rakyatsumbar.id

Berita Sumbar Terkini

Beranda » Penularan Lokal Terjadi di Padangpanjang, RSUD Ditutup

Penularan Lokal Terjadi di Padangpanjang, RSUD Ditutup

RSDU Padangpanjang.

Bertambah 5 dari Masyarakat Umum

Padangpanjang, Rakyat Sumbar—Penderita positif virus Korona (Covid-19) di Kota Padangpanjang bertambah 6 orang, sehingga total menjadi 19 orang. Penambahan ini dikategorikan sudah transmisi atau penularan lokal generasi pertama.

Lonjakan penderita terjadi setelah dua hari ditemukan kasus pertama yang menginfeksi 13 tenaga medis (Nakes) RSUD Padangpanjang, Jumat lalu (1/5). Pada hari Sabtu 2 Mei bertambah 1 kasus, masih dari Nakes. Lalu pada Minggu bertambah 5 kasus, semunya merupakan masyarakat umum yang diduga kontak langsung dengan sejumlah Nakes positif Covid-19.

Kepala Dinas Kominfo Kota Padangpanjang, Ampera Salim menyebutkan, dari 14 pasien positif Covid-19 yang terjangkit hingga Sabtu (2/5). Kembali hasil swab dari Laboraturium Unand mengeluarkan ada penambahan pasien positif sebanyak 5 orang pada Minggu (3/5).

Dikatakan Ampera Salim, sesuai data yang dikeluarkan Dinas Kesehatan setempat, untuk 13 pasien positif sesuai hasil Swab Tes Jumat lalu, dilakukan penomoran sesuai dengan daerah domisili, dimana pasien 1 berasal dari Kelurahan Ekor Lubuk, pasien 2 dari Silaing Bawah, pasien 3 daei Guguk Malintang,  pasien 4 dari Eko Lubuk, pasien 5 dari Guguk Malintang, pasien 6 dari Balai-Balai, pasien 7 dari Siliang Bawah.

Kemudian, pasien 8 dari Silaing Atas, pasien 9 dari Kampung Manggis, pasien 10 daei Guguk Malintang, pasien 11 dari Koto Katiak, pasien 12 dari Tanah Hitam, pasien 13 dari Kayu Tanam Kabupaten Padangpariamab, pasien 14 dari Ngalau.

Sementara, tambahan pasien positif baru dengan nomor pasien 15, 16,17 dan 18 berasal dari Kampung Manggis dan pasien 19 dari Guguk Malintang.

” Ada tambahan lima orang dari data positif covid 19 sebelumnya.  Kelimanya bukan Tenaga Medis RSUD Kota Padangpanjanh. Tetapi merupakan masyarakat umum kerabat dekat dari Pasien 9, yaitu Pasien 15, Pasien 16, Pasien 17,  Pasien 18. Sedangkan Pasien 19 masyarakat umum  berasal dari Jakarta,” jelas Ampera.

Ampera juga menyampaikan, seluruh pasien yang dinyatakan positif terpapar viris Korona telah diisolasi di RSUD Kota Padangpanjang.

“Mudah-mudahan, seluruh pasien yang dinyatakan positif, bisa kembali sembuh dan beraktifitas seperti semula,” ungkapnya.

RSUD Ditutup Sementara

Perang terhadap penyebaran Virus Covid-19 terus dilakukan Pemko Padangpanjang. Selain menutup sementara RSUD setempat, untuk memutus mata rantai penyebaran, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona (PPVC) setempat, juga melakukan penyemprotan terhadap sejumlah lokasi dan fasilitas umum.

Juru Bicara Gugus Tugas PPVC Kota Padangpanjang yang juga Kepala Dinas Kesehatan kota setempat Nuryanuwar, Minggu (3/5) menyampaikan, hingga kemarin, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Padangpanjang tercatat 135 orang dan 125 orang diantaranya telah habis masa karantina.

Untuk data Pasien Dalam Pemantauan (PDP) tercatat sebanyak 8 orang. Dimana, 5 orang negatif dan sembuh, 1  orang RDT atau Rapid Diagnotic Test, 2 orang hasil lab negatif dan isolasi mandiri di rumah, dan 1 orang meninggal di RSUP M Djamil Padang dengan hasil lab negatif.

“Kita berharap dan berupaya Covid-19 positif dan PDP tidak bertambah sejalan dengan diberlakukannya PSBB. Harapan kita tidak bertambah,” ujar Nuryanuwar.

Pemerintah Kota, sebut Nuryanuwar, tidak henti-hentinya menyampaikan terima kasih mendalam dan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak dalam tim PPVC Kota yang tidak kenal lelah dan menyerah di dalam penanganan Covid-19.

“Mudah-mudahan dengan kerja sama seluruh pihak juga masyarakat, Kota Padangpanjang terjauh dari wabah Covid-19,” tutup Nuryanuwar.

Sementara itu, Direktur RSUD Kota Padangpanjang Ardoni mengumumkan, spesimen swab milik 75 orang tenaga kesehatan RSUD dinyatakan negatif, usai melewati uji diagnostik di Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) Padang.

Dikatakan Ardoni, pihaknya mengirimkan sebanyak 75 sampel swab test itu dikirim pada Jumat (1/5) ke Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) Padang, dan dinyakatan negatif.

“Hasil Swab tahap kedua terhadap tenaga kesehatan RSUD Padangpanjang yang kontak pasien NS yang positif covid, dan hasil test swab dinyatakan negatif,” ujar Ardoni.

Menurut Ardoni, dengan hasil tersebut 75 tenaga kesehatan tersebut bisa langsung bekerja kembali melayani pasien di RSUD Padangpanjang. “Selanjutnya mereka kembali masuk kerja karena kita butuh tenaga mereka,” ujarnya.

Ardoni mengatakan masih ada beberapa sampel yang dikirim Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Unand Padang. “Kita masih tetap melakukan Swab terhadap seluruh tenaga kesehatan RSUD Padangpanjang sampai tuntas,” tambahnya.

Selain penanganan secara medis, upaya yang dilakukan dalam mencegah penyebaran virus Korona. Petugas Pemadam Kebakaran Satpol PP dan Damkar Kota Padangpanjang ikut ambil peran dalam proses pencegahan Covid-19, dengan kembali lakukan penyemprotan disinfektan di fasilitas umum.

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kasi Damkar Jhon Eriko itu, lokasi yang dituju adalah Jalan Protokol, RSUD dan Ruang IGD, Pasar Bukit Surungan, Pasar Pusat Padangpanjang, Teminal Bukit Surungan dan fasilitas halte.

“Tetap semangat, tetap kuat dan hindari keramaian, semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT,” ungkap Jhon Eriko. (ned)

 

About Post Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *