04/12/2022
Beranda » Mega Ekspedisi dan Kedigdayaan yang Tak Terbantahkan

Mega Ekspedisi dan Kedigdayaan yang Tak Terbantahkan

Refleksi 110 Tahun PT Semen Padang

Oleh: Budi Saputra

Tepat pada tanggal 18 Maret 2020, PT Semen Padang genap berusia 110 tahun. Melihat angka usia, tentu ini bukanlah usia seumur jagung dalam kancah perindustrian nasional. Melainkan usia emas, usia yang sangat matang dengan kemilau mahakarya, mega ekspedisi, dan kedigdayaan yang tak terbantahkan. Jika dihitung secara statistik, maka mega ekspedisi yang telah diracik, dan diramu dengan sedemikian rupa sejak berdirinya pabrik semen kebanggaan warga Sumatera Barat ini, tentu hanyalah angka-angka monumental dengan jumlah yang tidak sedikit. Baik itu jumlah klinker, jumlah produksi semen per tahun, neraca keuangan per tahun, hingga jumlah yang didistribusikan ke pangsa pasar nasional (domestik) maupun ekspor ke luar negeri. 

Adanya sinergi yang kuat, dan manajemen yang baik antar elemen dalam mewujudkan visi misi perusahaan, adalah alasan utama yang membuat PT Semen Padang bertahan dan menancapkan taji hegemoninya. Dengan motto “Kami Telah Berbuat Sebelum Yang Lain Memikirkan”, PT Semen Padang memiliki andil besar dalam membangun negeri dengan segala inovasi dan terobosan jitunya. Mega ekspedisi perusahaan yang memiliki enam pabrik dengan produksi 8,9 juta ton per tahun ini, tak bisa dilepaskan dari sejarah panjang perjalanan bangsa Indonesia. Beberapa bangunan monumental seperti Jam Gadang, Monumen Nasional (Monas), Hotel Indonesia, Gedung DPR/MPR, hingga Jembatan Ampera, dibangun dari semen yang merupakan pemimpin pasar di Sumatera ini.

Sebagai perusahaan semen pertama di Indonesia dan Asia Tenggara, PT Semen Padang tetap eksis dalam pasang surut perjalanan perusahaan, dan di tengah ketatnya persaingan industri semen di Indonesia. Dari generasi ke generasi, dari pertukaran nahkoda ke nahkoda lainnya, dan dari segala karya dan sumbangsih besar yang telah diberikannya, perusahaan ini tak henti-hentinya mewarnai dirinya dengan kemilau cahaya pioner, inovasi, efisiensi, dan kontribusi nyata yang menjelma sebagai satu kesatuan yang bagaikan pohon beringin raksasa dengan pilinan akar yang menancap kuat menghujam bumi. Selama kurun melebihi 10 dasawarsa, pohon beringin raksasa itu sangatlah rindang dan menyejukkan di lintasan abad yang berlari.

Selama 110 tahun, PT Semen Padang tidak saja memberikan banyak manfaat bagi sektor pembangunan melalui mega ekspedisi semen ke berbagai wilayah. Tapi lebih dari itu, adalah bentuk kontribusi CSR di berbagai bidang yang merupakan kilau mutiara bertebaran dan dirasakan betul manfaatnya oleh masyarakat. Kontribusi CSR tak lain dan tak bukan adalah bentuk tanggung jawab sosial perusahaan yang melingkup sosial (people) dan lingkungan (planet). Di mana seluruh stakeholder di perusahaan berperan serta dalam mengimplementasikan, dan mengevaluasi bentuk-bentuk kebijakan yang telah direncanakan. Di bidang pendidikan, ribuan anak dibantu setiap tahun melalui program beasiswa. Di bidang kesehatan, Semen Padang Hospital memberikan pelayanan kesehatan dengan fasilitas yang memadai untuk masyarakat. Di bidang ekonomi, ada Gallery Balanjo Semen Padang yang berupa mini market atau gallery khusus menjual produk unggulan mitra binaan. Serta masih banyak lagi program pemberdaayan yang substansinya adalah untuk kemajuan perusahaan dan mengembangkan industri berwawasan lingkungan.

Berkat kebijakan-kebijakan CSR yang jitu dan tepat sasaran, tak sedikit penghargaan yang telah diraih perusahaan yang logonya bergambar kepala kerbau ini. Beberapa penghargaan yang berhasil diraih PT Semen Padang antara lain yaitu Indonesian CSR Award (ICA) 2014 dan 2017, Indonesian Sustainable Development Goals Award (ISDA) 2017, Top CSR 2018, dan Gold Brand Equity Award 2020.

Tantangan Masa Depan

Tentu perlu banyak strategi yang diterapkan PT Semen Padang dalam tantangan masa depan. Bergabungnya dalam holding di bawah naungan PT Semen Indonesia Group sejak 20 Desember 2012, merupakan arah baru dalam kebijakan perusahaan. Di samping tetap dalam berbagai upaya peningkatan SDM, meluncurkan produk turunan, serta pelaksanaan program CSR, maka satu hal yang terus diupayakan tentu adalah bagaimana produksi dan pemasaran tetap stabil dalam ketatnya persaingan industri semen tanah air. Terlebih belakangan, semenjak masuknya gurita gempuran semen asal Cina yang begitu ekspansif, maka serta merta membuat produski semen nasional kelebihan produksi dan memicu terjadinya perang harga di pangsa pasar.

Adanya sokongan pemerintah mengenai impor semen dan klinker (Permendag Nomor 7 Tahun 2018), serta dibukanya kran pasar bebas, membuat pabrikan semen asal Cina dengan mudah merampas pasar dan merubah pakem yang selama ini tercipta. Khairul Jasmi, wartawan senior yang juga Komisaris PT Semen Padang, tak luput menyinggung akan kehadiran para pemain semen asal Cina yang memiliki aktivitas produksi di berbagai daerah tanah air ini. Dalam tulisannya yang berjudul “Semen Padang, Riwayatmu Dulu” (dilansir dari ceknricek.com), Khairul Jasmi mengatakan bahwa asing telah “merebut roti dari mulut orang lain”. Sebuah tindakan kapitalis yang disokong pemerintah dan dihargai oleh pasar bebas.

PT Semen Padang tentu menyadari betul betapa anomali pangsa pasar membuat persaingan semakin ketat dan membuat tren penjualan semen lokal turun dari tahun ke tahun. Sebagai perbandingan, pada 2013 menjadi masa keemasan bagi industri semen nasional. Pada saat itu hanya ada tujuh pemain semen di tingkat nasional. Tetapi sejak mengguritanya pabrikan semen asal Cina, maka kini peta persaingan pun menjadi 15 pemain.

Berbagai upaya pun dilakukan untuk mendongkrak kinerja keuangan. Termasuk memaksimalkan pasar ekspor untuk meningkatkan penjualan. Untuk mewujudkan semua itu, tentu diperlukan peran serta seluruh stakeholder dalam strategi pemasaran, promosi, inovasi, serta efisiensi. Tidak sampai di situ. Kehadiran media atau pers juga sangat diharapkan dalam upaya mempromosikan Semen Padang untuk meningkatkan kembali kepercayaan masyarakat terhadap kualitas dan mutu Semen Padang.

Sebab ada kata pepatah. Tak lekang oleh panas, tak lapuk oleh hujan. Maka pepatah itulah yang pantas disematkan kepada PT Semen Padang yang telah membangun negeri dengan kemilau mahakarya, dan mencatatkan ribuan nama karyawan sejak zaman kolonial sampai sekarang. Bernaung di bawah pohon beringin raksasa dengan mata terbuka, betapa begitu luasnya hamparan manfaat. Betapa begitu nyata goresan-goresan tinta usia emas yang berkilauan di sepanjang jalur mega ekspedisi. Akhirnya, selamat untuk 110 tahun PT Semen Padang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.