oleh Rutan Kelas IIB Padangpanjang menyasar kediaman milik Syafrizal (60), Lansia yang tinggal seorang diri dan menempati rumah tidak layak huni yang berada di RT 02 Kelurahan Tanah Pak Lambiak, Kecamatan Padangpanjang Timur.
Wajah Pak Oyong (Panggilan Syafrizal), begitu sumringah saat dikunjungi Kepala Rutan Kelas IIB Padangpanjang Novri Abbas bersama Lurah Tanah Pak Lambiak Romi Saputra bersama RT 02 Putri Martina, Senin (08/06/2026).
Dia hanya bisa menebar senyum, tanpa bisa bergerak, terbaring di tempat tidur sederhana, setelah mengalami kecelakaan sepeda motor, beberapa bulan lalu.
Didalam ruangan 2 x 2,5 meter itu, Pak Oyong hanya tinggal seorang diri, setelah isteri tercintanya meninggal beberapa tahun lalu. Setiap hari, anaknya datang melihat untuk mengantar makanan dan kebutuhan harian lainnya.
“Saya hanya soerang diri disini, ada anak saya yang setiap hari datang. Tetapi, karena dia juga memiliki keluarga, saya lebih memilih tinggal disini,” ceritanya.
Pak Oyong menyebutkan, sejak tidak lagi bekerja di kantor Lurah Tanah Pak Lambiak dan tinggal disana sebagai penjaga malam, dirinya menempati rumah tersebut, dengan tanah yang disewa ke pihak PT. KAI.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Pak Oyong hanya berharap pemberian dari anak dan keluarga, serta adanya bantuan dari pihak kelurahan.
Sementara itu, Lurah Tanak Pak Lambiak Romi Saputra menyebutkan, berbagai bantuan telah diberikan untuk menunjang biaya hidup dari Pak Oyong, termasuk adanya PKH, BNPT, Bantuan Lansia, Bantuan KIS, Bantuan Atensi dan bantuan lainnya.
“Jika ada program bantuan pemerintah, Pak Oyong menjadi salah satu prioritas kami. Terkait kondisi rumahnya yang sangat tidak layak, kami tidak bisa membantu untuk bedah rumah, karena tanahnya merupakan sewaan dari PT. KAI,” sebut Romi.
Hal tersebut juga dibenarkan oleh Ketua RT 02 Putri Martina yang menyebutkan, kondisi Pak Oyong yang tinggal seorang diri, selalu menjadi perhatian dari pihak RT.
“Kami telah mencoba mencarikan sejumlah solusi terkait keberadaan Pak Oyong yang tinggal seorang diri. Termasuk membicarakan dengan pihak keluarganya, tetapi belum ada solusi yang kami terima,” jelasnya.
Sama seperti yang disampaikan Pak Lurah, lanjut Putri, jika ada program bantuan pemerintah melalui pihak kelurahan, pihaknya selalu memprioritaskan Pak Oyong, mengingat kondisinya yang tidak lagi bisa berusaha.
“Kami juga berharap, adanya program-program bantuan dari lembaga non pemerintah yang sifatnya swadaya dan tidak mengikat. Seperti program bedah rumah Rutan Padangpanjang ini,” harap Putri.
Terpisah, Karutan Kelas IIB Padangpanjang Novri Abbas menyampaikan, program bedah rumah yang dilaksanakan tersebut merupakan bentuk perhatian dari Dirjen Imipas terhadap masyarakat yang kurang mampu.
“Selain pelayanan kepada wargabinaan, kami juga hadir untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat di luar penjara, salah satunya melalui program bedah rumah, penyaluran sembako dan bantuan lainnya,” ucap mantan Kepala Bapas Bukittiggi itu.
Novri Abbas menyebutkan, untuk bedah rumah milik Syafrizal tersebut, selain melalukan perbaikan terhadap kondisi rumah, yang sebelumnya berukuran 2×2,5 meter, diperlebar menjadi 4×4 meter.
“Semua material dan pekerja berasal dari Rutan Kelas IIB Padangpanjang. Dimana, untuk pengerjaannya sendiri, dilakukan sejak Sabtu hingga Senin (3 hari-red). Sehingga rumah ini benar-benar layak untuk ditempati,” urainya.
Novri Abbas juga menyebutkan, Rutan Kelas IIB Padangpanjang selalu siap melakukan kerjasama dengan berbagai pihak dalam program pemberdayaan masyarakat. Khususnya, program-program pengentasan kemiskinan dan pengentasan stunting yang menjadi Nawa Cita Presiden Prabowo Subianto. (*)





