Solok, Rakyat Sumbar – Tanaman kelor yang selama ini dikenal tumbuh di pekarangan ternyata menyimpan peluang usaha yang menjanjikan, mulai dari pangan olahan hingga produk kosmetik. Potensi inilah yang dikembangkan PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Barat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bersama Kelompok Tani Wanita Sepakat Air Masin di Kelurahan Tanah Garam, Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok, Selasa (20/10).
Program ini menjadi upaya PLN dalam mendorong kelompok tani perempuan mengembangkan potensi lokal menjadi usaha produktif yang memiliki nilai tambah. Tidak hanya berfokus pada budidaya, program ini juga mencakup pengolahan hingga pemasaran produk berbasis kelor agar dapat membuka peluang ekonomi baru bagi anggota kelompok dan keluarga mereka.
Kegiatan peresmian dihadiri Kepala Bidang Koperasi, Industri, dan UMKM, Dody Amril, S.T., M.M., Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan, Edi Haryanto, Manager PLN UP3 Solok, Hariani beserta jajaran, Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sumatera Barat, Yesi Yuliani, tim peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Ketua Tim Kerja (Katimker) dan peserta dari kalangan penyuluh Kementerian Pertanian.
General Manager PLN UID Sumatera Barat, Ririn Rachmawardini, menyampaikan bahwa pemberdayaan masyarakat perlu diarahkan pada pengembangan potensi lokal agar mampu memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan. Menurutnya, penguatan keterampilan dan kemampuan mengelola usaha merupakan bagian penting dalam mendorong kelompok tani perempuan tumbuh lebih mandiri.
“Pemberdayaan masyarakat perlu dilakukan dengan membuka kesempatan untuk belajar, mengembangkan keterampilan, dan mengoptimalkan potensi lokal yang dimiliki. Kami berharap program ini dapat membantu Kelompok Tani Wanita Sepakat Air Masin mengembangkan usaha berbasis kelor secara berkelanjutan, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh anggota kelompok, tetapi juga dapat memperkuat ekonomi keluarga dan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar,” ujar Ririn.
Ia menambahkan, pengembangan usaha berbasis potensi lokal juga diharapkan dapat menumbuhkan kepercayaan diri perempuan untuk berperan lebih aktif dalam kegiatan ekonomi keluarga dan masyarakat.
“Kami berharap para perempuan di Kelompok Tani Wanita Sepakat Air Masin semakin percaya diri dalam mengembangkan potensi yang dimiliki. Ketika keterampilan tumbuh dan usaha memiliki kesempatan untuk berkembang, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh anggota kelompok, tetapi juga berpeluang mendukung ekonomi keluarga dan masyarakat di sekitarnya,” tambah Ririn.
Dalam pelaksanaannya, pengembangan kelor diarahkan untuk menghasilkan beragam produk bernilai tambah, seperti kue kering, cokelat kelor, teh kelor, kopi kelor, hingga produk kosmetik berbahan kelor. Diversifikasi produk ini membuka kesempatan bagi kelompok tani untuk mengolah hasil pertanian menjadi produk yang lebih beragam, memiliki nilai jual, dan berpeluang menjangkau pasar yang lebih luas.
Untuk mendukung keberlanjutan usaha, program ini mencakup penguatan keterampilan dalam budidaya, pemanenan, pengolahan, dan pemasaran produk. Peningkatan kualitas bahan baku melalui pengembangan sumber benih kelor berkualitas juga menjadi bagian dari upaya penguatan usaha kelompok. Selain itu, dukungan terhadap pemenuhan legalitas dan sertifikasi produk sesuai kebutuhan diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas serta daya saing produk yang dihasilkan.
Program TJSL ini merupakan bagian dari komitmen PLN UID Sumatera Barat untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui pemberdayaan yang berorientasi pada potensi lokal. Penguatan kapasitas kelompok tani perempuan diharapkan tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga membuka ruang bagi tumbuhnya usaha produktif yang dapat dikembangkan secara bertahap.
PLN UID Sumatera Barat berharap Kelompok Tani Wanita Sepakat Air Masin dapat terus mengembangkan usaha berbasis kelor, memperluas peluang pemasaran, dan meningkatkan kemandirian ekonomi anggotanya. Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, potensi tanaman lokal diharapkan dapat tumbuh menjadi sumber penghasilan sekaligus memberikan manfaat lebih luas bagi keluarga dan masyarakat Kota Solok. (*)





