rakyatsumbar.id

Berita Sumbar Terkini

Beranda » Padangpanjang Layak Jadi Rumah Bagi Penulis Dunia

Padangpanjang Layak Jadi Rumah Bagi Penulis Dunia

PENYAIR ASIA TENGGARA – Sebanyak 300-an penyair Asia Tenggara berkumpul di Padangpanjang pada perhelatan Temu Penyair Asia Tenggara yang diadakan Pemerintah Kota Padangpanjang melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padangpanjang, Mei 2018 lalu. Salah satu pusat kegiatan di Objek Wisata PDIKM Padangpanjang. (Foto: Ist.)

Padangpanjang, rakyatsumbar.id– Apresiasi Walikota Padangpanjang, H. Fadly Amran, B.B.A., atas buku-buku yang lahir dari komunitas baca di Padangpanjang salah satunya Ruang Kreatif Hamasah STAI Imam Bonjol mendapat respon positif dari penulis-penulis di kota itu.

Bahkan, harapan Wali Kota yang meminta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padangpanjang untuk menaungi dan membentuk wadah forum kepenulisan juga disambut Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Alvi Sena, S.T., M.T.

“Kami siap mewujudkan arahan Bapak Wali Kota Padangpanjang untuk membentuk Forum Penulis Padangpanjang. Forum ini akan menjadi pendukung salah satu Visi Misi Kota Padangpanjang 2018-2023 yakni Literasi Bergerak,” kata Alvi Sena, Selasa (20/10/2020), di Padangpanjang.

Penulis dan Dosen Seni Teater Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang, Dr. Sulaiman Juned, S.Sn., M.Sn., menyebut, potensi Padangpanjang sebagai Kota Literasi yang telah dicanangkan Pemerintah Kota melalui Perpusnas RI dinilai sangat layak menjadi rumah bagi penulis dunia.

“Suasana alam, kota yang memiliki sejarah kuat baik perjuangan kemerdekaan RI, pendidikan, basis keagamaan, kota Serambi Mekah sebagai tempat melahirkan santri-santri, ulama-ulama kharismatik, serta banyak penulis-penulis besar lahir dan dibesarkan dari kota kecil ini, maka kota ini sangat layak jadi rumah bagi penulis dunia,” kata Pendiri dan Penasihat Komunitas Seni Kuflet Padangpanjang itu.

Dia mengungkapkan, Temu Penyair Asia Tenggara yang dihelat Pemerintah Kota Padangpanjang melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padangpanjang pada Mei 2018 lalu menjadi momen penting terbukanya pintu kedatangan penulis-penulis dunia itu.

Ia juga memberi apresiasi kepada Pemerintah Kota Padangpanjang yang merencanakan akan menggelar kembali Temu Penyair Asia Tenggara (2) di akhir tahun 2021 mendatang.

“Mei 2018 dilaksanakan Temu Penyair Asia Tenggara, sekembalinya penyair dari Kota Padangpanjang ke negara asalnya mereka menulis tentang Padangpanjang, baik berupa esai, feature, dan kolom pada media massa di negara mereka. Ini branding yang bagus untuk Padangpanjang di mata penulis dunia,” kata Sulaiman Juned yang baru-baru ini menerbitkan buku puisi “Rajah” dan akan diluncurkan pada akhir bulan ini.

Sementara Penulis dan Pegiat Literasi Padangpanjang, Muhammad Subhan, mengatakan, geliat literasi di Kota Padangpanjang kian tumbuh tidak saja di tengah masyarakat, tetapi juga di lingkungan lembaga pendidikan.

“Banyak siswa, guru, dosen, yang telah memiliki karya tulis berbentuk buku, dan eksistensi mereka perlu dirangkul di dalam sebuah wadah forum,” kata penulis buku puisi “Kesaksian Sepasang Sandal” itu.

Ia mendukung Pemerintah Kota Padangpanjang menjadi fasilitator lahirnya penulis-penulis baru di Padangpanjang serta mengajak penulis-penulis untuk membentuk forum bersama dan berkegiatan bersama, termasuk memperkuat sekolah-sekolah maupun komunitas-komunitas baca sebagai salah satu kantong literasi yang berpotensi membentuk dan membina penulis-penulis muda. (ned)

About Post Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *