rakyatsumbar.id

Berita Sumbar Terkini

Beranda » Rapid Test 57 Warga Pasaman Negatif

Rapid Test 57 Warga Pasaman Negatif

Tim Gugus Tugas saat melakukan rapid tes terhadap puluhan warga di Kecamatan Simpati, Kabupaten Pasaman.

Pasaman, Rakyat Sumbar—Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Kabupaten Pasaman melalui Puskesmas Kecamatan Simpang Alahan Mati (Simpati), melakukan tes cepat atau rapid test terhadap puluhan warga yang pernah melakukan kontak dengan pasien positif kasus 01 dan 02 di Simpati.

“Rapid test sudah dilakukan, hasilnya mereka semua negatif covid 19,” kata Juru bicara gugus tugas percepatan penanggulangan Covid-19 Pasaman, Williyam Hutabarat melalui Kepala Puskesmas Simpati, Fitria, Jumat (17/4).

Katanya, dari hasil tracing, terdapat 57 orang yang diduga telah melakukan kontak sosial dengan kedua pasien positif tersebut.

“Pasien positif 01 Y, kami menemukan sekitar 30 orang diantaranya pernah kontak sosial  dengannya. Kemudian 27 orang masyarakat yang kontak dengan pasien positif 02 yakni tuan R,” terang Fitria.

Tim Gugus Tugas saat melakukan rapid tes terhadap puluhan warga di Kecamatan Simpati, Kabupaten Pasaman.

Fitria menjelaskan bahwa, rapid tes terhadap 57 warga di Kampung Koto, Simpang III Nagari Simpang, Kecamatan Simpati ini merupakan untuk yang kedua kalinya. “Alhamdulilah, dari hasil tes yang kedua ini hasilnya negatif,” ucap Fitria.

Dia menuturkan, pada saat kami turun kelapangan dalam melaksanakan rapid tes terhadap puluhan warga itu, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) yang lengkap.

“Selain memakai APD, kita juga pakai masker, hand sanitizer, sarung tangan dan lainnya, yang kesemua itu merupakan bantuan dari Gugus Tugas Kabupaten Pasaman,” katanya.

Kata Fitria, pihaknya  saat ini juga tengah dilakukan penelusuran riwayat kontak sosial lainnya dengan pasien Covid-19 untuk dilakukan rapid tes.

“Disamping melakukan rafid test kepada masyarakat, kami juga melakukan sosialisasi agar masyarakat selalu menjaga pola hidup sehat dan bersih. Kemudian sering cuci tangan dengan sabun, selalu memakai masker, jaga jarak antar sesama, tidak berkerumun atau tidak berkumpul-kumpul. Intinya meminta masyarakat mematuhi protokol kesehatan yang ada,” katanya mengakhiri. (zon)

 

 

 

About Post Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *