Padang, Rakyat Sumbar – Tren batu akik yang pernah booming di Kota Padang kini mulai meredup. Jalan Nusantara Building, Hiligoo, kawasan Pasar Raya pernah menjadi pusat aktivitas jual-beli batu akik yang ramai dan semarak pada masa kejayaannya sekitar tahun 2014-2015.
Namun, seiring berjalannya waktu, demam batu akik mulai mereda, mempengaruhi pendapatan para pedagang dan pengrajin di wilayah tersebut.
Batu akik sendiri merupakan batu gemstone yang biasa digunakan sebagai perhiasan, terutama cincin, dengan berbagai jenis dan warna yang menarik minat kolektor maupun penggemar.
Jenis batu akik yang populer di Indonesia antara lain Biduri, yang dikenal dengan warna biru keabu-abuan serta kilauan menyerupai mutiara Cimpago, batu berwarna merah dan coklat yang unik. Ada jenis calcédoine lainnya seperti Yaman, Kalimaya, dan Bacan yang memiliki variasi warna dan keindahan tersendiri.
Salah satu pedagang dan pengrajin setia, Joe Mistar, pengelola lapak Pak John Gemstone, menceritakan pengalamannya kepada Harian Umum Rakyat Sumbar. “Saya melanjutkan usaha kakak sejak tren batu akik mulai ramai dahulu. Pendapatan sekarang jauh berbeda, dulu setiap hari pasti ada pembeli, sekarang hanya sesekali,” ungkap Mistar saat ditemui di lapak jualannya, Selasa (28/07/2026).
Mistar mengakui bahwa modal yang diperlukan kini jauh berkurang. “Kalau dulu modal jutaan untuk stok batu, sekarang cukup ratusan ribu saja, sesuai permintaan pelanggan,” katanya. Meski keuntungan berkurang dan hanya cukup untuk menutup biaya operasional, Mistar tetap konsisten menjalankan usahanya demi mempertahankan mata pencaharian.
Harga jual batu akik saat ini menurun signifikan. “Dulu batu jenis tertentu bisa laku ratusan ribu rupiah, sekarang sudah turun,” ujarnya dengan senyum kecil. Walaupun secara finansial tidak sebesar dahulu, ia memandang usaha itu sebagai rutinitas sekaligus cara untuk menghindari menganggur.
Joe Mistar juga menyampaikan harapannya agar Pemerintah Kota Padang memberikan perhatian khusus bagi para pelaku usaha batu akik yang masuk kategori Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Ia berharap mendapat bantuan berupa mesin gerinda dan mesin potong serta pelatihan agar kualitas produksi dapat ditingkatkan. “Kami sangat membutuhkan bantuan ini. Pemerintah mendukung UMKM lain, kami juga ingin dilirik dan dibantu,” ujarnya.
Bagi masyarakat yang ingin mengasah batu atau membuat perhiasan cincin dari batu akik, lapak Pak John Gemstone siap melayani mulai pukul 08.30 hingga 17.00. Di sana tersedia aneka jenis batu calcédoine seperti Biduri dan Cimpago dengan beragam ikatan cantik yang bisa dijadikan koleksi atau oleh-oleh khas Kota Padang.
Fenomena meredupnya batu akik ini menjadi tantangan bagi para pengrajin dan pedagang, namun dengan semangat dan loyalitas terhadap kualitas serta pelayanan, mereka berusaha bertahan di tengah perubahan tren.(fwi)





