Padang, Rakyat Sumbar – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Barat terus mengintensifkan upaya pemulihan jaringan listrik menyusul banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah Kota Padang sejak Sabtu (10/10) sore. Petugas PLN dikerahkan secara maksimal untuk menangani kerusakan infrastruktur kelistrikan di kawasan Lubuk Minturun dan Kelurahan Guo, Kecamatan Kuranji. Di tengah kondisi lingkungan pascabencana, petugas bergerak melakukan pengamanan, perbaikan, dan penormalan jaringan secara bertahap agar masyarakat dapat kembali menikmati pasokan listrik dengan aman.
Hujan lebat yang mengguyur Kota Padang sejak Sabtu (10/10) pukul 16.00 WIB berdampak pada jaringan distribusi listrik di wilayah kerja PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Padang, khususnya Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tabing dan ULP Kuranji. Banjir menyebabkan kerusakan fisik pada sejumlah infrastruktur kelistrikan, mulai dari tiang listrik yang roboh dan miring hingga jaringan tegangan rendah yang membutuhkan penanganan langsung di lapangan.
Merespons kondisi tersebut, PLN mengerahkan petugas untuk mengamankan jaringan dan memperbaiki infrastruktur yang terdampak. Penanganan dilakukan secara terkoordinasi dengan mempertimbangkan kondisi lokasi pascabanjir, akses menuju titik kerusakan, serta aspek keselamatan petugas dan masyarakat.
General Manager PLN UID Sumatera Barat, Ririn Rachmawardini, menyampaikan bahwa PLN berkomitmen memulihkan pasokan listrik bagi masyarakat secara bertahap dengan tetap mengutamakan keselamatan.
“Ketika banjir melanda, masyarakat tidak hanya menghadapi kerusakan lingkungan dan rumah, tetapi juga harus berupaya memulihkan kehidupan sehari-hari. Kami memahami betapa pentingnya listrik dalam proses tersebut. Karena itu, petugas PLN terus berupaya menangani jaringan yang terdampak agar pasokan listrik dapat kembali dinikmati masyarakat dengan aman. Kami berharap upaya ini dapat membantu warga melewati masa sulit dan kembali menjalankan aktivitas sehari-hari,” ujar Ririn.
Untuk mengoordinasikan penanganan di lapangan, Manager PLN UP3 Padang, Rudi Hamiri, bersama tim mengawal proses pemulihan jaringan. PLN juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) guna mendukung pembukaan akses menuju lokasi terdampak serta memastikan pekerjaan perbaikan memperhatikan kondisi lingkungan pascabencana.
Proses pemulihan dilakukan secara bertahap melalui penormalan jaringan di lokasi Pasar Lalang dan Lumin Park. Penanganan dilanjutkan dengan perbaikan infrastruktur kelistrikan yang terdampak banjir untuk memastikan jaringan dapat kembali beroperasi secara aman dan mendukung pemulihan pasokan listrik bagi masyarakat.
Seluruh pekerjaan dilakukan dengan mempertimbangkan tingkat kerusakan dan kondisi di setiap lokasi. Di tengah tantangan lingkungan pascabanjir, petugas terus mengupayakan pemulihan jaringan secara cermat dengan mengutamakan keselamatan serta keandalan pasokan listrik.
Upaya penanganan tersebut membuahkan hasil dengan kembali normalnya pasokan listrik bagi sebagian besar pelanggan terdampak. Meski demikian, masih terdapat dua pelanggan di wilayah Tabing yang rumahnya mengalami kerusakan berat akibat banjir. Untuk mencegah potensi bahaya kelistrikan, pasokan listrik menuju kedua rumah tersebut sementara diisolasi hingga kondisi bangunan dan instalasi memungkinkan untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.
Ririn menjelaskan bahwa pemulihan jaringan tidak hanya berorientasi pada kembalinya pasokan listrik, tetapi juga memastikan keamanan instalasi dan kondisi lingkungan pelanggan, terutama pada rumah yang mengalami kerusakan berat.
“Bagi kami, memastikan listrik kembali menyala harus berjalan seiring dengan memastikan keselamatan masyarakat. Pada rumah yang mengalami kerusakan berat, pasokan listrik sementara kami amankan untuk mencegah risiko yang dapat membahayakan penghuni. Penanganan akan terus kami kawal hingga kondisi di lokasi memungkinkan untuk dilakukan penormalan kembali. Kami ingin masyarakat tidak hanya kembali mendapatkan listrik, tetapi juga merasa aman saat menggunakannya,” jelas Ririn.
Selain melakukan pemulihan jaringan, PLN UID Sumatera Barat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya kelistrikan pascabanjir. Warga diminta tidak menyentuh instalasi listrik yang terendam air, kabel yang terkelupas, maupun tiang dan jaringan listrik yang mengalami kerusakan. Apabila menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan, masyarakat dapat segera melaporkannya melalui aplikasi PLN Mobile agar dapat ditindaklanjuti oleh petugas.
PLN UID Sumatera Barat memastikan penanganan jaringan terdampak terus dikawal melalui kesiapan personel, dukungan material, dan koordinasi dengan pihak terkait. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen PLN dalam menjaga keandalan pasokan listrik sekaligus mendukung pemulihan aktivitas masyarakat setelah bencana.
Bagi PLN, setiap jaringan yang kembali normal bukan sekadar keberhasilan teknis, melainkan bagian dari upaya membantu masyarakat kembali menjalankan kehidupan sehari-hari. Dengan tetap mengutamakan keselamatan, PLN terus berupaya memastikan pasokan listrik bagi pelanggan terdampak pulih secara bertahap, aman, dan andal. (*)





