Penguatan #dirumahaja Perlu Bersahaja

5198
Muhammad Subhan

 

Oleh : Muhammad Subhan

(Penulis & Pegiat Literasi)

TABLOID Kontan edisi Selasa, 7 April 2020 memetakan Efek Positif dan Negatif Pandemi Korona ke Sektor Industri di Indonesia. Korona disebut menghantam industri Pariwisata, Penerbangan, Otomotif, Konstruksi, Infrastruktur, Finansial, Migas, dan Agribisnis. Meski begitu, di tengah musibah global, Telekomunikasi, Ritel dan e-Commerce, Farmasi, Produk Pembersih dan Alkes, potensinya menguat.

Muhammad Subhan

Banyaknya aktivitas orang #dirumahaja mau tidak mau meningkatkan kebutuhan pada Telekomunikasi, Ritel dan e-Commerse. Belanja pulsa gawai dan kebutuhan pada internet agar tetap terakses ke dunia luar menjadi tinggi—dan untung saja jaringan telekomunikasi tidak putus akibat hantaman penyakit tak berwujud itu.

Demikian pula belanja online terutama untuk kebutuhan rumah tangga dan berpindahnya pekerjaan sekolah ke rumah semakin meningkat drastis, termasuk kebutuhan pada obat-obatan (farmasi), juga segala produk pembersih agar terbebas dari ancaman Korona.

Pekerja-pekerja di sektor yang menguat tentu masih ada harapan untuk bertahan hidup, meski aktivitas di luar rumah semakin dibatasi. Tetapi pekerja-pekerja di sektor yang melemah menjadi objek terdampak dan terancam ter(di)putus hubungan kerja jika mesin perusahaan tak berjalan dengan baik atau bahkan gulung tikar. Satu-satunya harapan tidak bisa tidak bahwa penguatan #dirumahaja menjadi penting dan bukan sekadar rehat sementara waktu tetapi tetap aktif mencari cara agar kerja-kerja kreatif dari rumah mampu ditumbuhkan sehingga dapat menjadi alternatif jika pekerjaan-pekerjaan di luar rumah tidak dapat diharapkan lagi.

Menunggu dan ketergantungan pada bantuan pemerintah juga bukan satu-satunya solusi, sebab keterbatasan gerak dan daya jangkau pemerintah masih diragukan serta seringkali tidak tepat sasaran. Harapan lebih besar kepada pemerintah adalah penguatan-penguatan regulasi yang berpihak kepada rakyat, tidak memberi kabar petakut melalui media-media pendukung pemerintah, menekan serangan HOAX serta mempercepat penyaluran-penyaluran bantuan kepada keluarga-keluarga korban terdampak Korona.

Lalu apa yang bisa kita lakukan dari rumah di saat-saat genting seperti di zaman perang sekarang ini?

Yang paling mendasar adalah penguatan ekonomi agar asap dapur dapat terus mengepul sehingga tidak menimbulkan efek penyakit baru yang muncul di rumah tangga lalu berimbas pada kasus-kasus kekerasan rumah tangga dan kriminalitas. Penyakit sosial itu lebih berbahaya dari Korona jika tidak disikapi secara bijaksana, baik bagi masyarakat yang sedang #dirumahaja atau oleh pemangku kebijakan yang ikut bertanggung jawab melindungi hajat hidup rakyatnya.

Pituah leluhur kembali ke alam, alam terkembang menjadi guru, adalah jalan tengah yang patut dipertimbangkan bagi masyarakat terdampak Korona. Pemanfaatan pekarangan rumah, baik di halaman depan, samping, dan belakang patut menjadi perhatian, kemudian digarap semaksimal mungkin untuk menanam tanaman dapur dan tanaman obat-obatan. Di sini pemerintah daerah ikut berperan melalui kelompok-kelompok kerja di tingkatan pemerintah paling rendah seperti Kelurahan dan RT/RW agar gerakan setiap rumah punya tanaman obat dan tanaman dapur dapat masif dikampanyekan.

Eksistensi tanaman obat dan tanaman dapur itu dapat menjadi alternatif sementara menjelang kondisi dapat kembali normal. Setidaknya dapat ditanam umbi-umbian, cabai, bawang, kentang, kangkung, lengkuas, jahe, temulawak, dan lainnya. Umbi-umbian dapat diolah sebagai makanan pengganti beras jika kondisi tersulit dihadapi.

Persoalannya bagaimana dengan masyarakat yang tidak memiliki rumah dengan pekarangan luas?

Ini masalah berikutnya, maka solidaritas warga harus ditumbuhkan, dan antarwarga dapat saling bekerja sama agar rumah-rumah warga berpekarangan dapat dikembangkan lebih luas sehingga tanaman dapur dan tanaman obat bisa lebih maksimal ditanam. Seburuk-buruknya keadaan bisa ditindaklanjuti dengan program satu kampung satu dapur umum—bukan saja menggerakkan pekerja urusan dapur tetapi juga memberdayakan petugas keamanan serta tenaga medis sebagai tenaga yang perannya strategis.

Seandainya penguatan dapur ini cukup berjalan dengan baik, maka penguatan berikutnya adalah perlunya pemberdayaan ekonomi masyarakat dari rumah. Industri-industri kreatif melalui pasar-pasar online harus digencarkan. Suatu hari dapat menjadi industri permanen maupun musiman yang bersumber dari rumah. Pemerintah harus menganjurkan produk-produk masyarakat ini dibeli atau dipromosikan lebih luas sehingga lambat laun kembali menguatkan perekonomian rakyat yang sebelumnya melemah atau bahkan runtuh.

Korona bukan saja musuh, tetapi jika kita bijaksana melihat sisi lain dari kehadiran penyakit mematikan itu, adalah sebagai sahabat yang memberi tanda dan teguran agar kita lebih memerhatikan masa depan bumi. Bumi telah penat dengan berbagai kerakusan manusia yang setiap detik melakukan perusakan sehingga selalu menimbulkan bencana di mana-mana. Perang senjata tak usai, eksploitasi laut terus berlanjut, penghancuran hutan kian rentan, pembunuhan massal hewan-hewan liar seliar pelakunya, dan perang dagang seolah bulu tak dipandang. Korona datang memberi kita jeda, agar introspeksi, melihat ke dalam diri, bahwa masa depan bumi perlu dilindungi. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here