Padangpanjang, rakyatsumbar.id — Pemilihan bahan bacaan yang sesuai dengan usia dan kebutuhan anak menjadi perhatian dalam pengembangan ekosistem literasi di sekolah. Hal itu mendorong digelarnya pelatihan Content Intelligence for School Libraries, berupa Smart Filtering Literatur Anak dan Remaja Berbasis Content Analysis di Kota Padangpanjang.
Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam tiga tahap. Tahap pertama digelar 9 Juli 2026 dengan melibatkan siswa SD dan SMP sederajat se-Kota Padangpanjang. Tahap ini diarahkan untuk memetakan kebutuhan serta minat anak terhadap berbagai jenis literatur yang tersedia.
Tahap kedua dilaksanakan 21 Juli 2026 di Kantor Dinas Pendidikan Kota Padangpanjang. Kegiatan melibatkan pustakawan, tenaga perpustakaan serta guru Bahasa Indonesia tingkat SD dan SMP sederajat.
Pada tahap ini peserta mendapatkan pemahaman mengenai pendekatan yang digunakan sekaligus sosialisasi metode smart filtering dalam pemilihan bahan bacaan.
Materi pelatihan disampaikan sejumlah narasumber. Dr. Dian Hasfera, M.I.Kom., membahas literatur anak, penjenjangan bahan bacaan untuk anak dan remaja serta analisis konten bacaan.
Sementara M. Fadli, M.I.Kom., memaparkan peran perpustakaan sebagai pusat ekosistem literasi bagi anak dan remaja. Jeihan Nabila, M.I.Kom., membahas perkembangan konten digital bagi anak dan remaja beserta dampaknya.
Ketua Tim Pengabdian, Dr. Yona Primadesi, M.Hum., mengatakan kegiatan tersebut diarahkan untuk menghubungkan kebutuhan pembaca dengan praktik pemilihan buku di sekolah. Materi yang diberikan mencakup konsep literatur anak, prinsip kurasi, analisis konten, penilaian kualitas buku hingga strategi pengembangan koleksi perpustakaan sekolah.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kota Padangpanjang, pustakawan dan tenaga perpustakaan tingkat SD dan SMP sederajat, serta perwakilan siswa dari sekolah di Kota Padang Panjang. Pelibatan berbagai unsur tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam menentukan bahan bacaan yang tepat dan relevan bagi peserta didik.
Tahap ketiga dijadwalkan berlangsung 6-9 Oktober 2026 melalui evaluasi di sejumlah sekolah yang dijadikan sampel. Evaluasi tersebut diharapkan menjadi bagian dari pendampingan berkelanjutan, termasuk penyempurnaan modul dan lembar smart filtering berdasarkan masukan pustakawan dan guru, pemutakhiran peta koleksi sekolah, serta tindak lanjut berkala bersama Dinas Pendidikan Kota Padangpanjang. (ned)





