Padang, rakyatsumbar.id— Polsek Koto Tangah, Polresta Padang, bergerak cepat mengantisipasi dampak kabut asap yang ditimbulkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Salah satu langkah yang dilakukan yakni membagikan masker gratis kepada masyarakat, khususnya pengguna jalan yang beraktivitas di luar rumah.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu (09/09/2026) sekitar pukul 07.30 WIB di wilayah hukum Polsek Koto Tangah. Sejumlah personel kepolisian turun langsung ke lapangan dan membagikan masker kepada pengendara, pejalan kaki, serta pelajar yang melintas.
Pembagian masker dilakukan mengingat kondisi udara yang terdampak asap berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat. Paparan asap, terutama jika terjadi dalam waktu cukup lama, dapat menimbulkan gangguan pada saluran pernapasan, terlebih bagi anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.
Kapolsek Koto Tangah Kompol Afrino, SH., MH, mengatakan pembagian masker tersebut merupakan bentuk kepedulian kepolisian terhadap masyarakat di tengah kondisi udara yang terdampak kabut asap.
Menurutnya, kegiatan tersebut telah dilaksanakan selama dua hari. Hingga Rabu, sedikitnya sekitar 400 lembar masker telah dibagikan kepada masyarakat.
“Kegiatan ini sudah kami laksanakan selama dua hari. Sampai hari ini kurang lebih 400 masker sudah kami bagikan kepada masyarakat,” ujar Afrino.
Ia mengatakan, sasaran pembagian masker tidak hanya pengendara kendaraan bermotor, tetapi juga masyarakat yang menggunakan jalan raya dan melakukan aktivitas di luar rumah.
Pelajar menjadi salah satu kelompok yang mendapat perhatian karena aktivitas mereka berlangsung pada pagi hari ketika kondisi udara masih berpotensi terdampak asap.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya pelajar dan pengendara, untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah sebagai langkah perlindungan dari paparan asap,” katanya.
Afrino juga mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap sepele kondisi kabut asap. Masyarakat diharapkan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara semakin memburuk.
Selain menggunakan masker, masyarakat juga diminta memperhatikan kondisi kesehatan. Apabila mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, mata perih, atau gangguan kesehatan lainnya setelah terpapar asap, warga diimbau segera mengambil langkah penanganan dan mendapatkan pelayanan kesehatan.
Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Koto Tangah tidak hanya membagikan masker. Polisi juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.
Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama pembakaran lahan secara sembarangan. Kondisi cuaca yang kering dapat membuat api lebih mudah menyebar dan memperbesar risiko terjadinya karhutla.
“Kami juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap kondisi lingkungan dan bersama-sama mencegah terjadinya karhutla,” ungkapnya.
Langkah preventif tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat sekaligus memastikan situasi tetap aman dan kondusif di wilayah hukum Polsek Koto Tangah.
Polsek Koto Tangah memastikan personel akan terus hadir di tengah masyarakat dan melakukan langkah-langkah yang diperlukan sesuai perkembangan kondisi di lapangan.
Selain mengantisipasi dampak kesehatan akibat kabut asap, kepolisian juga mengajak seluruh elemen masyarakat berperan aktif dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan.
Dengan penggunaan masker dan kewaspadaan bersama, diharapkan dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat dapat diminimalkan. Masyarakat juga diharapkan tetap mengikuti informasi serta imbauan dari pemerintah dan instansi terkait mengenai kondisi kualitas udara dan perkembangan karhutla. (jef)





