01/03/2024
Beranda » Laporan Keberlanjutan Demi Akuntabilitas Perguruan Tinggi

Laporan Keberlanjutan Demi Akuntabilitas Perguruan Tinggi

Oleh: Celsi Sahda Fatika

Mahasiswa Magister Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas

Pembangunan berkelanjutan menjadi topik yang semakin penting di seluruh dunia, karena tantangan lingkungan, sosial, dan ekonomi yang dihadapi oleh masyarakat global.

Perguruan tinggi memiliki peran kunci dalam mempersiapkan generasi masa depan yang berkomitmen terhadap pembangunan berkelanjutan.

Sebagai lembaga pendidikan tinggi, perguruan tinggi memiliki kekuatan untuk menghasilkan pengetahuan, melakukan penelitian inovatif, dan membentuk sikap dan perilaku mahasiswa.

Perguruan tinggi harus memainkan peran yang lebih proaktif dalam mempromosikan pembangunan berkelanjutan.

Salah satu alasan mengapa pembangunan berkelanjutan di perguruan tinggi sangat penting adalah karena lembaga ini bertanggung jawab untuk melatih para pemimpin masa depan dalam berbagai bidang, termasuk ilmu pengetahuan, teknologi, bisnis, hukum, dan sektor publik. Para pemimpin ini akan membentuk kebijakan, membuat keputusan strategis, dan mengembangkan solusi inovatif untuk mengatasi tantangan global yang kompleks.

Oleh karena itu, perguruan tinggi harus mempersiapkan siswa mereka dengan pemahaman yang mendalam tentang prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan.

Sehingga mereka dapat mengintegrasikannya ke dalam praktik dan keputusan mereka di masa depan.

Selain itu, perguruan tinggi juga merupakan pusat penelitian dan inovasi. Dalam menciptakan pengetahuan baru dan teknologi yang berkelanjutan, perguruan tinggi dapat berperan sebagai penggerak utama dalam menghadapi masalah lingkungan dan sosial.

Penelitian dan pengembangan yang dilakukan di perguruan tinggi dapat menghasilkan solusi inovatif yang berkelanjutan, seperti energi terbarukan, manajemen air yang efisien, desain bangunan yang ramah lingkungan, dan praktik pertanian berkelanjutan.

Dengan mengadopsi dan menerapkan hasil penelitian ini, perguruan tinggi dapat menjadi contoh nyata bagi masyarakat di sekitarnya dan dunia pada umumnya.

Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam memberikan pendidikan dan kesadaran kepada masyarakat tentang pentingnya pembangunan berkelanjutan.

Melalui program pendidikan, seminar, dan kampanye kesadaran, perguruan tinggi dapat mempengaruhi pola pikir dan perilaku masyarakat secara lebih luas.

Mereka dapat membantu mengubah pandangan masyarakat terhadap isu-isu lingkungan, mendorong penggunaan sumber daya yang bertanggung jawab, dan mempromosikan gaya hidup yang berkelanjutan.

Mengapa Pengungkapan Laporan Keberlanjutan Sebaiknya Dilakukan oleh Perguruan Tinggi?

Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menyebarkan dan membiasakan pola pikir mengenai pembangunan berkelanjutan dalam kehidupan bermasyarakat.

Hal ini dikarenakan perguruan tinggi memiliki dampak signifikan yang dapat mempengaruhi generasi mendatang. Bahkan menurut Carol A.

Adams pada artikelnya yang berjudul “Sustainability Reporting and Performance Management in Universities”, dampak yang diberikan kepada masyarakat tidak hanya dapat melalui dampak langsung seperti pendidikan, penelitian, dan transfer ilmu, namun juga dapat melalui cara tidak langsung dengan meningkatkan manajemen serta menjadi akuntabel terhadap kinerja pembangunan berkelanjutan.

Meningkatkan manajemen serta akuntabilitas perguruan tinggi dapat dilakukan melalui pelaporan keberlanjutan.

Proses pelaporan ini sangat penting dalam manajemen kinerja (misalnya untuk mengembangkan indikator kinerja utama, menetapkan target, menentukan tindakan untuk mencapai target, melibatkan pemangku kepentingan, dan meninjau kinerja). Rendahnya pelaporan keberlanjutan pada perguruan tinggi mencerminkan adanya pengelolaan keberlanjutan yang buruk.

Oleh karena itu, dengan memperbaiki manajemen dan akuntabilitas, perguruan tinggi dapat memaksimalkan performanya sehingga dapat memberikan dampak langsung melalui pendidikan, penelitian, dan transfer ilmu dengan baik.

Membuat laporan keberlanjutan dapat membantu suatu perguruan tinggi dalam mendefinisikan, mengembangkan dan meningkatkan aksi yang mendukung rencana strategis sehingga dapat memfasilitasi visi jangka panjang.

Pada penelitian Yanez, et al., pada artikelnya yang berjudul “The Sustainability Report as an Essential Tool for the Holistic and Strategic Vision of Higher Education Institutions”, ditemukan bahwa mengungkapkan laporan keberlanjutan selama beberapa tahun telah membawa peningkatan partisipasi para pemangku kepentingan dalam proses pengambilan keputusan, pengembangan mekanisme dan komunikasi.

Serta akuntabilitas dan transparansi dalam proses pemantauan. Selain itu, menurut Ceulemans, et al., pada artikelnya yang berjudul “Sustainability Reporting in Higher Education: Inter Connecting The Reporting Process and Organisational Change Management for Sustainability”, laporan keberlanjutan juga dapat meningkatkan kompatibilitas antar institusi, memberikan bukti untuk badan akreditasi, dan meningkatkan posisi peringkat pembangunan berkelanjutan perguruan tinggi karena menyediakan bukti yang jelas. Pengungkapan laporan keberlanjutan dapat memfasilitasi implementasi pembangunan berkelanjutan yang lebih efektif, terutama dengan membuat data lebih jelas dan mudah diakses (seperti, target, angka, indikator).

Selain itu, performa pembangunan berkelanjutan dapat dipantau melalui laporan keberlanjutan.

Perlunya Keterlibatan Seluruh Pihak
Agar terwujudnya pelaporan yang andal, maka dibutuhkan peran dari seluruh pemangku kepentingan yang ada. Dukungan ini sangat penting agar pengaruh dan jangkauan menjadi lebih luas.

Menurut Burritt dan Schaltegger pada artikel “Sustainability accounting and reporting: Fad or trend?” dan dikembangkan lebih lanjut oleh Herzig & Schaltegger pada artikel “Sustainability Communication: Interdisciplinary Perspectives and Theoretical Foundation”, terdapat dua perspektif utama yang mendorong pelaporan keberlanjutan, yaitu perspektif “dalam-ke-luar”, dengan pengukuran kinerja internal dan manajemen strategis pembangunan berkelanjutan sebagai pendorong utama laporan keberlanjutan; dan perspektif “luar-ke-dalam”, dengan permintaan dari para pemangku kepentingan sebagai pendorong utama laporan keberlanjutan.

Menurut temuan survei yang dilakukan oleh Ceulemans, et al., pada artikelnya yang berjudul “Sustainability Reporting in Higher Education: Interconnecting The Reporting Process and Organisational Change Management for Sustainability”, laporan keberlanjutan ini dapat memfasilitasi komunikasi antar pemangku kepentingan, namun sayangnya partisipasi oleh pemangku kepentingan eksternal dinilai masih kurang. Padahal nyatanya, pemangku kepentingan eksternal dapat diikutsertakan dalam pengembangan target, pemilihan indikator, dan evaluasi kemajuan proses laporan keberlanjutan. Oleh karena itu, proses pengungkapan laporan keberlanjutan pada sebagian besar perguruan tinggi, khususnya di Indonesia masih belum maksimal. Untuk itu, penting bagi semua pihak, termasuk pemangku kepentingan eksternal, terlibat dalam pengungkapan laporan keberlanjutan sehingga dapat terwujudnya akuntabilitas perguruan tinggi demi pembangunan berkelanjutan yang baik. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.