Perdana di Indonesia, Sumbar Berangkatkan 40 Peserta SMK Go Global ke Malaysia

Wamen P2MI Dzulfikar Ahmad Tawalla saat melepas 40 peserta Pelatihan Food Patisserie dan Food Service Program SMK Go Global Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumbar ke Malaysia, Jum'at (18/09/2026). 
Wamen P2MI Dzulfikar Ahmad Tawalla saat melepas 40 peserta Pelatihan Food Patisserie dan Food Service Program SMK Go Global Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumbar ke Malaysia, Jum'at (18/09/2026). 

Padang, rakyatsumbar.id–Sebanyak 40 peserta Pelatihan Food Patisserie dan Food Service Program SMK Go Global Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumbar, dilepas secara resmi untuk bekerja ke Malaysia.

Pelepasan dilakukan oleh Wakil Menteri (Wamen) Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Dzulfikar Ahmad Tawalla di Balai Diklat Industri (BDI) Padang, Jum’at (18/09/2026).

Dalam arahannya, Dzulfikar menyampaikan bahwa para peserta yang diberangkatkan bukan sekadar tenaga kerja, tetapi juga merupakan patriot bangsa dan duta Indonesia di luar negeri.

Para peserta diharapkan mampu membawa ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama bekerja di Malaysia untuk kemudian dimanfaatkan dalam membangun keluarga, kampung halaman, Sumatera Barat, dan Indonesia.

“Kumpulkan ilmu, jadikan ilmu itu untuk membangun Indonesia nantinya.” harap Wamen.

Dzulfikar juga menambahkan bahwa pelepasan sebanyak 40 orang di Sumbar ini merupakan pertama kalinya di Indonesia pada program SMK Go Global pada Kementerian P2MI.

“Pelepasan kali ini adalah momen bersejarah, karena pelepasan penempatan pertama ke luar negeri program SMK Go Global,” ujar Wamen.

Sementara itu, Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumatera Barat, Firdaus Firman, mengatakan bahwa Program SMK Go Global merupakan bagian dari upaya membuka akses bagi generasi muda Sumatera Barat untuk memasuki pasar kerja global dengan bekal kompetensi, keterampilan, sertifikasi dan kesiapan kerja.

Kepala BP3MI Sumbar Jupriyadi menambahkan bahwa peserta mendapatkan pelatihan intensif selama 20 hari dengan total 200 Jam Pelajaran. Dari 40 peserta, 39 orang telah siap diberangkatkan ke Malaysia, sementara 1 peserta masih menyelesaikan tahapan lanjutan. Penempatan difasilitasi melalui skema Private to Private oleh PT Jafa Indo Corpora.

Turut Hadir Dwi Setiawan Susanto, Dirjen Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri (P3KLN), Ahnas, Dirjen Penempatan Kementerian P2MI, Lia Parisiana Direktur Peningkatan Kapasitas, Kepala BP3MI Sumbar dan jajaran, jajaran pimpinan Balai Diklat Industri, serta Lelya Nofitri, Kacab P3MI Jafa Indo Corpora.

Selamat jalan dan selamat berjuang, para calon pekerja migran Indonesia. Jadilah pekerja yang kompeten, profesional, berintegritas, dan tetap membawa nama baik Indonesia. (rel/juf)