rakyatsumbar.id

Berita Sumbar Terkini

Beranda » “Polisi Belajar” Ala Polres Padangpanjang, Menda Pamuntjak Alam: Bidang Kehumasan Mendapat Porsi Lebih

“Polisi Belajar” Ala Polres Padangpanjang, Menda Pamuntjak Alam: Bidang Kehumasan Mendapat Porsi Lebih

Padangpanjang, rakyatsumbar.id
Kapolres Padangpanjang AKBP Novianto Taryono ingin mengubah paradigma berpikir aparatur kepolisian di bawah kepemimpinannya melalui konsep Polisi Belajar.

Arahnya agar mengikuti arus perubahan secara dinamis. Tidak cenderung apatis saat memikulnya sebagai beban berat dari tuntutan menyandang profesi. Selain itu menerima amanah dan pertanggungawaban dari jabatan.

“Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan kebutuhan masyarakat menuntut Polri harus mengikuti perubahan yang salah satunya dalam bentuk peningkatan kemampuan diperlukan inovasi.”

“Program Polisi Belajar dengan memanfaatkan sarana teknologi informasi diharapkan dapat menjadi solusi yang bernas,” kata AKBP Novianto Taryono.

Itu dikatakannya saat membuka kegiatan edukasi bertajuk, Komunikasi Humanis Polisi di antara Citra dan Reputasi, Rabu (6/4/2022).

Saat acara Kapolres bersama Wakapolres Kompol Alvira, puluhan bintara dan perwira pertama di jajaran Polres Padangpanjang.

Kegiatan menghadirkan narasumber Dr.(C). M.A.Dalmenda. M.Si Dt. Pamuntjak Alam, M.Si. ia merupakan akademisi Ilmu Komunikasi Fisip Unand dan juga Staf Ahli Rektor Unand Bidang Komunikasi dan Media.

Lintas Generasi jadi Motor Penggerak

Menurut Kapolres, lintas generasi di kepolisian harus menjadi motor penggerak bagi kemajuan di jajaran kepolisian.

Hal ini jangan menjadi beban atau bahkan menjadi penghambat dalam proses kemajuan di tubuh Polri.

Jangan berpikir skeptis dan apatis menghadapi perubahan. Harus realistis, dinamis dan humanis.

Upaya mewujudkannya butuh ruang edukasi secara professional, proposional dan berkelanjutan.

Program ini, lanjut Kapolres, menjadi salah satu solusi dalam rangka tingkatkan kemampuan anggota Polri melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi, para pakar dan stakeholder yang terkait dengan tugas kepolisian.

Materi program Polisi Belajar, tidak hanya masalah hukum, akan tetapi seluruh disiplin ilmu yang berkaitan dengan tugas kepolisian.

Seperti disiplin ilmu komunikasi, anteropoligi, perilaku/budaya organisasi, dan lainnya.

“Kita berharap ke depan akan ada perubahan mindset dan kultur anggota Polri yang tercermin dalam pelaksanaan tugas di lapangan.”

“Terutama dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat,” harap Kapolres.

Watak Humanis Ujung Tombak Institusi

Di sisi lain, narasumber M.A. Dalmenda menyebutkan, watak humanis kepolisian menjadi ujung tombak institusi ini agar dapat bersinergi dengan berbagai elemen masyarakat.

Sehingga kembali mendapat kepercayaan masyarakat dalam pengayoman.

Kemitraan kepolisian dengan masyarakat harus diperkuat. Persoalan kemananan dan kenyamanan masyarakat bukan semata menjadi tanggungjawab kepolisian.

Melainkan ada kontribusi dan peran tokoh masyarakat secara khususnya dan anggota masyarakat pada umumnya.

”Menuju suatu perubahan menjadi polisi yang humanis sepatutnya diawali dengan adanya perubahan pola pikir atau sudut pandang.”

“Paradigma dari pola pikir ini akan menggiring setiap anggota kepolisian menuju perubahan dalam menjalankan tupoksi.”

“Ketika adanya perubahan pola pikir pada setiap insan personil polisi, maka akan menjadi tradisi sebagai bentuk budaya kerja yang mumpuni dengan berkesinambungan, “ papar mantan Kabag Humas Setdako Padangpanjang itu.

Tercipta Citra Baik

Pola polisi yang lebih humanistik dalam berinteraksi dan membangun komunikasi publik secara efektif dengan masyarakat maka akan tercipta suatu reputasi yang positif dari masyarakat.

Biarkan masyarakat yang memberikan penilaian terhadap pelayanan polisi sebagai pengayom masyarakat sesuai tupoksi sehingga citra baik atau positif akan tercipta dengan sendirinya dengan tanpa melalui pencitraan dari internal institusi polisi.

Di era Kapolri Jenderal Listyio Sigit telah menggiring konsep polisi yang humanis.

Lokomotif yang tangguh akan gerbong beasr institusi polri sedang menggiring konsep humanisme itu dalam konteks baru pelayanan polisi pada masyarakat.

Pola humanisme akan mencetak para patriot sejati sesuai tupoksi dalam menjalankan tugasnya.

“Saat ini, bidang humas semakin tampak dibuat nyata oleh Kapolri.”

“Lihatlah Kadiv Humas Polri kerap muncul layar televisi mewakili institusinya. Begitu juga tingkat Polda dan perlu lagi ditumbuhkembangkan hingga ke jajaran Polres dan Polsek.”

“Artinya bidang kehumasan mendapat porsi lebih untuk mengaktualisasikan diri dalam penyebaran dan keterbukaan informasi public,” jelas Menda Pamuntjak Alam.

Terkait dengan pemahaman kearifan lokal bagi institusi kepolisian, khususnya di Sumbar, Polda Sumbar telah melakukan MoU dengan LKAAM.

Hal ini untuk merawat nilai kearifan lokal yang berkembang di masyarakat seperti adat istiadat, bahasa, kebiasaan, kultur, dan budaya.

Sehingga setiap persoalan yang terjadi di tengah masyarakat selesai dengan pendekatan sosial budaya dan pendekatan adat istiadat.

Komitmen ini perlu duduk bersama pada jajaran polres dan LKAAM tingkat kabupaten, kota, LKAAM dan Polsek tingkat kecamatan hingga pada KAN setiap nagari. (ri)

About Post Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *