04/12/2022
Beranda » Pemkab Solok Tracking Kontak  3 Perantau, yang Seorang Keluarganya Positif Covid-19 Meninggal Saat Mudik

Pemkab Solok Tracking Kontak  3 Perantau, yang Seorang Keluarganya Positif Covid-19 Meninggal Saat Mudik

Penanganan jenazah korban Covid-19. Ilustrasi

Solok, Rakyat Sumbar—Tim Gugus Penanganan Covid-19 Pemkab Solok tengah melakukan tracking (penelusuran), terhadap orang-orang yang pernah melakukan kontak keluarga, perantau warga Paninggahan, Kecamatan Junjung Siriah yang meninggal dunia di Lampung saat dalam perjalanan pulang dari Tangerang menuju Sumbar, pada 7 April lalu.

Perantau yang meninggal dalam perjalanan ke RSD H.Bob Bazar SKM Kalianda Lampung diketahui positif Covid-19, sesuai hasil pemeriksaan Swab yang sudah dikeluarkan Kemenkes, 13 April lalu.

Penanganan jenazah korban Covid-19. Ilustrasi

Bupati Solok, Gusmal melalui Kabag Humas Pemkab Solok, Syofiar Syam, Rabu (15/4) mengatakan, berdasarkan pengakuan keluarga korban, korban terpaksa pulang ke Paninggahan karena penyakit kanker yang dideritanya semakin memprihatinkan.

Untuk langkah pencegahan dan penanganan, keluarga korban yang baru kembali dari Tanggerang dan menetap di Solok juga menjalani serangkaian tes untuk memastikan kondisinya, seperti rapid tes, tes swab, dan sampel dikirim ke laboratorium Unand. Termasuk dengan menelusuri siapa saja orang yang bertemu dan berhubungan dengan tiga orang itu selama di Paninggahan.

“Hari ini (Rabu, red) telah diambil sampel untuk rapid tes oleh pihak RSUD Arosuka, terutama 3 orang kerabat korban yang menetap di Paninggahan, dan 7 orang yang mengangkat peti jenazah korban, kita saja tunggu hasilnya,” ujarnya.

Diketahui, salah seorang warga Paninggahan, Kecamatan Junjung Siriah yang meninggal dunia di Lampung saat dalam perjalanan pulang dari Tangerang menuju Sumbar, pada 7 April lalu.

“Iya kami menerima hasil swab test atas nama Almarhumah SR, 26, warga Paninggahan, dari Balai Penelitian Palembang, melalui RSD H.Bob Bazar SKM Kalianda Lampung, diteruskan ke Pemprov Sumbar dan meneruskannya ke kami (Pemkab Solok), dan memang benar positif (Covid-19),” ujar Syofiar Syam.

Informasi dari hasil rapat Camat Junjung sirih dan Forkompincam, disebutkan, almarhumah berangkat dengan 9 orang keluarga dan kerabatnya dari Tangerang pada 7 April lalu.

Mereka menggunakan transportasi darat, sesampai di pelabuhan Bakaheuni, Provinsi Lampung, kondisinya semakin mengkhawatirkan, dan kemudian dibawa ke RSD Bob Bazar SKM Lampung Selatan Kalianda.

Namun, dalam perjalanan menuju RSD, SR meninggal dunia. Lalu, karena statusnya yang berasal dari daerah pandemik Covid-19 (Tangerang), pihak RS melakukan Rapid test, serta juga diambil sampel untuk swab test dan dikirim ke Litbangkes Palembang.

Namun, jenazah dipersiapkan untuk diantarkan keluarganya ke Paninggahan, dan diantar oleh keluarganya yang mengendarai kendaraan Nopol B 2840 TKM. Sesampai di kampung halaman, korban kemudian dimakamkan.

Korban diantar oleh 9 orang anggota keluarga, 6 diantaranya sudah kembali ke Tanggerang, sementara 3 orang (suami korban, ibu dan anaknya yang masih berusia tiga tahun) tetap di kampung halaman. Jenazah tiba di Paninggahan pada 9 April sekira pukul 06.00 WIB dan dimakamkan pada pukul 09.00 WIB.

Hasil rapid test yang dilakukan pihak rumah sakit tempat korban sempat dirawat, korban ternyata positif Covid-19, untuk memastikannya pihak rumah sakit sebelumnya juga sudah mengirimkan sampel Swabb ke pihak Litbangkes Palembang untuk diperiksa lebih lanjut karena korban berasal dari daerah pandemi.

Pada tanggal 13 April 2020, keluar hasil tes laboratorium dari Litbangkes Palembang yang menyatakan korban positif Covid-19. Pihak Litbangkes kemudian mengirimkan hasil tes ke pihak Rumah sakit, dan pihak rumah sakit menyampaikan informasi kepada Pemprov Sumbar kemudian dilanjutkan ke Dinkes Solok.

“Korban sudah dimakamkan di kampung halamannya sesuai standar prosedur yang ada,” tutupnya. (tim)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.